Ingin Melahirkan Secara Normal? Lakukan 4 Hal Ini untuk Menghindari Operasi Caesar

by - Sunday, September 30, 2018

Praktik Caesar saat ini kian popular untuk dijadikan pilihan prosedur melahirkan. Sayangnya, tidak semua operasi Caesar yang dilakukan didukung oleh alasan yang bersifat darurat medis. Padahal, hal ini justru akan meningkatkan resiko kematian ibu lebih tinggi dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Bukan hanya resiko pada ibu saja, ternyata melahirkan secara Caesar sebelum ibu mengalami kontraksi dapat menyebabkan peningkatan resiko gangguan pernapasan pada bayi mereka.

Berbagai macam resiko yang dapat dialami ibu dan bayi membuat Asosiasi Dokter Kandungan Internasional mengeluarkan pedoman baru tentang praktik Caesar ini. Isi pedoma tersebut menyatakan bahwa wanita hamil yang memiliki resiko gangguan kehamilan rendah sebaiknya diizinkan untuk dapat menghabiskan lebih banyak waktu pada tahap pertama melahirkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tindakan operasi Caesar yang sebenarnya tidak diperlukan.

Kalau kamu menginginkan persalinan normal, bukan tidak mungkin kamu mengupayakan hal ini. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari operasi Caesar. 


1. Menjaga berat badan selama masa kehamilan

sumber : pexels.com


Selama kehamilan, hindari pertambahan berat tubuh yang berlebihan. Dari penelitian yang dilakukan oleh seorang pakar ginekologi ditemukan bahwa obesitas dapat menjadi faktor meningkatnya tindakan operasi Caesar. Obesitaas pada ibu hamil dapat beresiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, hipertensi, maupun pembekuan darah.

Untuk menjaga berat badan yang ideal selama masa kehamilan, kamu bisa melakukan olahraga ringan secara rutin, seperti berjalan kaki, berenang, atau senam hamil. Terapkan juga pola makan yang sehat dan seinmbang. 

2. Mencukupi kebutuhan istirahat menjelang persalinan

sumber : pexels.com


Masalah sulit tidur memang sering dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Padahal, mereka akan lebih membutuhkan banyak istirahat karena proses melahirkan akan membuat tubuh lebih Lelah dari biasanya. Jika kamu termasuk ibu hamil yang mengalami sulit tidur, cobalah berbaring dengan posisi yang nyaman. Kamu juga bisa menggunakan bantal untuk menyanggap punggung agar lebih nyaman. Mengupayakan cukup istirahat menjelang persalinan akan sangay penting agar fisikmu nanti dapat memenuhi tuntutan persalinan tanpa intervensi medis.

3. Kenali waktu persalinan yang tepat

sumber : pexels.com


Pergilah ke bidan atau rumah sakit ketika kamu telah mengalami tahap persalinan aktif. Artinya, pembukaan leher rahim sudah mencapai 6 cm, bukan 4 cm. Datang ke rumah sakit terlalu dini justru dapat memicu intervensi yang tidak diperlukan selama melahirkan.

Kamu harus ingat dan pahami bahwa fase pertama melahirkan merupakan yang terlama dan ditandai dengan kontraksi ringan. Jika kamu masih dalam fase ini, cobalan menstimulusnya dengan berjalan mondar-mandir dan sesekali jongkok. Hal semacam ini akan dapat membantu progres berlanjut secara normal dan sehat hingga mencapai tahap persalinan aktif. Jika sudah dalam tahap persalinan aktif, segera pergi ke bidan atau dokter

4. Pilih bidan atau dokter untuk membantu proses persalinan

sumber : pexels.com


Kamu bisa memilih bidan atau dokter untuk membantu proses persalinanmu nanti. Jika kamu memilih melahirkan dengan bantuan bidan, pastikan terlebih dahulu apakah bidan tersebut bersertifikasi atau tidak. Kamu juga tetap harus menanyakan rekanan dokter dan rumah sakit yang dimiliki jika nanti ternyata kamu mengalami komplikasi saat persalinan.

Sebelum memilih bantuan bidan atau dokter, kamu juga harus memastikan kondisi kehamilanmu. Jika kehamilanmu memiliki resiko tinggi, seperti hamil bayi kembar, punya masalah kesehatan kronis, tekanan darah tinggi, atau diabetes gestasional, sebaiknya kamu menggunakan jasa dokter kandungan untuk tindakan lebih lanjut. Jangan memaksakan diri untuk melahirkan secara normal bila memilliki masalah semacam ini.

You May Also Like

0 komentar