Pasangan Terbaik

by - Tuesday, July 03, 2018


"Lel, habis ta'aruf kan masih belum bisa menentukan baik buruknya pasangan kita kelak, jadi gimana caranya kita bisa yakin kalau dia adalah pasangan yang terbaik untuk kita?"

Saya jadi ingin bertanya kembali. Apakah dengan pacaran bisa? Apakah dengan pacaran akan ada jaminan bahwa dia tidak akan mengkhianati kita nanti?

Berapa banyak pasangan suami istri yang dulunya pacaran tahunaan, kemudian berpisah setelah menikah. Selingkuh ketika bosan dengan pasangan. Atau alasan klise lain, "kita beda."

Kalau yang ditanyakan jaminannya, ya jawabannya tidak ada. Mau pacaran atau tidak, bukan kita yang bisa memberikan kepastian jawaban.

Kenapa?

Ya karna cuma Allah yang tau.

Jadi, kita kudu gimana dong?

Bicara tentang jodoh, tentang rizki, kita perlu tau dulu nih, bahwa ada area yang dikuasi oleh kita dan ada area yang menguasai kita.

Pada area yang kita kuasai, kita punya andil mau ngapain aja. Bisa pilih, tapi kudu tanggung jawab. Sedangkan pada area yang tidak kita kuasai, di situlah murni kekuasaan Allah bekerja.

Contohnya gini.

Kita gak pernah bisa milih dengan laki-laki atau perempuan mana kita kenal dari jaman pre-school sampai sekarang. Ya kan?

Kita juga gak pernah bisa milih dengan siapa kita jatuh cinta.

Area yang gak kita kuasai ini yang disebut sebagai qadla.

Next step,
Kalo sudah kenal sama si dia mau digimanain? PDKT? Diliatin doang? Apa dilamar?

Kalo naksir sama doi, kita mau ngapain? SKSD sama doi, atau tanya sama Allah, minta petunjuk dia oke gak buat pasangan hidup.

Ini adalah area yang kita kuasai. Area yang sepenuhnya bisa kita pilih mau yang mana.

Pada area yang menguasai kita, hisab tidak akan berlaku. Jadi, kita naksir A, B, C, atau X. Itu sah-sah aja. Gak dosa juga.

Tapi pilihan yang kita buat selanjutnya ini yang perlu kita pertanggungjawabkan. Hisab pun akan berlaku di sini.

Sebagai seorang muslim, sadari bahwa tujuan hidup kita didunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Ibasah ini maknanya luas ya. Jadi nggak melulu tentang sholat, puasa, zakat aja. Tapi taat sama seluruh yang Allah perintahkan dan menjauhi larangannya itu juga ibadah. Dari sini, kita bisa milah-milah lagi, mana sih aktivitas yang harusnya kita pilih dan jauhi kan.

Termasuk untuk urusan mencari pasangan tadi. Kita nanti nikah sama siapa, itu qadla Allah. Tapi bagaimana cara kita mengusahakannya, itu adalah pilihan.

Dari sini, kita bisa milih-milih lagi kan, mana cara yang diridhoi Allah dan mana yang tidak. Sebagai seorang muslim, tentu yang dipilih yang Allah ridhoi kan ya, bukan yang lain.

Konsep ini penting untuk dipahami dulu. Dari sini kita bisa memilah, di area mana sih kita perlu usaha maksimal dan pada area mana kita  cukup berserah diri.

Tidak jelasnya konsep rizki ini lho yang bikin orang milih jalur pacaran untuk mencari pasangan hidup. Atau gak ngapa-ngapain blas. Promosi kagak, nyari juga kagak.

Islam memang tidak mengenal istilah pacaran sebelum menikah. Tapi ada banyaak sekali cara yang ditempuh untuk menjemput jodoh ini tadi, selain dengan pacaran.

Salah satunya adalah dengan ta'aruf (kenalan).

Kalo ditanya gimana caranya bisa yakin, jawabannya mudah, ya dalami. Cari tahu lebih detail dan mendalam.

Apa aja sih yang perlu dicari tahu?

Data pribadi ya yang jelas. Namanya siapa, tinggal dimana, anaknya siapa, kerja dimana, orangnya seperti apa, latar belakangnya bagaimana, dll.

Kalo sudah, kita bisa cek bagaimana pandangannya dia. Nanti kalo mau nikah mau dibawa kemana? Gimana?

Jadi, kita bisa nih cari tau visi misinya dia gimana, pola suh yang nanti akan diterapkan ke anak bagaimana, pandangan tentang dakwah gimana, dll.

Semua pertanyaannya fokus ke apa saja yang akhirnya bisa bikin kita yakin untuk memilih dia sebagai pasangan hidup atau meninggalkannya.

Jadi gak tiba-tiba ho-oh aja. Cari tau dulu. Biar gak kayak beli kucing dalam karung.

Kalo udah yakin gimana? Ya dikhitbah atau meminta khitbah.

Khitbah itu ajakan untuk menikah. Bahasa Indonesianya melamar. Jelas?

Ta'aruf dan khitbah itu kan ikhtiar kita untuk menjemput jodoh. Kita gak tau nih dia beneran baik atau tidak untuk kita. Oleh karena itu, selalu libatkan Allah dalam setiap proses. Jangan pernah berhenti meminta petunjuk dan pertolongan Allah.

Oke?

Btw, khitbah itu gak sama dengan menikah ya. Masih ada batasan-batasannya. Berduaan, peluk-pelukan, gandengan tangan, apalagi sampek bobok bareng, itu masih belum boleh ya. HARAM.

"Gue udah dikhitbah, trus foto pre-wed. trus ya gitu itu. Kira-kira boleh gak?"

Dijawab sendiri aja ya, diingat-ingat lagi, kemarin itu lamaran apa akad. :)

Ini beda banget sama pacaran. Orang pacaran gak akan sefokus ini buat nyari tau. Paling lebih ke dia ngapain ya, udah makan belum, dia masih sayang gak ya, dll. Lupa sama hal yang jauh lebih penting dari itu.

Ini hubungan mau dibawa kemana sih?

Ya gak heran abis nikah juga masih blur juga.

Orang yang udah merancang sama-sama ini mau dibawa kemana aja, ketika sudah berjalan masih kesulitan. Masih harus tertatih-tatih. Apalagi yang dari awal udah gak jelas mau gimana.

Dari apa yang sudah saya sampaikan tadi, saya gak bisa memaksa kalian mau gimana. It's up to you. Saya hanya menyampaikan saja.

Selanjutnya terserah Anda. :)

Dan buat yang jomblo, selamat berikhtiar, semoga jodohnya didekatkan dan dimudahkan semua prosesnya. :)

With love,
Lelly

You May Also Like

2 komentar