Sukses Berikan ASI Bernutrisi untuk Bayi Tumbuh Sehat dan Cemerlang

By Aprilely Ajeng Fitriana - Monday, August 17, 2020

Sukes menyusui


Kalau mau mengamati, ada banyak hal yang menarik dari ASI. Pertama, kita bisa lihat dari komposisinya. Komposisi ASI ternyata sangat erat kaitannya dengan kapan bayi itu lahir. Komposisi ASI ibu yang melahirkan prematur akan berbeda dengan yang melahirkan pada usia cukup bulan. Komposisi inilah yang mampu untuk memenuhi kebutuhan bayi saat sistem pencernaannya belum sempurna.

Kandungan nutrisi dari ASI mudah untuk dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, ternyata ASI juga bisa membentuk sistem kekebalan tubuh pada bayi. Bisa dibilang, ASI adalah satu-satunya makanan yang paling ideal untuk bayi. Ini sebabnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan para ibu untuk memberikan ASI sebagai makanan pokok bayi selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI dari usia 6 sampai 24 bulan.

Mengupayakan ASI Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan


Saya yakin setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ketika ibu tahu pentingnya ASI untuk bayi, dia pasti mengupayakan segala cara agar bisa menyusui bayinya. Sayangnya, mengupayakan ASI tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun ASI akan keluar secara natural, realitanya banyak juga kendala yang dialami oleh ibu saat menyusui bayinya.

Meski banyak pihak yang mendukung, bukan berarti proses menyusui jadi bebas hambatan. Drama puting lecet sampai berdarah, payudara bengkak, bahkan sampai harus operasi mastitis semuanya pernah saya alami.

Bagi saya, 3 bulan pertama menyusui itu adalah fase yang paling berat. Ghazy maunya nempel terus, payudara sakit karena mastitis. Mau makan susah sekali. Ghazy selalu menangis kalau saya taruh di atas kasur. Saya bahkan pernah hanya makan sekali dalam sehari.

Kalau diingat, banyak juga deraian air mata yang dulu saya lalui saat awal-awal menyusui Ghazy. Alhamdulillah, semuanya sudah berlalu. Dengan segala drama yang pernah ada, alhamdulillah saya masih bisa menyusui Ghazy hingga hari ini. Semoga ini akan terus berlanjut sampai usia Ghazy 24 bulan.

Ambil saja satu contoh, ASI yang tidak langsung keluar begitu ibu melahirkan bayinya. Ini yang dulu saya alami saat baru saja melahirkan. ASI saya tidak langsung keluar. Saya amat sangat bersyukur karena punya lingkungan dan pasangan yang mendukung serta menenangkan saya. Alhamdulillah, di hari ketiga ASI mulai keluar dengan amat lancar.

Dukungan Lingkungan dan Orang Terdekat Berarti Bagi Ibu Menyusui

Pasca melahirkan, hormon Prolaktin akan bekerja lebih giat untuk menghasilkan ASI. Sayangnya, perubahan hormon ini memicu perubahan mood ibu juga. Biasanya, mereka akan jadi super sensitif dengan keadaan di sekitarnya.

Di sisi lain, ibu juga masih merasa sakit pasca bersalin dan menghadapi drama-drama menyusui. Misalnya, ASI yang sulit untuk keluar di awal menyusui, puting lecet. Setelah ASI keluar pun, masalah juga tidak seketika berhenti. Ada juga ibu-ibu yang mengalami kelebihan ASI hingga payudaranya bengkak.

Ini belum bagaimana repotnya mengasuh bayi yang baru lahir. Mereka biasanya akan mudah rewel karena sedang belajar beradaptasi dengan lingkungan barunya. Alhasil, ibu juga yang harus sering-sering begadang untuk menenangkan dan menyusui. Ini sudah pasti melelahkan. Saat malam, ibu kesulitan untuk tidur. Pagi pun ada banyak kesibukan lain yang menanti. Waktu istirahat jadi terkuras banyak.

Kalau ibu menyusui tidak mendapatkan dukungan yang baik dari lingkungan maupun orang terdekat, maka dia akan rentan sekali stress. Karena stress, hormon Oksitosin menurun, akhirnya produksi ASI pun ikut turun. Produksi ASI turun, ibu makin stress lagi.

Ini kenapa dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat itu begitu penting bagi ibu. Apa saja sih dukungan yang bisa diberikan ke ibu menyusui? Check this out!

Dukungan untuk ibu menyusui

1. Edukasi

Percayalah bahwa tahu harus berbuat apa itu menenangkan. Ketika ASI belum keluar, ibu akan jauh lebih tenang ketika tahu bahwa banyak ibu mengalami hal serupa. Mereka menjadi jauh lebih tenang lagi ketika ada yang memvalidasi bahwa bayinya akan tetap baik-baik saja selama 3 hari tanpa ASI. Bantuan untuk memastikan ibu memposisikan pelekatan yang benar saat bayi menyusui, tentang pemenuhan nutrisi saat menyusui, hingga bagaimana caranya perawatan payudara itu semua amat sangat membantu.

Setidaknya, itu yang saya rasakan ketika saya mendapatkan banyak edukasi dari rumah sakit tempat saya bersalin. Aneka rupa edukasi yang diberikan oleh tenaga ahli memang lebih menenangkan. Saya jadi tidak mudah panik ketika ASI belum keluar atau ketika payudara saya mulai bengkak.
Tidak semua tempat bersalin akan memberikan fasilitas semacam ini. Tapi setidaknya, suami bisa membantu istri untuk mendapatkan edukasi yang menyeluruh tentang menyusui. Contoh, menemani dan memfasilitasi istri untuk konsultasi ke konselor laktasi, baik itu saat hamil atau menyusui. Jadi, ketika istri sudah mulai menyusui, dia tahu harus apa. Ketika mengalami kendala dalam menyusui, dia juga jadi tidak mudah panik.

2. Rawat Gabung Pasca Bersalin

Kondisi ibu pasca bersalin itu beda-beda. Ada yang sehari sudah bisa pulang dan melakukan rutinitas seperti biasa. Ada juga yang butuh recovery lebih lama. Saat pemulihan ini, salah satu dukungan lain yang diberikan oleh provider yang membantu persalinan adalah dengan menyediakan layanan rawat gabung. Fasilitas ini akan memudahkan ibu untuk mengupayakan produksi ASI di fase awal menyusui.
Dengan rawat gabung, ibu jadi lebih leluasa untuk menyusui bayinya sesering mungkin. Ketika ini dilakukan, hormon oksitosin yang bekerja saat menyusui tidak hanya akan membuat ASI keluar, tapi juga membantu ibu untuk mengurangi rasa sakit pasca persalinan.

Waktu masih hamil, ada teman saya yang cerita bahwa kehadiran bayi di dekatnya bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit pasca operasi. Setelah saya mengalami sendiri, saya tahu benar bahwa adanya Ghazy di dekat saya itu menyenangkan dan menenangkan. Saya jadi punya semangat untuk bisa lekas pulih dan beraktivitas seperti sedia kala. Rasa sakit pasca operasi juga tidak terasa lagi ketika ada bayi di samping saya.


3. Bantuan Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Tangga

Di awal minggu pasca bersalin adalah fase adaptasi bagi ibu dan bayi. Ibu akan belajar memahami bayi. Sementara itu, bayi akan belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Pada fase ini, biasanya bayi akan lebih mudah rewel di malam hari. Akibatnya, waktu istirahat ibu pun terganggu.  Bahkan setelah pagi pun, belum tentu ibu bisa istirahat juga.

Waktu terbaik untuk ibu beristirahat ya ketika bayinya sedang tidur. Ini bisa terwujud kalau ada bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Waktu Ghazy baru lahir, selama satu bulan ayah mertua membantu kami untuk handle semua urusan masak dan pekerjaan rumah tangga. Selebihnya, bantuan untuk menyelesaikan rumah tangga ya datang dari suami saya sendiri.

Ada satu fase di mana Ghazy sulit sekali untuk ditaruh. Mau merawat diri sendiri saja susah, apalagi menyelesaikan pekerjaan rumah. Alhamdulillah, suami saya amat sangat sigap membantu. Urusan belanja, suami yang handle. Masak juga dibantu suami. Beberes rumah juga suami mau. Semua bantuan itu membuat saya bisa lebih fokus untuk merawat Ghazy.


4. Bantuan Mengasuh Bayi

Selain bantuan untuk mengerjakan tugas domestik, bantuan untuk mengasuh bayi juga diperlukan. Setidaknya dengan cara ini, ibu jadi bisa bernapas sejenak dari kehebohan mengasuh bayi yang baru lahir. Ibu jadi bisa istirahat atau melakukan hal lain untuk terus menjaga kewarasan.

5. Pijat Oksitosin

Menyusui itu melelahkan. Apalagi kalau bayinya tidak mau ditaruh. Seharian menggendong bayi itu amat sangat memungkinkan. Pijat oksitosin dari suami akan membantu ibu untuk relaksasi dari rutinitas menyusui. Pijatan ini bukan hanya membantu ibu untuk lebih relax, lho. Pijat oksitosin juga akan membantu produksi ASI lebih banyak lagi.

6. Pelukan Hangat dan Semangat

Meski sudah mendapatkan edukasi tentang merawat bayi dan bantuan dalam mengasuh maupun menyelesaikan tugas domestik. Ada saja hal yang cukup menguras fisik dan pikiran ibu menyusui. Pelukan hangat dan juga semangat dari orang terdekat akan amat sangat membantu. Ini semacam recharge energi dari segala macam kelelahan yang melanda ibu baru.
 

7. Kemudahan Akses untuk Menyusui di Luar Rumah

ASI itu akan keluar sesuai dengan kebutuhan. Kalau ASI dikeluarkan secara rutin, jumlahnya bisa terus meningkat. Sebaliknya, bila tidak dilakukan, lambat laun produksi ASI pun menurun. Ini sebabnya, ibu menyusui juga perku mendapatkan kemudahan akses menyusui di mana saja. Baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah.

Ketika sedang berada di luar rumah, baik itu di kantor tempat lain, adanya nursing room atau ruang menyusui akan amat membantu. Dengan adanya ruangan ini, ibu jadi bisa lebih leluasa memerah ASI tanpa terganggu atau mengganggu orang lain.


Tips Sukses memberikan ASI Bernutrisi untuk Buah Hati

Kita sudah tahu pentingnya ASI. Dukungan dari lingkungan dan orang terdekat juga sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita mengatur diri sendiri agar bisa terus menyusui hingga 2 tahun. Ini tidak mudah memang. Tapi, bukan berarti tidak mungkin. Kalau Allah sudah perintahkan ini secara gamblang di Alquran, in syaa Allah kemudahan-kemudahan juga akan datang. Percaya aja dulu.

Kali ini, saya akan berbagi sedikit tips untuk bisa terus memberikan ASI. Eits, ini bukan sembarang ASI ya. Tapi juga memastikan komposisi ASI yang kita produksi ternutrisi dengan baik.


Tips menyusui


1. Mohon Kemudahan pada Allah

Menyusui itu ibadah. Segala kesulitan yang kita lalui selama masa menyusui, in syaa Allah akan menjadi amal shalih kita. 

Namanya ibadah ya tidak akan semulus jalan tol. Pasti ada saja ujian yang akan kita lalui. Itu sebabnya, jangan lupa untuk terus melibatkan Allah. Mohon kemudahan sama Allah untuk bisa terus menyusui si kecil.

Selain itu, tumbuhkan juga keyakinan bahwa Allah akan mencukupkan rizki anak kita. ASI itu secara alamiah adalah satu-satunya makanan pokok bayi di 6 bulan pertamanya. Kalau Allah saja mampu berikan rizki untuk burung, kucing, ikan, pohon-pohon, pasti rizki untuk bayi kita pun akan dijamin oleh Allah. Selanjutnya, tinggal bagaimana kita mengelola diri untuk menjemput rizki itu.

2. Atur Posisi dengan Benar

Posisi menentukan prestasi. Hal ini pun berlaku ketika kita akan menyusui anak kita. Bagaimana cara kita menggendong, bagaimana kita memposisikan payudara agar mendapatkan pelekatan yang sempurna di mulut bayi, semuanya harus diperhatikan.

Kalau posisinya benar, ibu tidak akan kesakitan saat menyusui. Bayi juga mudah menghisap ASI. Dengan begitu, produksi ASI pun jadi terus meningkat. Selain itu, ibu juga bisa terhindar dari masalah-masalah seperti puting lecet atau ASI tersumbat.

3. Perhatikan Waktu Menyusui

Kapan waktu menyusui dan durasi saat menyusui juga akan berpengaruh. Pada prinsipnya payudara ibu itu seperti sumber mata air, bukan tempat penampungan. Jadi, jangan sampai ASI disimpan terlalu lama dalam payudara. Ini justru akan memicu masalah lain, seperti payudara bengkak hingga mastitis. Kalau sudah begini, ya Allah, sakitnya luar biasa.

Saat usia bayi kurang dari 6 bulan, susui bayi tiap 2 jam sekali. Durasi pengosongan payudara sebisa mungkin lebih dari 10 menit. Kosongkan satu payudara terlebih dahulu, sebelum pindah ke payudara yang lain. Kalau payudara belum sepenuhnya kosong dan bayi sudah kenyang, perah ASI dan simpan dalam freezer.

ASI yang diproduksi ibu itu ada dua macam. Ada foremilk, ada juga hindmilk. Mana yang baik untuk bayi? Dua-duanya baik. Hanya saja fungsinya berbeda.

Foremilk adalah ASI yang dihasilkan saat awal menyusui. Sementara hindmilk akan keluar beberapa saat kemudian. Pastikan bayi bisa mendapatkan keduanya untuk nutrisi yang optimal.

4. Kelola Pikiran dan Perasaan dengan Baik

Punya bayi itu pasti capek. Energi yang terkuras banyak sekali. Waktu istirahat juga terbatas. Mudah sekali untuk stress.

Kondisi semacam ini bisa saja diperburuk dengan mendengar aneka komentar yang tidak diinginkan. Atau, pengaruh sosial media. Baca, lihat, atau dengar sesuatu yang seolah begitu indah di mata. Misal, anaknya mudah diatur, ada orang yang kelihatannya happy terus, dan sebagainya.

Segala hal yang membuat kita merasa insecure, sebaiknya dibatasi terlebih dahulu. Kalau sosial media bisa menjadi hiburan, silakan. Tapi, kalau ini justru menjadi toxic, sebaiknya dikurangi.

Termasuk bertemu orang lain. Kalau dirasa belum siap, sebaiknya hindari terlebih dahulu. Seringkali ketika baru melahirkan, kita akan mendapat banyak saran yang rasanya seperti menyudutkan kita.

"Kok anaknya diginiin sih?"
"Kok anaknya digituin sih?"

Fokus saja pada hal-hal yang bisa membuat suasana hati baik. Kalau ini bisa kita lakukan, kita bisa jadi ibu yang bahagia. Efek sampingnya, hormon oksitosin meningkat dan produksi ASI juga semakin banyak.

5. Jalin Komunikasi dengan Bayi dan Support System

"Sabar ya, Sayang. Ayo kita sama-sama belajar."

Ini yang dulu terus saya ulang ke Ghazy ketika baru saja menyusuinya. Mulut Ghazy yang mungil saat itu masih kesulitan untuk melakukan pelekatan dengan benar. Saya berulang kali membetulkan posisinya sampai Ghazy agak marah waktu itu. Tapi, kalau saya biarkan Ghazy nenen semaunya, tentu akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama sampai Ghazy bisa nenen dengan baik. Posisi pelekatan oke, jadi saya pun bisa menyusui dengan nyaman.

Selain dengan bayi, komunikasi juga perlu dilakukan dengan pasangan. Bilang kalau kita butuh bantuan. Jadi ibu tidak serta merta merubah kita jadi manusia super kok. Kita tetap manusia biasa yang punya kelemahan. It's okay. Itu bukan aib.

6. Istirahat yang Cukup

Sudah wajar kalau baru punya bayi itu begadang hampir setiap malam. Oleh karena itu, manfaatkan waktu tidur bayi untuk istirahat juga. Memang, kita akan sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Tapi, setidaknya dengan istirahat yang sedikit-sedikit ini bisa membantu kita untuk bisa tetap waras.

7. Perhatikan Asupan Nutrisi Ibu

Meskipun produksi ASI itu sifatnya natural, tapi jumlah dan kualitas belum tentu sama. Ini sangat dipengaruhi oleh status nutrisi ibu dan ada tidaknya penyakit-penyakit yang dialami selama masa kehamilan. Kalau status nutrisinya selama sebelum dan saat hamil baik, ibu akan semakin mudah untuk memproduksi ASI pasca melahirkan. Selain, nutrisi tentunya berat badannya juga harus seimbang. Ini untuk mengurangi resiko obesitas dan kadar kolesterol yang bisa menghambat produksi ASI.

Lalu, nutrisi apa yang dibutuhkan ibu saat menyusui? Protein adalan nutrisi yang paling dibutuhkan ibu untuk menghasilkan ASI yang berkualitas. Ini bisa didapatkan dari daging, susu, telur, atau kacang-kacangan. Menurut penelitian, perempuan dewasa membutuhkan 60 gram protein setiap harinya. Ini setara dengan 3 macam lauk. Tidak harus daging ya. Ini bisa telur, tahu, tempe, susu, atau ikan. Asalkan ada 3 macam lauk yang dikonsumsi setiap makan, ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein (calon) ibu.

Apakah penambahan suplemen diperlukan? 

Saat hamil dan menyusui, ibu tidak hanya membutuhkan makro nutrien saja, tapi juga mikro nutrien. Kebutuhan ini bisa ditambahkan dengan adanya suplemen atau multivitamin. Ini semua dilakukan agar kebutuhan nutrisi ibu bisa terus terjaga selama masa kehamilan dan menyusui.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold, Suplemen dengan Nutrisi Esensial untuk Ibu Menyusui

Kesehatan serta tumbuh kembang bayi yang optimal ditentukan dari asupan nutrisi yang masuk. Sementara itu, kandungan nutrisi di dalam ASI akan amat sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu, baik itu saat hamil atau menyusui. Sebagai ibu, tentunya kita ingin anak kita mendapatkan nutrisi yang optimal dong.

Alhamdulillah, sekarang sudah ada suplemen bernutrisi lengkap yang bisa kita konsumsi sejak hamil hingga menyusui. Apa itu? Taraaa... Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold.


Nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui


Kalbe Blackmores Nutrition melalui produk unggulannya untuk Ibu Hamil dan Menyusui  memahami bahwa semua Ibu di Indonesia berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatannya dan buah hati. Oleh karena itu, Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold ini hadir dengan kandungan 17 nutrisi esensial yang amat dibutuhkan oleh ibu menyusui.

Blackmores Pregnancy and Breat-Feeding Gold


Ada asam folat yang mampu mencegah ibu dari anemia. Ada kalsium yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan juga mencegah terjadinya osteoporosis pada ibu. Selain itu, ada juga zat besi yang tidak menyebabkan konstopasi. Ini aman dan bisa membantu ibu untuk menjaga energi supaya tidak mudah sakit.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold juga dilengkapi dengan Omega 3/DHA yang baik untuk pertumbuhan otak dan mata buah hati. Kandungan Omega 3/DHA ini tidak berbau. Jadi, ini sama sekali tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi. Selain asam folat, kalsium, zat besi, dan Omega 3/DHA, masih banyak kandungan Vitamin dan Mineral di dalamnya. Semua ini dibutuhkan oleh ibu menyusui untuk menjaga asupan nutrisinya. Jadi, ibu tetap bisa memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold ini dikemas dalam botol kaca. Di dalamnya terdapat 60 butir kapsul lunak yang bisa kita konsumsi 2 kali sehari. Minumnya setelah makan ya. Kapsul ini sama sekali tidak bikin mual. Ukurannya juga pas. Jadi, tetap mudah untuk ditelan.

Blackmores Pregnancy and Breat-Feeding Gold


Dukungan Kalbe Blackmores Nutrition dalam World Breastfeeding Week

Kalbe Blackmores Nutrition berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui. Mereka memahami bahwa semua ibu di Indonesia berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatannya dan buah hati. Untuk itu, Kalbe Blackmores Nutrition menggandeng mitra Bumi Sehat Foundation untuk membantu pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui. Kerjasama Blackmores dan Bumi Sehat Foundation ini melalui pembagian 12.000 botol Blackmore Pregnancy and Breat-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat. Klinik-klinik ini telah tersebar di 3 kota di Indonesia, antara lain Denpasar, Aceh dan Papua.


Dukung ibu menyusui


Selain itu, untuk mendukung World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition bersama para blogger memberikan serangkaian edukasi di media sosial terkait pentingnya ASI dan masa menyusui serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi. Edukasi ini diberikan melalui akun Instagram @blacmoresid dan website resminya.

Kalbe Blackmores Nutrition juga mengajak para ibu untuk berbagi pengalaman dan tantangan di masa-masa menyusui serta dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat dalam membantu menghadapi tantangan di masa-masa menyusui. Dengan cara ini, semoga para ibu hamil dan menyusui ini menyadari bahwa dia tidak sendiri melalui pengalaman yang telah dibagikan. Jadi, para ibu hamil maupun menyusui bisa lebih percaya diri untuk menjalani masa-masa menyusui dan memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati.

Kesimpulan

ASI adalah merupakan satu-satunya nutrisi ideal yang dibutuhkan oleh bayi sesuai dengan usianya. Nutrisi ini bisa dipenuhi secara optimal bila nutrisi ibu juga terpenuhi dengan baik. Untuk itu, para (calon) ibu harus mempersiapkan nutrisi ini agar bisa menghasilkan ASI yang bernutrisi untuk buah hati.

Nah, kalau kalian sedang hamil atau menyusui, bisa banget nih mengkonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold untuk menyusui. Karena ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi istimewa harus dipersiapkan sejak kehamilan. Produk Blackmores ini bisa didapatkan di E-commerce Tokopedia, Blibli, Lazada dan Shopee yang bertuliskan Official Store ya. 

Last but not least, teruntuk para pejuang ASI, semua memang tidak mudah. Tapi, kamu tidak sendiri. Semangat mengASIhi, semangat memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil. 

World breastfeeding week

  


  • Share:

You Might Also Like

24 komentar

  1. Subhanallah, baru tau aku kalau seorang bayi yang lahir normal maupun yang prematur, asi di hasilkan ibu berbeda, padahal kalau di fikir sudah nggak ada keterikatan sera fisik,

    Terimakasih pencerahanya Mbak, jadi pembelajaran agar bisa perhatian sama istri selama mengandung, melahirkan maupun membesarkan si bayi.

    ReplyDelete
  2. Dukungan sekitar ini memang sangat penting, ya. nanti aku coba blackmore, deh

    ReplyDelete
  3. Ternyata jadi seorang ibu nggak mudah, pasca melahirkan ada tantangan untuk bisa menyusui dan merawat bayi. Sekali lagi butuh dukungan dari orang sekelilingnya biar ibu nggak stress.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak. pengaruh hormon dan adaptasi dengan bayi yang sering bikin stress

      Delete
  4. kehadiran blackmores ini pasti sangat membantu sekali ibu-ibu ya selama proses menyusui, semoga lancar dan diberikan kekuatan untuk semua ibu yang sedang menyusui. tipsnya sangat bermanfaat banget kak,buat saya calon ibu menyusui, btw obat ini bisa saya rekomendasikan ke sepupu yang lagi menyusui dan asinya masih kurang banyak

    ReplyDelete
  5. benar banget, mengASIhi itu butuh kerja sama juga dengan pasangan dan orang sekitar.
    biar Ibu tidak merasa sendiri, dan kalau happy ASi InsyaAllah jadi lancar jaya.
    Blackmores ini bagus, Alhamdulillah ASI jadi makin lancar.

    ReplyDelete
  6. Menjadi Ibu Menyusui perlu dukungan dari orang-orang terdekatnya agar MengASIhi mudah dilakukan. Serta tambahan edukasi juga perlu banget ya misalnya dari yang sudah berpengalaman maupun bacaan

    ReplyDelete
  7. Aku gak sukses ASI anak pertama. Nyeselnya sampai sekarang. Alhamdulillah anak selanjutnya berhasil ASI eksklusif dan menyusui hingga 2 tahun. Sekarang masih berjuang asi yang kecil nih. Blackmores menemani.

    ReplyDelete
  8. Saya baru tau yang pijat oksitosin. Dan Blackmores ini rekomen banget ya. Bisa saya share lagi ke teman2 yg lain. Makasiy mba

    ReplyDelete
  9. Menyusui itu memang pengalaman yang luar biasa, setiap ibu pasti merasakan suka-dukanya. Jam tidur yang tidak teratur karena harus menyusui, belum pekerjaan rumah yang juga harus beres. Tentunya selain anak, ibu juga membutuhkan perhatian dan pengertian dari orang-orang rumah ya, Mba. Bagaimanapun kondisi setelah melahirkan bisa membuat ibu rentan stress.

    ReplyDelete
  10. Perjuangan untuk mengasihi anak memang tidak mudah, tapi yap benar kita nggak sendiri. Adanya support system terutama dari suami ini yang menurut saya penting banget. Oh ya selain itu saya juga sempat konsumsi blackmores ini waktu hamil anak kedua dan masih menyusi anak pertama. Suplemen ini kandungannya untuk busui dan bumil emang nggak diragukan lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, kandungannya memang lengkap banget. oas untuk busui dan bumil

      Delete
  11. Masya Allah yaa.. Memang luar biasa sekali kandungan ASI itu. Tapi perjuangan mengASIhi nggak mudah :( BTW, zaman masih punya bayi dulu belum kenal suplemen seperti ini, Mbak. Sangat bermanfaat pastinya buat ibu menyusui dan si bayi sendiri..

    ReplyDelete
  12. bener banget Bun, pelukan hangat sangat penting untuk anak agar merasa disayangi :D

    ReplyDelete
  13. Semangat meng-ASI hi ... Untuk anak sehat dan cerdas yes!

    ReplyDelete