Assalamu'alaikum!

Perkenalkan, nama saya Aprilely Ajeng Fitriana. Kalian bisa panggil saya Lelly. Saya lahir di Malang pada tanggal 22 April 1991. Saat ini, saya tinggal di Bogor bersama suami dan anak saya. Blog ini adalah tempat saya mencurahkan segala pemikiran saya dari berbagai peristiwa. Bagaimana saya menghadapinya dan apa saja hikmah yang saya peroleh.

Jun 7, 2021

Gagal ASI Eksklusif Bukan Akhir dari Segalanya

Gagal ASI Eksklusif


Sebagai ibu, saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya. Termasuk, asupan makanannya. Ini juga yang membuat saya banyak belajar agar bisa memberikan ASI Eksklusif untuk Ghazy sejak masa kehamilan. Apakah ilmu ini membantu? Iya banget. Tahu membuat saya merasa lebih tenang ketika berhadapan langsung dengan kasusnya.

Sayangnya, banyak tahu tidak serta merta membuat perjalanan meng-ASI-hi menjadi mulus tanpa hambatan. Kalau diingat-ingat, banyak juga peristiwa berdarah-darah yang saya alami saat menyusui Ghazy. Mulai dari kesulitan menyusui sampai yang paling menyakitkan adalah ketika saya harus menjalani operasi mastitis.

Dari banyaknya drama menyusui yang terjadi, apakah saya berhasil memberikan Ghazy ASI Eksklusif? Saya akan jelaskan dalam tulisan ini.

Tentang ASI Eksklusif


Sebelum menjawab pertanyaan berhasil atau tidak, kita perlu menyamakan persepsi tentang apa itu ASI Eksklusif. Kalau dari penjelasan-penjelasan medis yang ada, ASI Eksklusif itu ketika ibu mampu memberikan ASI ke bayinya selama 6 bulan full tanpa tambahan makanan lain. Entah itu sufor atau makanan padat yang lain.

Waktu Ghazy umur 2 hari, kami terpaksa harus dipisahkan. Ghazy harus menjalani phototeraphy supaya bisa lekas pulis dari kuningnya. Sebetulnya, phototherapy ini hanya bantuan saja. Hal utama yang harus dipastikan adalah asupan makanan untuknya ada. Apa itu? ASI.

Sementara itu, saya belum bisa menghasilkan ASI yang banyak. Anaknya bukan hanya kuning, tapi sudah dehidrasi. Jadi, mau nggak mau saya perlu ngasih asupan makanan lain ke dia. Entah itu ASI donor atau susu formula. 

Karena kondisi yang amat mendesak. Kami juga ragu kalau harus meminta ASI donor dari orang lain, maka kami putuskan untuk memberikan Ghazy susu formula selama dia dirawat inap. Alhamdulillah, ini hanya berlangsung sehari saja. Saya dapat ASI donor dan alhamdulillah ASI saya keluar. Di jam besuk, saya juga sempatkan untuk datang ke rumah sakit hanya untuk menyusui Ghazy secara langsung.

Apa hanya saat itu saja?

Tidak. Saat saya operasi mastitis, saya hanya punya sedikit stok ASIP. Sementara itu, kebutuhan minumnya Ghazy sudah mulai banyak. Kalau saya tinggal opname, ASIP itu tidak akan mencukupi kebutuhannya. Saya tetap berupaya untuk memerah ASI saya. Tapi, tetap saja ini tidak akan cukup. Lagi-lagi, saya terpaksa memberikan sufor lagi ke Ghazy. Hanya selama saya diopname.

Setelah itu? Ghazy menyusui langsung dari saya sampai dengan hari ini. 

Jadi, apakah saya gagal? Iya. Kalau berkaca dari definisinya, saya memang gagal memberikan ASI Eksklusif ke Ghazy. Tapi, apakah itu membuat saya gagal menjadi ibu? Tentu saja tidak. Masih banyak hal yang harus terus saya upayakan.

Perjuangan Meningkatkan Produksi ASI


Saya masih ingat betul betapa suka citanya saya ketika tahu ASI saya mulai ngerembes. Akhirnya, anak saya bisa juga minum ASI dari saya. Ini keluar di hari keduanya. Dan, di hari itu juga, perawat kasih tahu anak saya mulai kuning. Solusinya cuma ASI. Tapi, anaknya nggak bangun-bangun. Susah banget dibangunin.

Ini jadi kendala pertama saya. Gimana ya caranya naikin produksi ASI kalau anak yang mau disusuin masih bobo ganteng gitu? Saya tuh sama sekali nggak kepikiran buat pumping. Satu, saya belum bisa pumping manual pakai tangan. Dua, saya nggak punya pompa ASI.

Hadududuh.. galau banget waktu itu. Tapi, alhamdulillah semua bisa terlalui. 

Abis pulang dari rumah sakit, saya banyak-banyak makan makanan yang bergizi. Kacang ijo tuh hampir tiap hari di minum. Ayah mertua saya yang buatkan. Bahkan, disajikan. Airnya doang tapi, kacang ijonya nggak. Gegara ibu mertua saya gagal paham soal ini dan terus mencecar ayah mertua saya buat buatin kacang ijo ini.

Produksi ASI saya alhamdulillah jadi melimpah. Saking banyaknya, jadi mastitis. Hiks.

Setelah mastitis, produksi ASI di salah satu PD turun drastis. Tahunya dari mana? Kan nggakV diperah. Dari reaksi Ghazy yang mulai cari PD lain.

Kalau dulu, ada ayah mertua yang siapkan. Setelah beliau pulang, saya agak kesulitan handle sari kacang ijo ini. Boro-boro bikin sari kacang ijo, masak aja susah. Ghazy tuh nemplooook banget waktu bayi. Beneran nggak bisa ditaruh. Kalau ditaruh, dia bangun.


Akhirnya, saya minta suami untuk belikan suplemen tambahan. Tapi, ya gitu deh. Mana menyenangkan minum kapsul tiap hari? Bosen banget. Rasanya tuh pingin mengkonsumsi ASI Booster yang nggak kaya ASI Booster pada umumnya.

Mama Bear Kukis Almond Oat, ASI Booster yang Nggak Bosenin.

Alhamdulillah, sekarang saya sudah nemu ASI Booster yang enak banget. Apa itu?

Mama Bear Kukis Almond Oat

Mama Bear Kukis Almond Oat


Ini kukis yang enak banget. Di dalamnya ada almond dan oatnya yang bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita selama menyusui. Dengan mengkonsumsi ini, kita bisa mengikhtiarkan kualitas ASI yang terbaik untuk buah hati kita. Karna ASI yang berkualitas bisa dihasilkan kalau ibunya bisa mendapat asupan nutrisi yang cukup, cukup istirahat, dan happy.

Saya mengkonsumsi ini setiap saat. Ibu menyusui itu kan sering banget laper ya. Pinginnya ya nyemil mulu. Tapi, karna menyusui, nggak mungkin dong kita nyemil sembarangan. Kasihan bayinya juga.

Nah, Kukis Almond Oat ini bisa jadi solusi. Nyemilnya dapet. Nutrisinya juga dapet. Kandungan biji-bijiam di dalamnya juga dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Konsumsi ASI Booster jadi lebih menyenangkan.

Mama Bear Kukis Almond Oat



Kukis Almond Oat ini juga dikemas dalam kemasan plastik snack dengan zip-lock di atasnya. Jadi, kalau nggak habis, kita nggak perlu risau lagi. Tinggal tutup lagi zip-locknya. Aman deh.

Kemasan plastiknya ini juga memudahkan kita kalau lagi mau travelling. Biasanya kalau di perjalanan kan suka laper tuh. Nah, bisa banget nyemil-nyemil ini dulu.

Ada 3 varian rasa dari Mama Bear Kukis Almond Oat ini. Ada rasa cokelat chip, rasa cookies and cream, dan rasa kurma. Semuanya enak. Ada rasa gurih dari almondnya dan manis dari bahan lain di kukis ini. Jadinya seru aja makan ini. Dari ketiga rasa ini, saya paling suka yang cokelat chip. Bukan cuma saya sih yang suka, Ghazy juga suka minta kalau saya nyemil ini. 

Ukuran kukisnya juga kecil-kecil. Ini untuk sekali hap aja. Sensasinya jadi nggak kaya makan kukis. Cobain deh. Enak lho rasanya. 

Selain kukis almond oat, Mama Bear juga punya produk-produk lain untuk membantu meningkatkan produksi. Ada teh pelancar ASI, Almond Milk, dan Soya Milk. Semua produknya halal dan sudah tersertifikasi BPOM. Jadi, kita nggak perlu khawatir lagi deh.

Kalau kalian mau cari produk-produk ini, kalian bisa bisa klik mamabear.co.id/links untuk dapatkan link-link pembelian produk-produk ini. Tunggu apa lagi? Cobain yuks.

May 18, 2021

Optimalkan Manfaat Sentuhan dengan Cusson Baby Powder

Cusson Baby Powder


Saya percaya bahwa sentuhan ibu selalu punya kekuatan magis. Ketika saya terbangun karena mimpi buruk, belaian ibu yang mampu menenangkan saya. Ketika saya merasa kesakitan, sentuhan ibu mampu meredam segala rasa sakit yang saya rasakan. Ketika saya khawatir, pelukan ibu mampu menenangkan diri saya.

Setelah, saya jadi ibu, saya baru sadar bahwa ini adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap kita. Ketika anak saya sakit, pelukan saya mampu membuatnya sembuh lebih cepat. Ketika anak saya ketakutan, genggaman tangan saya mampu memberikan keberanian kepadanya.

Apakah hanya ini? Ternyata tidak. Banyak sekali manfaat dari sentuhan yang bisa kita gali lebih dalam. 

Manfaat Sentuhan bagi Bayi

Cusson Baby Powder


Ada fakta menarik yang perlu kita ketahui bersama. Ternyata, sentuhan merupakan elemen fundamental dalam perkembangan bayi. Dari riset yang sudah dilakukan, efek sentuhan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kemampuan berbahasa, kognitif, serta sosial emosional bayi. Bahkan, tidak hanya itu saja, sentuhan juga mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi.

Karena ini juga, banyak ahli yang mulai menyarankan untuk melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada bayi yang baru lahir untuk memaksimal sentuhan antara bayi dan ibu pada awal kehidupannya. Sentuhan yang bayi rasakan ini akan amat berpengaruh pada pertumbuhan lanjutan selama hidupnya. Ini sebabnya, ketika IMD tidak memungkinkan dilakukan oleh ibu, maka ayahlah yang menggantikan proses skin to skin dengan si bayi. 

Sentuhan ini akan membanatu menurunkan hormon kortisol dan menaikkan produksi hormon endorfin dan seratonin. Jadi, jangan heran bila sentuhan mampu membuat kita atau bahkan bayi sekalipun merasa nyaman dan tenang. Bahkan, tidak hanya itu saja, imunitas kita pun meningkat hanya melalui sentuhan.

Cusson Baby Powder



Di dalam tubuh kita terdapat Neurofibre yang banyak terdapat di area belakang kepala, sekitar wajah, dan area perut. Penelitian membuktikan bahwa sentuhan kasih sayang pada area-area ini mampu mengoptimalkan respon dari Neurofibre ini. 

Secara jangka panjang, efek sentuhan ini akan mempengaruhi sistem genetis pada otak. Dengan begitu, ia akan lebih mudaah mengendalikan stress pada tahap-tahap pertumbuhannya.

Pentingnya Hubungan Sentuhan, Produk, dan Wewagian

Sampai sini, kita bisa sama-sama memahami bahwa sentuhan punya banyak sekali manfaat bayi perkembangan bayi. Bahkan, bukan hanya bayi saja, tapi kita yang dewasa pun iya. Manfaat ini akan dapat dioptimalkan lagi dengan pemilihan produk yang berkualitas tinggi. Tekstur pada produk-produk berkualitas tinggi ini yang diharapkan mampi mengoptimalkan rangsangan pada Neurofibre.

Tidak hanya sentuhan saja, ternyata aroma yang menyertai sentuhan pun dapat memberikan efek yang berbeda. Ini kita bisa membandingkan sendiri rasanya dipijat dengan minyak balur yang aromanya macem minyak pijat dengan minyak pijat aroma terapi. Efeknya beda bukan?

Bahkan, beda aroma pun akan memberikan efek yang berbeda. Bukan hanya ketenangan yang didapatkan, tapi mood yang terbangun pun berbeda. Ini semacam Super Additive yang membuat 1+1 bukan 2, tapi menjadi 10. 

Bayangkan, bila ketiga kekuatan ini digabungkan menjadi satu. Produk yang berkualitas, sentuhan serta wewangian yang menyertai. Tentu hasilnya akan jauh lebih optimal lagi.

Cusson Baby Powder, Varian Baru dengan Formula MoodScent

Nah, kini ketiga manfaat sentuhan dan aroma dapat dipadupadankan dengan produk yang berkualitas dari Cusson Baby Powder. Ada tiga varia baru yang Cusson Baby Powder miliki yang telah diformulassikan dengan inovasi MoodScent untuk membantu bayi merasa lebih nyaman dan segar.
  • Aroma MoodScent Sakura menghadirkan mood LOVE yang membantu ayi merasakan sentuhan ibu yang penuh cinta
  • Aroma MoodScent Vanilla menghadirkan mood RELAX yang membantu bayi agar lebih nyaman
  • Aroma MoodScent Berry menghadirkan mood JOY yang membantu bayi lebih ceria
Produk-produk ini semuanya telah diriset oleh para ahli dari tim riset Cussons yang bekerja sama dengan pakar Neuroscience terkemuka, yaitu Profesor Francis McGlone. Dari riset-riset yang telah dilakukan, beliau menemukan bahwa sentuhan dapat mempengaruhi perkembangan otak dan emosi melalui sebuah sistem saraf di dalam kulit bayi yang merespons sentuhan orangtuanya.

"Sentuhan yang lembut tidak hanya dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi, tapi juga membantu mendukung sistem kekebalan, mempengaruhi suasana hati, tingkat stress dan banyak manfaat lain. " - Profesor Francis McGlone, Professor of Neuroscience, Liverpool JM University, UK.
dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, seorang dokter pediatri pun memiliki pendapat yang serupa. Pijatan lembut pada bayi akan meningkatkan rasa keamanan, kenyamanan, serta bonding orangtua dan anak. Apalagi, jika ini ditambahkan dengan penggunaan produk yang terbukti aman dan nyaman.

Cussons Baby Powder baru Sakura, Vanilla, dan Mixed Berry memberi kenyamanan dan kesegaran bagi kulit yang sehat dengan formula yang lembut dan tekstur yang menyenangkan. Kita bisa memilih varian Baby Powder ini sesuai dengan mood yang ingin kita bangun. 

Dan, tidak perlu khawatir lagi. Produk-produk ini semuanya telaha diformulasikan secara tepat dan teruji klinis. Bahkan, semua wewangian yang dikembangkan oleh Cussons telah diciptakan sesuai standar International Fragrance Association (IFRA) di setiap fase perkembangan bayi mulai dari awal kehidupannya hingga anak.

Pengalaman Pakai Cusson Baby Powder Sakura MoodScent


Waktu kecil, hampir setiap hari saya dipakaikan bedak bayi oleh ibu. Bedak yang biasanya dipakai ya Cussons Baby Powder ini. Soal tekstur, dia udah nggak perlu lagi diragukan. Lembuuut banget. Kelihatan banget kalau produknya memang nggak kaleng-kaleng.

Pas tahu kalau Cusson Baby Powder mengeluarkan varian baru, ya makin kepo dong. Katanya sih, wanginya bisa mempengaruhi suasana hati jadi lebih positif lagi. Ada tiga varian yang Cusson keluarkan, tapi saya baru coba yang Sakura MoodScent aja nih.

Teksturnya lembut. Terus bedaknya itu nggak yang ringan banget yang bikin dia mudah terbang dan terhirup. Waktu diaplikasikan di kulit juga nyaman dipakainya. Jangankan bayi, saya aja suka pakainya. Wanginya nih yang juara. Seger banget dan tahan lama.

Cusson Baby Powder


Kalau si kecil abis mandi, pakaikan di area punggung dan perutnya dia. Nggak langsung tuang ke punggung atau perutnya dong. Tuang dulu di tangan, ratain dulu, baru deh diusap-usap lembut. Oya, saya menghindari pemakaian bedak bayi ini di area wajah dan genitalnya biar tetap aman.

Sebenarnya, bukan cuma Ghazy aja sih yang pakai bedak bayi ini. Tapi, saya juga. Kan kalau wangi, mood jadi kejaga lebih baik. Main sama anak jadi nggak gampang keluar tanduk deh.

Kesimpulan


Well, manfaat sentuhan itu buanyak banget. Sentuhan ini tidak hanya dibutuhkan ketika anak-anak masih kecil, tapi bahkan ketika mereka tumbuh makin dewasa, sentuhan tangan kita akan terus berarti untuknya. So, hadirkan sentuhan kasih sayang terbaik untuk buah hati.

Kalau kamu punya cerita menarik tentang sentuhan ini, share di kolom komentar ya..



May 7, 2021

Review Face Care Scarlett Whitening: Acne Series

Scarlett Acne Series


“Abi, mukaku kusem banget ya?”

Ini adalah pertanyaan yang amat sering saya ajukan ke suami pasca melahirkan. Punya anak memang banyak menyita waktu saya. Sampai-sampai urus muka aja nggak sempat. Di sisi lain, produk perawatan wajah yang saya punya juga habis. Jadi, sehari-hari saya hanya menggunakan face wash dan toner saja. Lama kelamaan, kok bitnik hitam di wajah saya jadi muncul lagi ya. Hiks, kesal!

Iya sih, saya nggak kemana-mana juga. Cuma di rumah aja. Mau muka sekusem apa juga nggak akan ada yang komentar. Ketutup filter kamera jahat, selesai. Kembali muda. Tapi, tetap aja. Kalau ngaca tuh maunya tetap kelihatan cantik. 

“Ya udah, beli aja skincare,” biasanya suami akan jawab begini. Apakah itu cukup jadi angin segar? Tidak. Galau lagi saya. Mau beli produk yang mana ya? Saya maunya yang affordable tapi bagus. Dan itu, susah dicari.

Saya jarang banget cocok dengan skincare lokal yang harganya di bawah 100ribu. Semacam tidak nyaman di wajah dan biasanya malah bikin jerawatan. So far, saya cocok dengan skincare dari Korea. Tapi, kalian tahu sendiri kan harganya. Beneran nggak murah. Plus, belum tentu cocok. Mau beli itu mikirnya panjang sekali. 

Sampai akhirnya saya nemu produk perawatan wajah dari Scarlett Whitening. Saya mulai kepo gara-gara kemarin cobain produk body care-nya. Harganya terjangkau, produknya bagus banget. Siapa tahu si Face Care dari Scarlett ini saya cocok juga. Toh, harganya juga terjangkau. Kalau mau coba-coba terus nggak cocok itu nggak nangis juga gegara mahal. Hehehe…


Kenalan dengan Face Care Scarlett Whitening

Saya yakin, kalian sudah tahu kalau Scarlett Whitening ini juga punya produk perawatan wajah. Salah satu yang hits banget adalah serum wajahnya. Ada Acne Serum sama Brightly Serum. Banyak banget orang yang udah review kedua produk ini dan hasilnya juga amazing. Saya lihat juga progress jerawatnya Rachel Venya dengan serumnya Scarlett. Nggak mungkin nggak makin penasaran kalau gini.

Tapi kan saya butuhnya bukan cuma serum aja. Saya butuh semuanya untuk mengembalikan kondisi kulit saya biar tampil glowing dan minim jerawat. Alhamdulillah, Scarlett Whitening sudah punya itu semua. Ada produk perawatan wajah dari Scarlett Whitening, mulai dari Face Wash, Serum, sampai Day/Night Cream.

Produk perawatan wajah dari Scarlett ini ada dua macam.
Acne Series, dengan kemasan warna ungu untuk kulit berjerawat dan beruntusan
Brightly Series, dengan kemasan warna pink untuk mencerahkan wajah

Jujur, saya galau untuk menentukan mana produk yang mau saya coba mengingat wajah saya ini rawan jerawatan. Di sisi lain, saya juga pingin pori-pori saya mengecil, wajah lebih cerah dan tentunya jadi lebih glowing. Setelah baca sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk pakai Acne Series dulu. So, kali ini, saya mau cerita pengalaman saya menggunakan rangkaian Acne Series Scarlett Whitening.

Si Acne Series ini terdiri dari Face Wash, Acne Serum, Acne Day Cream, dan Acne Night Cream. Semuannya sudah saya cobain selama lebih dari satu minggu. Kaya gimana pengalaman saya pakai produk ini, nanti saya share di bawah ya. Tapi, saya mau disclaimer dulu nih. Hasil yang saya dapatkan setelah menggunakan produk ini, belum tentu sama ya. Kalau di saya bagus, di kalian belum tentu. Begitu juga sebaliknya.

Oke, kita langsung aja.

Step 1: Scarlett Brightening Facial Wash

 
Review Scarlett Brightening Facial Wash


Saya bukan penganut aliran double cleansing karena lebih ke nggak mau ribet aja. Jadi, biasanya saya pakai Facial Wash untuk membersihkan wajah. Saya baru akan menggunakan produk lain untuk membersihkan wajah, kalau memang habis kondangan yang memaksa saya agak lebih dandan dikit. So far, selama rajin pakai Facial Wash aja, nggak ada masalah jerawat yang berlebih juga sih. Asalkan, Facial Wash yang saya pakai memang cocok di kulit. Nah, kebetulan banget Facial Wash saya abis. Jadi, mumpung lagi cobain Acne Series Scarlett Whitening, saya cobain aja si Facial Wash-nya sekalian.

Scarlett Brightening Facial Wash ini dikemas dalam kemasan botol bening berbentuk tabung. Tutupnya flip flop seperti kemasan Facial Wash pada umumnya. Kemasan ini kemudian dibungkus sama box karton yang membuat produk ini tampak mahal. Padahal, harganya cuma Rp 75.000,- saja untuk Facial Wash dengan ukuran 100ml. 

Bukan cuma kemasannya yang apik, tapi isi dari Facial Wash ini juga menarik. Warnanya bening. Di dalamnya ada bubble kecil-kecil, butiran halus berwarna merah dan semacam kuntum-kuntum bunga mawar. Saya nggak ngerti ini apa, tapi pastinya ini bukan mawar betulan. Kalau saya remas, ini lebih seperti jelly gitu tekstur kuntum mawarnya. Keseluruhan dari kemasan botol hingga tekstur Facial Wash yang terpampang nyata dari botolnya ini yang bikin dia kelihatan cantik banget.

 
Review Scarlett Brightening Facial Wash


Menurut klaim produknya, Facial Wash ini mengandung Glutathione, Aloevera, Rose Petal, serta Vitamin E yang memiliki manfaat:
  • Mencerahkan kulit 
  • Mengecilkan pori-pori
  • Mengurangi kerutan di wajah
  • Mengatasi warna kulit yang tidak merata

Aman nggak sih Facial Wash ini?

Saya coba cek keamanan produk ini melalui SkinCarisma. Secara umum, produk ini sudah Paraben-Free, EU Allergen-Free, Sulfate-Free, Fungal Acne (Malassezia) Safe, Alcohol-Free, dan Minimal Ingedients. Produk ini juga aman untuk digunakan. 

Scarlett Brightening Facial Wash

Kalau masih ragu, kalian juga bisa cek keamanan produk ini melalui BPOM. Nomor registrasi BPOM-nya sudah tercetak di box kemasannya. Jadi, kalian tinggal cek aja melalui cekbpom.pom.go.id. Saya sudah cek dan ini hasilnya.

BPOM Scarlett Brightening Facial Wash


Cara pakai Facial Wash Scarlett cukup mudah kok. Ini sama aja kaya pakai Facial Wash biasanya. Kita tinggal tuang secukupnya ke telapak tangan. Lalu, usapkan secara merata ke seluruh area wajah dan bilas. Untuk hasil yang maksimal, disarankan untuk menggunakan produk ini secara rutin dua kali sehari, yaitu pagi dan malam.

So far, saya suka dengan Facial Wash ini. Dia nggak terlalu bikin kulit kering setelah pemakaiannya. Ada bulir-bulir semacam scrub di dalamnya, tapi ini sama sekali tidak menyakiti kulit dan membuatnya kering. Kalau dipakai, dia juga tidak terlalu berbusa. Untuk beberapa orang, minim busa ini memang kaya nggak bikin lega gitu. Tapi, kalau kamu tidak masalah atau bahkan suka dengan busa yang minimalis, produk ini oke banget.

Step 2: Scarlett Acne Serum


Scarlett Acne Serum


Setelah pakai Facial Wash, biasanya saya lanjutkan pakai toner dulu. Baru deh pakai serum.

Sejujurnya, saya tuh jarang banget pakai serum. Kenapa? Karena harganya mahal. Saya baru beli serum kalau wajah saya lagi breakout gitu. Tapi, kalau ini sih nggak perlu nunggu breakout dulu sih. Karena harganya yang super terjangkau. Seperti biasa, cuma Rp 75.000,- aja.  

Kemasannya kecil seperti serum pada umumnya. Dia dikemas dalam botol kaca berukuran 15ml dengan tutup pipet yang memudahkan kita untuk ambil serumnya. Kemudian si botol kaca ini dimasukkan dalam box yang didalamnya udah ada plastik mika yang berfungsi untuk menahan si botol kaca ini. 

Di bagian bawah box dan botol ada keterangan expired date dari serum ini. Meski demikian, kalau serum ini sudah dibuka, dia cuma bisa tahan selama 6 bulan saja. Kalau kalian rajin pakai serum dua kali sehari, nggak sampai 6 bulan juga udah habis. Selain keterangan expired date, di box-nya juga ada hologram scarlett dengan serial number untuk mengecek keaslian produk melalui website resmi Scarlett dan tentunya nomor registrasi BPOM.

 
Scarlett Acne Serum

 
Scarlett Acne Serum ini merupakan 99,9% Oil-free Face Serum yang diformulasikan untuk mengurangi jerawat dan breakout pada wajah. Di dalamnya, ada kandungan Tea Tree Water, Salicylic Water dan Liquorice yang memang bermanfaat untuk 
  • Mengecilkan pori-pori 
  • Meratakan warna kulit wajah 
  • Mengurangi jerawat serta mencegah breakout pada wajah 

Nah, kalau dicek lebih detail lagi ingredient yang ada di dalamnya, ternyata Acne Serum ini bukan hanya ampuh untuk melawan jerawat tapi juga bisa mencerahkan wajah, menyamarkan bekas jerawat, serta untuk anti-aging. Terlebih lagi, produk ini bebas Paraben, Sulfate, Alcohil, Silicone, EU Allergen. Lebih detailnya, bisa dicek di SkinCarisma ya.

Scarlett Acne Serum

Kalau saya sih yang bikin lebih mantap untuk pakai produk ini tentunya karena dia sudah terdaftar di BPOM. Jadi, jaminan keamanannya udah bener-bener jelas. Saya beneran cek lho di BPOM seperti ini.

 
Scarlett Acne Serum


Serum ini berwarna bening. Teksturnnya cair banget. Kalau mengaplikasikan serum ini di muka harus cepat-cepat diratakan. Kalau nggak, dia akan ndlewer (Duh, apa sih ini Bahasa Indonesianya). 

Cara pakainya mudah. Kita tinggal tetesin 2-3 tetes serum ke wajah langsung atau tangan dulu boleh. Setelah itu, tinggal diratain aja ke kulit wajah dan tunggu sampai serum menyerap ke kulit secara sempurna. Dia sama sekali nggak lengket dan cepet banget menyerap ke kulit wajah. Kalau mau lebih cepat lagi, biasanya saya kipas-kipas aja. Hehehe..

Step 3: Scarlett Acne Day/Night Cream

 
 
Scarlett Acne Night Cream

Scarlett Acne Day Cream


Setelah pakai serum, kita bisa lanjut ke step ketiga yaitu Cream. Ini termasuk produk barunya Scarlett. Review-nya memang belum sebanyak si serum. Tapi, kalau melihat bagaimana performa produk-produk Scarlett yang lain, saya yakin orang juga nungguin produk ini. Bahkan setelah ada cream-nya, saya nungguin kapan ada toner-nya. Saya anak toner banget soalnya.

Acne Day Cream dan Night Cream, ini bukan cuma kapan waktu pakainya aja yang beda, tapi dari segi bahan hingga teksturnya beda. Persamaan di keduanya ada di kemasannya saja. Keduanya dikemas dalam pot cream dari kaca berukuran 20 gr dan tutup plastik warna putih. Kalau dibuka, krimnya masih ketutup sama tutup lain di bagian dalam. Semuanya dikemas lagi dalam kemasan box karton yang apik. Sama seperti serum, di bagian dalam box masih ada mika plastik yang berfungsi untuk menahan pot cream dari goncangan.

Expired date dari kedua produk ini bisa kalian cek di bagian bawah pot maupun boxnya. Begitu juga dengan nomor registrasi BPOM-nya. Sementara itu, untuk hologram Scarlett dengan serial number di bawahnya, ini cuma ada di box kartonnya aja.

Tekstur dari kedua krim ini sebetulnya lumayan mirip. Warnanya juga sama-sama putih. Hanya saja, Day Cream-nya lebih kental dibandingkan dengan si Night Cream-nya. Kalau diaplikasikan ke wajah, si Night Cream ini terasa lebih ringan. Mungkin karena ini untuk malam hari kali ya. Jadinya dibikin senyaman mungkin kaya nggak pakai cream.

 
Tekstur Scarlett Acne Day and Night Cream


Aromanya juga beda ya. Iyalah, bahannya aja beda. Aroma Si Night Cream ini lebih kuat dibanding Day Cream-nya. Kalau saya lagi pakai Night Cream kaya ada aroma rempah yang menyeruak gitu. Ini nggak terlalu kerasa kalau pakai Day Cream

Nah, sekarang kita bahas ingredient di dalamnya ya.

Acne Day Cream ini mengandung Double Action Salicylic Acid, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Natural Vit-C, Triceramide, dan Aqua Peptide Glow yang memiliki manfaat:
membantu menghilangkan jerawat serta mencegahnya muncul Kembali
melembabkan kulit
membantu kulit tampak lebih cerah dan sehat
mengurangi kerutan dan tanda-tanda penuaan
sebagai antioksidan dan melindungi sel kulit dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV
mencerahkan wajah

 
Scarlett Acne Day Cream


Sedangkan Acne Night Cream-nya mengandung CM Acnatu Squalane, Hexapeptide-8, Triceramide, Plreaway, Natural Vit-C, dan Aqua Peptide Glow yang memiliki manfaat:
sebagai anti bakteri dan inflamasi alami yang dapat membantu melawan penyebab jerawat
membantu mengurangi kemerahan dan bengkak
mengurangi kerutan di wajah
membantu menyatukan kulit dengan lapisan pelindungnya dan membatasi hilangnya kelembapan kulit
membantu mengecilkan pori-pori di wajah
sebagai antioksidan dan melindungi sel-sel kulit dari radikal bebas yang merusak akibat paparan sinar UV

Scarlett Acne Night Cream


Oya, semua bahan yang ada di dalam kedua cream ini aman ya. Buat kita yang awam banget soal komposisi bahan gini. Mari kita percayakan pada BPOM saja. Di setiap kemasannya sudah tercantum kok nomor registrasi BPOM-nya. Jadi, kita bisa cek langsung ke web resmi BPOM biar makin yakin.

 
Scarlett Acne Day/Night Cream

Scarlett Acne Day/Night Cream

 

Harganya berapa? Sama seperti produk Scarlett yang lain, Rp 75.000,- saja untuk masing-masing cream-nya. Ini murah banget untuk hasil 
 

Hasil Pemakaian Scarlett Acne Series

Baik, kita sudah sampai di penghujung review. Seperti yang sudah saya sebutkan, saya sudah pakai produk ini lebih dari seminggu. Kurang lebih 10 hari lah ya. Sebelumnya, kulit wajah saya kusam, berminyak, pori-pori gedhe, beruntusan di area dahi, komedo juga banyak banget, dan ada jerawat di kelopak mata dan dahi. Dan, setelah pakai produk ini, jerawat yang ada di kelopak mata menghilang. Sementara itu, jerawat yang ada di dahi mulai mongering. Udah tinggal dikiiit lagi sembuh. Di luar itu, kulit wajah saya jadi terasa lembab, nggak berminyak, dan kelihatan lebih glowing.

Mohon dibedakan antara glowing dan minyakan ya. Kalau dari kamera memang nggak kelihatan, sama-sama mengkilapnya memang. Tapi, ini kalau disentuh sama sekali nggak ada minyak. Padahal, kulit saya ini cenderung berminyak banget. 

Scarlet Acne Series

 
Ini hasil progress kulit saya, sebelum dan sesudah pemakaian rangkaian produk Acne Series. Nggak terlalu kelihatan memang. Tapi untuk hasil yang sejauh ini sudah saya rasakan, ini pasti dilanjutin sih. Bahkan, kalau habis ya bakal repurchased lagi. 

Kalau kalian mau cobain rangkaian Face Care dari Scarlett seperti saya, kalian bisa order produk ini melalui:
Whatsapp 0877-0035-3000
Line @scarlett_whitening

Apr 14, 2021

Review Scarlett Whitening, Aman Nggak Sih untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

scarlett whitening


 
Siapa sih yang nggak tahu Scarlett Whitening? Udah banyak banget seleb dan influencer yang review produk Body Care satu ini. Kalau lagi blog walking ke blog teman, review produk ini juga sering nangkring di blog mereka. Dan, kalau baca review-review mereka, nggak mungkin nggak penasaran sama produknya.

Sayangnya, karena lagi menyusui, saya agak maju mundur nih cobain Body Care dari Scarlett Whitening. Pertanyaan yang bergelayut dalam benak saya sama dengan banyak ibu menyusui lain.

"Aman nggak sih untuk ibu menyusui?"

So, kali ini saya akan bahas semuanya di sini. Check this out!

Scarlett Whitening, Body Care yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui


Saya yakin bukan hanya saya yang kepo soal ini. Pasti banyak banget ibu hamil dan menyusui yang pingin cobain juga, tapi galau karna nggak tahu keamanannya. Saya pun demikian.

So, biar tidak galau berkepanjangan, saya coba cari tahu dulu produk ini. Apakah produk-produk Scarlett Whitening teregistrasi di BPOM? Apakah sudah halal dipakai? Dan yang paling penting, aman nggak sih dipakai oleh ibu hamil dan menyusui seperti saya.

Alhamdulillah, saya udah nemu jawabannya satu  per satu. 

Pertama, Scarlett Whitening ini sudah terdaftar di BPOM. Jadi, produknya memang sudah aman untuk digunakan secara masal. Nomor-nomor BPOM dari tiap produk juga sudah tertera dalam kemasan. Kalau kamu masih nggak yakin nih, boleh banget untuk cek di website resmi BPOM untuk memastikan keamanan produk-produknya.

 
bpom scarlett whitening


Kedua, Scarlett Whitening juga sudah punya sertifikasi halal MUI. Jadi, kita nggak perlu lagi risau dengan kehalalannya. Again, kalau kamu masih belum yakin juga, kamu bisa cek langsung di halalmui.org. Kamu bisa search berdasarkan nama produk, produsen, atau nomor sertifikatnya langsung. Biar makin yakin gitu.

scarlett whitening halal


Nah, terus gimana? Aman nggak untuk ibu hamil dan menyusui?

Alhamdulillah, produk-produk Body Care dari Scarlett ini memiliki kandungan bahan yang memang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Jadi, kalau kamu sedang hamil atau menyusui seperti saya, jangan khawatir lagi untuk mencobanya ya.

Review Scarlett Whitening


Setelah yakin kalau produk-produk Scarlett ini aman, mari kita bahas satu per satu. Scarlett Whitening punya tiga rangkaian perawatan tubuh. Ada Body Scrub, Shower Scrub dan Body Lotion. Saya sendiri sudah coba semua rangkaian perawatan tubuhnya. Meskipun, belum semua variannya.

Jadi, kali ini saya mau share pengalaman saya menggunakan produk-produk Scarlett Whitening. Sebelum saya share pengalaman dalam menggunakan produk-produk tersebut, saya mau disclaimer dulu. Manfaat yang saya rasakan dalam penggunaan produk-produk ini, bisa jadi berbeda bila dirasakan oleh orang lain. Jadi, kalau hasil yang saya dapatkan begini, belum tentu nanti kamu akan merasakan hasil yang sama.

Scarlett Body Scrub Romansa

Scarlett body scrub romansa


Ini adalah rangkaian perawatan tubuh pertama dari Scarlett yang saya punya, Romansa. Kalau kamu pingin merasakan sensasi yang maksimal, coba deh mengawali ritual perawatan tubuh dengan si Body Scrub ini. 

Scarlett Body Scrub ini dikemas dalam kemasan tube seperti Body Scrub pada umumnya. Ada segel plastik hologram bertuliskan SCARLETT yang membuat produknya aman dan tidak tumpah-tumpah. Selain segel plastik ini, di bagian tube-nya juga ada hologram lain bertuliskan SCARLETT yang di bawahnya ada serial number-nya. Hologram yang di samping kemasan ini berfungsi untuk cek keaslian produk. Apakah benar nomor yang tertulis di sana memang terdaftar sebagai produk aslinya Scarlett atau bukan.

Warna Body Scrub ini putih susu. Di dalamnya ada  butiran-butiran scrub yang halus banget. Kalau Body Scrub ini dipakai nggak sakit sama sekali, tapi ada sensasi scrubnya. Ini sama sekali nggak bikin kulit iritasi.

Kalau soal wangi, ini juara sih. Scarlett Body Scrub ini bikin ritual scrubbing jadi super menenangkan. Gimana ya jelasinnya. Dia wangi, tapi nggak yang nyengat gitu lho. 

 
Scarlett body scrub romansa


Hal yang paling bikin happy adalah efek sesudah scrubbing. Wow, kulit jadi halus banget. Rasanya jadi pingin elus-elus diri sendiri. Plus, jadi pingin ndusel sama suami.

"Mas, sentuh aku. Sentuh aku."

Wkwkwkwk...

Cara pakainya mudah banget. Kamu tinggal gosokkan Body Scrub ke seluruh tubuh. Lalu, diamkan selama 2-3 menit. Setelah itu, kamu bisa gosok lagi perlahan dan bilas dengan air bersih.

Sedikit tips untuk buibu yang punya batita di rumah. Saya tahu, ritual mandi yang nikmat itu memang susah ya kalau punya anak kecil di rumah. Jadi, kamu bisa lakukan scrubbing ini saat mandi. Setelah Body Scrub selesai digosok-gosokkan ke seluruh tubuh, sembari mendiamkan Body Scrub ini supaya bekerja secara sempurna, kamu bisa gosok gigi dulu.

Meski suka banget sama wanginya, teksturnya, tapi saya nggak pakai produk ini setiap hari. Iyalah, namanya juga scrub. Saya hanya pakai produk ini seminggu sekali saja. Terus, kalau abis pakai ini tuh mood bener-bener jadi keangkat banget. Ya karna wanginya, ya karna kulit yang jadi alus banget kaya kulit bayi.

Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante

Scarlett Brightening Shower Scrub


Ah, ini! Nggak ngerti lagi gimana jelasinnya. Pastinya, secinta itu sama produk yang satu ini. Teksturnya lembut banget. Meski judulnya adalah Shower Scrub. Tapi, dia nggak yang ngeres gitu lho kalau dipakai. Sensasi scrubnya masih ada, tapi ini jauh lebih lembut dibanding yang Body Scrub. Bahkan lebih lembut dari Shower Scrub yang pernah saya pakai sebelumnya.

Selain tekstur, hal lain yang saya suka ya wanginya. Aromanya itu selalu mengingatkan saya sama aroma permen bubble gum. Lucu aja gitu.

Produk ini dikemas dalam botol yang mirip banget kaya botol-botol minuman kemasan. Ini unik sih. tutup kemasannya berwarna putih dengan model flip-flop yang kuat. Ada emboss tulisan SCARLETT juga di atas tutupnya.

Warna sabunnya juga eye catching. Di dalam sabunnya, ada scrub yang bentuknya kaya glitter gitu. Scrub ini lho yang tadi saya bilang nggak ngeres kalau dipakai mandi itu. Tapi, dia bisa banget membantu membersihkan tubuh.

Sama seperti Body Scrubnya, di kemasan Shower Scrub ini juga sudah dilengkapi hologram Scarlett dengan kode di bawahnya untuk memastikan keaslian produk. Selain itu, ada juga logo halal MUI dan nomor registrasi BPOM-nya juga.

Kalau si Body Scrub saya pakai seminggu sekali, Shower Scrub ini saya pakai di setiap mandi. Iya, sesuka itu sama Shower Scrub yang satu ini. Jarang-jarang lho saya suka sama Shower Scrub. Biasanya, kalau abis pakai Shower Scrub, kulit jadi terasa lebih kering dari biasanya. Tapi, ini nggak. Dia lembab, tapi nggak licin gitu ketika dibilas pakai air. Setelah pakai, wanginya juga masih nempel, tapi nggak yang nyengat banget. 

Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy

Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy


Waktu produk ini sampai di rumah, saya langsung jatuh hati sama kemasannya. Pertama, dia pakai pump yang memudahkan kita kalau mau pakai produk ini. Jadi nggak repot ketok-ketokin produk dulu biar gampang keluar. Kita tinggal pencet aja, terus keluar deh Body Lotionnya.

Kedua, ada fitur lock di pump-nya. Kita tinggal puter aja, terus ketutup deh produknya. Ini memudahkan banget kalau kita mau traveling. Jadi nggak repot pindah-pindahin ke botol lain dulu. Selain itu, ada penguncinya juga yang bikin kemasannya makin aman untuk dibawa ke mana saja.

Selain kemasan, hal lain yang saya suka ya wanginya. Kalau kalian pernah pakai parfum Jo Malone English Pear Freesia Eau De Cologne. Pakai ini tuh udah kaya pakai parfum. Biarpun sehari-hari di rumah aja, ternyata kalau badan wangi tuh ngaruh banget lho ke mood kita.

Warna produknya kuning pastel. Teksturnya lembut. Ketika dioleskan ke kulit, dia juga mudah banget meresap. Tidak lengket, tapi juga tidak terasa licin. Meski begitu, efek melembabkannya tetap terasa. Ini agak sulit digambarkan karna memang beda dari Body Lotion lain yang pernah saya coba. 

Saya biasa pakai Body Lotion ini, setelah mandi. Ketika kulit masih lembab, saya langsung timpa dengan Body Lotion ini. Jadi, nggak nunggu bener-bener kering baru dikasih lotion. Setelah pakai Body Lotion ini nih yang saya suka. Badan bisa wangi seharian dan terasa lebih kenyal

Body Care Scarlett Whitening, Beneran Bikin Putih?

Judulnya memang whitening. Mestinya, dia punya efek mencerahkan. Tapi, karena kulit saya dari sananya sudah cerah, ditambah lagi selama hampir dua tahun terakhir saya jarang banget motoran keluar rumah, ya nggak ada gosong-gosongnya sama sekali.

Saya sudah pakai produk ini tiap hari selama seminggu terakhir. Selain kulit terasa lembab dan halus, saya tidak melihat perubahan di warna kulit saya. But, it's okay! Saya memang tidak mencari produk pencerah kulit.

Again, efek yang saya alami bisa jadi beda kalau diaplikasikan ke orang lain. Apalagi orang tersebut punya intensitas terpapar sinar matahari lebih sering dari saya. Sebelum membandingkan sendiri, saya juga lihat before after dari review orang lain. Dan, hasilnya memang beda bahkan setelah pemakaian produknya. Jadi, kalau kamu penasaran banget apakah Body Care Scarlett Whitening ini bisa bikin putih atau nggak silakan coba sendiri. 

Hati-Hati Scarlett Whitening Palsu!


Baik itu Body Scrub, Shower Scrub, sampai Body Lotion Scarlett, semuanya mengandung Gluthathione dan Vitamin E yang berfungsi untuk mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit. Jadi, kalau setelah pemakaian kulit saya terasa lembab dan ternutrisi, ini karena kedua kandungan ini. Sayangnya, efek ini akan jadi berbeda kalau produk yang dibeli adalah produk palsu.

Memangnya ada palsunya?

Sedihnya, ada. Padahal, harga produk ini cukup affordable lho. Harga satuan produknya itu cuma Rp 75.000,- saja. Terus, ada paket hematnya pula. Harganya cuma Rp 300.000,- dan kamu akan dapat 5 item di dalamnya. Plus, exclusive gift. Kurang apa coba?

Mungkin karena produk ini segitu hype-nya, jadi ada aja orang-orang jahat yang memanfaatkan kekepoan orang-orang terhadap produk ini dengan menjual barang palsu. Ini ngeri banget kalau sampai kita pakai. Scarlett sendiri sudah amat sangat menjaga kualitas produknya. Semua produknya sudah terdaftar di BPOM dan halal MUI. Selain itu, dia juga no tested animals. 

Kalau versi palsu? Ya belum tentu produknya aman. Ngerinya lagi kalau mereka mencampurkan bahan-bahan yang berbahaya di kulit. 

Tapi, kita nggak perlu khawatir. Scarlett sudah mengantisipasi hal ini. That's why, di setiap kemasan produk Scarlett ada hologram Scarlett yang di bawahnya ada serial kode. Kita bisa cek keaslian produk yang sudah kita beli di website resmi Scarlett Whitening. Kita tinggal isi data lengkap kita. Lalu, masukkan serial kode yang tertera dalam kemasan. Kalau produk yang kita beli ini asli, maka akan keluar notifikasi seperti ini.

serial number scarlett


Kalau kamu ngeri-ngeri sedap, terus takut ketipu dengan produk palsu. Kamu bisa langsung beli produk-produk Scarlett Whitening di official store-nya langsung. Bisa DM Instagram @scarlett_whitening maupun beli di Shopee Scarlett Whitening Official Store

Kesimpulan

Baik, kita udah sampai ke kesimpulannya. So far, saya suka banget sama semua produk Body Care dari Scarlett Whitening. Meskipun, efek mencerahkan yang menjadi keunggulan produk ini nggak terlalu kerasa di saya, tapi ada banyak banget manfaat yang saya dapatkan dari produk ini. Ya wanginya, ya segernya, ya teksturnya yang nyaman di kulit, sampai ke kondisi kulit setelah pemakaian produk ini.

Kalau ditanya apakah saya akan repurchase atau tidak, jawabannya iya banget. Manfaatnya oke banget. Harganya affordable. So, why not?

Mar 29, 2021

Tidak Semua Orang Bisa Bilang Maaf

maaf


Kapan hari, saya marah sama suami. Alasannya sepele, gara-gara dia tidur di pagi hari. Kita tahu ya, hawa-hawa pagi emang bikin ngantuk. Paling sedep kalau abis Sholat Subuh tuh tidur lagi. Tapi, ini kan kita bukan jomblo yang hidup sendiri lagi. Ada banyak hal yang harus disiapkan di pagi hari.

Belum ini, belum itu. Ghazy rewel dan maunya sama Ummi. Suami tidak berusaha bangun dan mengambil alih Ghazy. Masih bersikekeuh kalau Ghazy minta nenen. Padahal, bukan.

Pagi itu Ghazy rewel karna lihat HP. Belum mandi, belum makan, minta nonton YouTube. Oya tentu tydak. Ini yang bikin dia tantrum pagi-pagi.

Saya kesal bukan main sama suami yang diam aja di kasur. Tidak berusaha membantu dan terus nyuruh saya untuk kasih Ghazy ASI. Bahkan, dia ikut-ikutan kesal karna tidurnya terganggu.

Wow, sungguh suasana pagi yang menyulut emosi, saudara-saudara.

Singkat cerita, saya taruh Ghazy di kasur. Saya pasang pagar pembatas kasur. Lalu, saya pergi ke dapur. 

Biasanya, saya akan memutar podcast atau nonton streaming apapun dari YouTube, VIU, atau kelas online. Tapi, pagi itu tidak. Saya terlalu marah sampai enggan memilih playlist. Dalam kepala saya berkecamuk aneka rupa omelan.

Hari itu, saya putuskan untuk diam. Saya abaikan suami saya. Tak ada chat, video call, bahkan saya menolak disentuh. Saya bilang kalau saya kesal dengannya.

Besoknya, masih tidur lagi pagi-pagi. Wow, anak sultan apa gimana nih?

"Nggak usah pulang kalau mau tidur pagi-pagi! Tidur aja di kantor sana!"

Tidak cukup dengan hardikan semacam itu. Pintu saya banting. Mainan Ghazy yang di lantai saya tendang-tendang. Terakhir, saya masuk ke kamar dan kamar saya kunci.

Saya super kesal dengan suami saya. Bukannya minta maaf, malah membuat saya makin kesal. Sepertinya, tidurnya jadi tak nyenyak karna saya marah-marah. Suami saya akhirnya bangun dan pergi ke dapur. Saya tidak tahu persis apa yang suami saya lakukan. Males aja nengok.

Rasa kesal, membuat saya enggan membukakannya pintu ketika akan pergi ke kantor. Saya abaikan pamitnya. Saya tak berusaha menjelaskan ke Ghazy kalau abinya mau berangkat ke kantor. Jadi, pagi itu dia berangkat tanpa salam dan salim dari kami. Bahkan, Ghazy cuma nengok aja karna lagi asyik nonton YouTube.

Amarah saya mencair ketika saya masuk ke dapur. Cucian piring tak ada. Nasi sudah matang. Dapur aman terkendali. Saya dan Ghazy tinggal makan siang tanpa harus riweh lagi siapkan ini itu. Mungkin, itu cara dia untuk bilang maaf.

Kata Maaf yang Tak Terucap

maaf


Saya jadi teringat masa ta'aruf dengan suami. Kami pernah bersitegang karna suatu hal. Kali itu, saya yang salah. Saya akhirnya meminta maaf ke suami (dulu masih calon). 

"Kenapa minta maaf?"

Berjalannya pernikahan, saya baru menyadari bahwa ada kata yang hilang dari kamus hidupnya. Maaf. Suami saya sulit sekali bilang maaf.

Jujur, ini jadi PR ketika Ghazy sudah ada di tengah-tengah kami. Bagaimana caranya saya mengajari dia kata maaf, kalau suami saya saja enggan mengakui kesalahannya.

Pernah satu kali, saya sampai berkali-kali minta suami saya minta maaf ke Ghazy karna satu hal. Ghazy marah sampai menangis sesenggukan karna abinya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan saat itu. Tangisnya bahkan tak kunjung reda meski sudah saya gendong. Dia akhirnya tenang ketika akhirnya Abi meminta maaf ke Ghazy.

Saya sempat mempertanyakan hal ini dalam benak saya sendiri. Kenapa dia begitu sulit meminta maaf. Tapi, akhirnya saya temukan sendiri jawabannya.

Pola asuh!

Ini saya temukan ketika saya dan suami berkonflik dengan ibu mertua. Suami sudah menjelaskan dasar apa yang kami pakai. Kami sampaikan bahwa beliau keliru. Tapi, kata-kata yang keluar justru pembelaan yang makin tak masuk akal. Bahkan, bukan hanya itu. Aneka rupa kesalahan masa lalu ikut diungkit.

Kalau sudah begitu, suami saya kesal sendiri. Kebetulan, ibu mertua tidak pernah memarahi saya langsung. Tapi, dia sengaja mengeraskan suaranya agar saya dengar. Jadilah, suami saya yang terasa terus-terusan dipojokkan.

Dalam satu sesi obrolan, suami saya bilang, "ya gitu itu ibu. Kadang mikirnga agak konyol. Udah jelas-jelas salah, tapi masih aja kasih alasan yang nggak masuk akal. Aku kalau Ibu udah gitu, males deh."

Ini cukup jadi kuncian kenapa suami saya suliiit sekali minta maaf. Dia tak terbiasa diajari untuk mengakui kesalahan. Dia tak terbiasa untuk menerima kesalahan dan mengungkapkan hal itu. Kalau hari ini, pasangan kalian atau orang terdekat lain sulit meminta maaf, coba tengok orangtuanya. Bagaimana dia bisa diperlakukan oleh orangtuanya, itu akan punya dampak tersendiri.

Bentuk Lain dari Maaf

maaf


Mudah tidaknya seseorang untuk meminta maaf itu dipengaruhi oleh pola asuh yang dulunya dia terima. Saya yakin, tidak ada orangtua yang tidak pernah mengajari anaknya untuk minta maaf ketika dia salah. Sayangnya, sikap orangtua itu sendiri yang mau dianggap selalu benar, tidak mau mengalah, sulit mendengarkan apa yang disampaikan anaknya, dan lain sebagainya yang membuat anak itu sendiri tidak punya gambaran yang jelas tentang bagaimana cara meminta maaf.

Gengsi yang tinggi dari orangtua akhirnya nurun ke anaknya. Kata maaf jadi sulit sekali terdengar dari lisannya. Tak peduli bagaimana gejolak yang ada dalam dada.

Tapi, tak bisa menyampaikan melalui lisan, bukan berarti tidak bisa menunjukkan dengan hal lain. Ada lho orang-orang yang memang nggak bisa bilang maaf, tapi kemudian dia wujudkan melalui hal lain untuk memperbaiki keadaan. Contohnya, apa yang suami saya lakukan ke saya setelah saya marah dalam diam.

Jadi, kalau hingga hari ini, pasangan kalian kaya susah banget minta maaf, coba deh cek hal lain. Mungkin kata maaf itu sudah diganti dalam bentuk yang lain. Entah itu hadiah atau sikap-sikap manisnya. Kalau bukan keduanya juga, mungkin dia sedang membenahi kesalahan yang dia lakukan pelan-pelan. Berusaha menghapus kesal kita dengan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. Berubah menjadi lebih baik lagi.

Kalau begini, haruskah kita memaksa kata maaf terucap dari lisannya?

Saya rasa tidak perlu. Apalagi kalau itu justru akan memicu konflik-konflik lain. Pasangan kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kekurangan. Luka pengasuhan yang dulu dia terima bisa jadi membentuk dirinya menjadi sosok seperti hari ini. Kita, sebagai pasangan, mestinya tak perlu membuat luka itu menganga lagi. Justru, sebisa mungkin bantu dia untuk mengobati lukanya. Bertumbuh bersama menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

Bukankah Allah memang pasangkan kita dengannya untuk saling melengkapi?

Penutup

Menyebalkan memang ketika ada orang lain yang membuat kita kesal lalu pergi begitu saja tanpa ada kata maaf darinya. Menyebalkan ketika dia sudah tahu kita kesal, tapi seolah tidak pernah terjadi apapun. Tapi, coba lihat lebih dalam lagi. Jangan-jangan ada alasan kenapa dia sulit sekali meminta maaf. Alih-alih meminta dipahami dan berakhir kesal sendiri, coba tengok dari sudut pandang yang berbeda. Siapa tahu dari sana kita bisa mendapatkan pemakluman atas segala kekurangan yang orang ini miliki.

Mar 22, 2021

Memaafkan itu (Memang) Butuh Proses

memaafkan


"Udah, nggak usah diinget-inget," gitu kata Pak Su.

Mmm... Gimana ya. Maunya sih nggak diingat-ingat. Tapi keinget terus. Gimana dong?

Tahun 2021 ini kebetulan saya dapat konflik baru yang lumayan bikin oleng. Hampir tiap hari batin saya itu menggerutu dan ngomong judes ke orang yang menyakiti saya. Tapi, itu cuma dalam hati. Saya tidak menyampaikannya langsung.

Kenapa?

Ya ngapain? Kata-kata yang disampaikan dalam kondisi marah amat sangat memungkinkan untuk menyakiti orang lain. Dan, saya nggak mau seperti itu. Kalau saya lakukan, artinya, saya sama aja sama dia.

Di sisi lain, menyakiti orang lain juga akan punya dampak ke diri sendiri. Hari ini, ketika saya nulis ini saja, kondisi saya belum sepenuhnya pulih. Betapa bodohnya diri ini kalau membuat luka baru di tempat yang lain. Bertingkah layaknya korban, tapi di sisi lain saya mempertahankan belati itu untuk terus menyakiti diri sendiri.

Memaafkan Adalah Bentuk Mencintai Diri Sendiri

mencintai diri


Sejak saya menulis tentang toxic parents, saya banyak menerima email curhatan dari banyak anak yang mendapati perlakuan tidak menyenangkan dari orangtuanya. Ada yang berusaha untuk memaafkan diri sendiri. Ada yang berusaha untuk tetap berbuat baik dengan orangtuanya. Ada juga yang merasa bahwa dirinya terlalu baik untuk memaafkan mereka, mengingat segala bentuk kekerasan yang sudah dia terima.

Saya tidak bilang bahwa proses memaafkan itu mudah. Saya sendiri butuh proses panjang untuk akhirnya bisa memaafkan orangtua saya dan memaklumi mereka. Bahkan, menerima kehadiran mereka lagi. 

Iya, saya pernah ada di fase sama sekali tidak ingin bertemu mereka. Fase terparah adalah saya mulai mempertanyakan diri saya apakah saya akan lebih bahagia ketika mereka tidak ada. 

Sayangnya, semakin saya berharap mereka menghilang dari kehidupan saya, saya justru yang semakin terluka. Saya jadi jauh lebih sensitif ketika kontak dengan mereka. Bahkan, saya sering sekali mengalami psikosomatis. Sakit yang nggak jelas.

Saya bahkan tidak berharap orangtua saya ada di samping saya ketika saya melahirkan. Saya justru takut mereka semakin membebani pikiran saya ketika saya melahirkan Ghazy. Saya enggan disalah-salahkan dalam moment yang krusial dalam hidup saya.

Tapi, Allah punya rencana lain. Justru itu yang menjadi titik balik agar kata maaf terucap dari bibir saya. Agar kedua belah pihak mau sedikit menurunkan egonya dan memahami satu sama lain.

Hubungan kami tidak langsung membaik, tapi kehadiran Ghazy memang bisa menjadi pencair suasana di antara kami. Perlahan, rasa sakit atas segala hal yang orangtua saya lakukan, menghilang. Semua berubah menjadi pemakluman. 

Apa rasanya? Saya merasa hidup saya lebih enteng.

Dari apa yang saya alami, saya belajar bahwa ternyata maaf itu bukan untuk siapa-siapa. Ketika kita memaafkan orang lain, bukan berarti kita terlalu baik untuk mereka. Tapi, ini murni untuk diri sendiri. Menjaga diri sendiri agar pikiran bisa tetap sehat dan jauh dari penyakit hati.

Belajar Memaafkan dari Kisah Nabi Yusuf

memaafkan

Semakin belajar parenting, saya semakin tahu banyak kesalahan yang dilakukan oleh orangtua saya dalam mendidik saya. Banyak dampak yang membuat saya harus jatuh dalam lubang gelap berulang kali.

Saya menyalahkan segalanya. Saya marah. Bahkan, saya sering menangis sesenggukan ketika merasa bahwa diri ini adalah produk gagal dari pendidikan dan pengasuhan.

Sampai akhirnya, saya mendengar tausiyah Ustadz Salim Fillah tentang inner child. Beliau menyampaikan tentang kisah Nabi Yusuf. Ini kisah masa kecil yang begitu kelam. Hampir dibunuh saudara sendiri. Setelah selamat, bukan diasuh malah dijual. Bahkan, setelah itu masih difitnah dan masuk penjara meski terbukti benar.

Luka batin yang beliau rasakan bisa jadi tidak sebanding dengan apa yang saya rasakan. Saya tidak sampai hampir mati karena orangtua saya. Saya juga tidak diperjualbelikan oleh siapapun. Bahkan, saya tidak mendapatkan fitnah dari orangtua angkat saya. 

Kehidupan saya jauuuh lebih baik. Dalam segala luka batin yang pernah dialami, Nabi Yusuf mampu mengulurkan tangan untuk memaafkan saudara-saudaranya dengan ikhlas. 

Jujur, saya cukup tertampar dengan kisah ini. Kita pasti sering mendengar kisah Nabi Yusuf. Tapi, mana pernah terpikir oleh kita bahwa ini adalah role model untuk bangkit dari inner child. Role model untuk memaafkan segala kesalahan orang lain yang sudah jahat kepada kita.

Cara Memaafkan Orang Lain

memaafkan

Kisah Nabi Yusuf memberi banyak sekali pelajaran untuk memaafkan setiap orang yang menyakiti saya. Mengikhlaskan segala peristiwa dan mengambil hikmah darinya. So, kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara saya untuk memaafkan mereka.

Well, saya tidak bilang bahwa saya bisa mudah untuk memaafkan. Tapi, setidaknya saya mau berproses untuk memaafkan orang-orang ini. Sekali lagi, ini bukan untuk mereka, tapi untuk kebaikan diri sendiri.

1. Beri Hadiah

Ini agak kontradiktif sih memang. Tapi ada keajaiban dari hadiah. Kasih aja ke orang yang pernah nyakitin kita. Lakukan dengan ikhlas. Memberi hadiah mampu menghapus benci menjadi cinta. Membasuh luka dengan kasih sayang.

Ingat, kita tidak sedang berusaha memaafkan untuk orang lain. Tapi, ini untuk diri sendiri. Tidak ada kata "terlalu baik". Ini untuk kebaikan sendiri.

2. Biar Allah dan Kita yang Tahu

Kita nggak perlu kok repot-repot bilang memaafkan, kalau itu hanya akan membuka luka lama. Biarin aja mengalir begitu aja. Biar Allah dan kita yang tahu kalau hati kita sudah memaafkan mereka.

Penutup

Saya nggak akan capek buat ngingetin semuanya bahwa memaafkan itu bukan untuk orang lain. Bukan karna kita terlalu baik untuk orang lain. Menyimpan sakit hati hanya akan menyakiti diri sendiri. Kalau mereka yang membuat kita sakit hati bisa hidup dengan lebih baik. Kenapa kita harus terus melukai diri sendiri dengan terus menerus menyimpan luka?

Mar 19, 2021

Optimasi Instagram untuk Media Promosi Bisnis Online




Tahun 2019, tetiba saya keidean bikin online shop (lagi). Berbekal "pingin aja", akhirnya saya mulai membuka toko online. Produk yang dijual adalah produk yang memang sekiranya akan saya pakai. Motifnya sederhana. Kalau tidak laku, bisa saya pakai sendiri. Platform sosial media yang saat itu saya pilih adalah Instagram. Tidak ada alasan khusus, saya pikir akan lebih mudah untuk jualan di platform yang saya sudah amat familiar dengannya.

Berjalannya toko online itu, apakah semua berjalan lantjar djaya abadi selamanya? Oya tentu tydak, Markonah!

Saya bingung habis-habisan. Toko online itu beda dengan toko offline. Kalau toko offline, kita bisa lari ke tempat yang sekiranya ramai pengunjung. Lalu, dagangan digelar. Selesai. Tapi, ternyata tidak demikian dengan toko online.

Kenapa? Orangnya nggak kelihatan. Tokonya juga nggak kelihatan.

Ini beda dengan ada toko baru di salah satu daerah. Orang bisa ngeh kalau posisi toko memang strategis. Tapi, kalau jualan online? Tahu dari mana kalau lokasi kita strategis atau tidak? Tahu dari mana ada orang yang kepo atau tidak? Semuanya GHAIB.

Berbekal ilmu yang amat sangat minimalis saat itu, saya coba ini itu. Hasilnya? Sudah pasti boncos sana sini juga. 


Nggak mau terjerumus ke dalam lubang semakin dalam. Akhirnya, saya memutuskan untuk mundur dulu dari perhelatan akbar itu dan mulai belajar. Kebetulan, waktu itu saya baru saja melahirkan. Jadi, sedikitnya waktu itu saya pakai untuk belajar dan mengatur strategi sampai saya tahu harus apa dan bagaimana.

Dan, kali ini, saya akan share secuil ilmu yang sudah saya pelajari dan praktikan selama menjalani lika-liku jualan produk dan jasa di Instagram. 

Harus Banget Jualan di Instagram?

jualan di instagram


Bukan hanya sekarang sih, tapi sejak kemunculannya, Instagram memang sudah dijadikan salah satu media promosi online. Nah, pertanyaannya, harus banget jualan di Instagram? Kalau nggak jualan di sini memangnya kenapa? Kalau saya mencukupkan diri dengan jualan di Whatsapp aja gimana? Atau, pakai Facebook aja gimana?

Sebelum saya jawab segala pertanyaan itu, mari kita tengok data berikut ini.

Pengguna Instagram di Indonesia
sumber: NapoleonCat.com


Dari data di atas, kita bisa sama-sama tahu bahwa pengguna Instagram di Indonesia per Februari 2021 sebesar 82 juta pengguna. Kebanyakan adalah perempuan dengan range usia 18-24 tahun. Kemudian, range usia terbanyak kedua adalah usia 25-34 tahun. Harus tidaknya kita menggunakan platform ini, tentu harus disesuaikan dengan target market yang kita sasar. Siapa mereka? Ada di range usia mana? Ibu-ibu atau bapak-bapak?

"Target marketku semua orang, Lel. Berarti bisa dong pakai Instagram?"

Bisa. Bisa. Tapi, kalau kamu mentargetkan semua orang, kamu akan kehilangan banyak orang. Kenapa? targetnya aja bias. Gimana kita bisa atur strategi untuk mendekati mereka. Pendekatan ke mahasiswi sama ibu-ibu itu bedaa lho. Pendekatan ke bapak-bapak sama ibu-ibu pun juga demikian. Lalu, kamu masih mau bikin target market semua orang? Gimana caranya?

Oke, kembali ke topik.

Kalau target market kita memang masuk dalam kelompok pengguna terbanyak di Instagram, mari kita lanjutkan bergelut di Instagram. Tapi, kalau bukan. Silakan cari yang lain.

Angka 36,5% dan 31,7% dari 82 juta itu besar sekali. Kalau dari angka yang ada, kita bisa menguasai 1% saja dari pengguna dengan range tersebut, bayangkan berapa banyak keuntungan yang akan kita dapatkan? Sekali lagi, kalau bisa. Misal, tidak sampai 1%, 0,1% pun juga banyak. Artinya, banyak traffic yang akan datang kalau kita tahu caranya.

Gimana Caranya Jualan di Instagram?

jualan di instagram


Kalau kamu baca sampai sini, saya yakin kamu memang punya target market yang sesuai untuk jualan di Instagram. Atau, kamu memang akan menargetkan orang-orang yang main Instagram. Di dalam kepalamu mungkin mulai bergelayut tentang gimana sih caranya jualan di Instagram itu? Udah posting tiap hari kok income segitu-gitu aja?

Ini termasuk pertanyaan yang amat sering ditanyakan dalam forum-forum yang bahas per-Instagram-an. 

Sebetulnya, cara jualan di Instagram itu sama kaya jualan offline. Ada orangnya, ada yang ditawarkan. Jadi duit deh. Kalau di Instagram, orang ini bisa dilihat dari traffic di akun kita. Selain traffic, tentu harus ada produk yang ditawarkan. Entah itu barang atau jasa.

Intinya sih, nggak akan ada penjualan kalau nggak ada sumber traffic (pengunjung). Tapi, kalau ada traffic nggak ada penawaran, ya nggak bakal jadi duit juga. Jadi, keduanya, antara traffic dan penawaran ini harus ada.

Sumber traffic di akun Instagram kita datang dari feed. Kenapa feed? Kenapa bukan story?

Ini karena konten di feed Instagram kita bisa diakses oleh siapa saja. Entah, dia follow kita atau tidak. Dia juga akan tetap terpampang nyata lebih dari 24 jam di profil Instagram kita, kecuali konten tersebut ditake-down oleh Instagram atau kita sendiri. Jadi, segala sesuatu yang ada di feed kita, baik itu foto, video, flyer promosi, bahkan sampai IGTV, semuanya memungkinkan untuk mendatangkan traffic ke akun Instagram kita.

Sedangkan apa yang tayang di story, ini untuk berinteraksi lebih dengan follower. Ngobrol lebih jauh. Memperkenalkan diri lebih banyak. Ini untuk memantain agar para follower ini tidak datang dan pergi dengan begitu cepat.

Traffic di feed post bisa datang bukan hanya dari beranda para follower kita, tapi juga dari hashtag, explore, dan lain-lain. Kalau konten post feed yang kita buat bisa klik ke pembaca, ada kemungkinan mereka akan berkunjung ke profil kita. Dari profil itu, mereka akan cek bio kita, highlight kita, story-story kita, bahkan sampai DM kita, inilah ruang yang bisa kita manfaatkan untuk memberikan penawaran ke mereka. Dari penawaran, kalau memang Allah ridhoi dan itu rejeki kita, ya ngalir juga duitnya.

Mengenal Algoritma Instagram

algoritma instagram


Kalau kita mau mendapatkan banyak traffic dari Instagram, mau tidak mau kita harus mengenal lebih dekat tentang bagaimana algoritma sosial media ini bekerja. Kita sama-sama tahu bahwa algoritma Instagram tidak lagi sama. Kalau dulu dia menampilkan postingan berdasarkan waktu saja, sekarang sudah tidak lagi. Bukan hanya waktu yang menjadi tolok ukur sebuah konten tampil ke beranda follower kita, tapi juga relevansi konten dengan audience.

Dari mana Instagram tahu suatu konten relevan dengan kita atau tidak? Ini dari seberapa banyak interaksi yang kita lakukan dengan konten tersebut. Makin sering berinteraksi, maka konten-konten tersebut akan makin sering kita lihat. Artinya, kalau kita mau menaklukkan algoritma ini, kita perlu melakukan hal-hal berikut:
  1. Buat konten yang relevan dengan target market
  2. Tambahkan hashtag yang relevan dengan konten kita
  3. Post di waktu yang tepat
  4. Balas komentar yang masuk
  5. Coba berinteraksi dengan audience akun sejenis untuk mengundang perhatian mereka
  6. Lakukan secara konsisten



Biasanya, kalau bahas soal algoritma Instagram, akan muncul pertanyaan seperti ini, "algoritma istagram berubah ya?"

Instagram memang akan selalu mengupdate fitur-fitur yang dimilikinya demi kenyamanan pengguna. Perubahan fitur ini tentu akan mempengaruhi bagaimana algoritma Instagram itu sendiri bekerja. Tapi, garis besar yang digunakan masih tetap sama. Instagram masih meranking konten berdasarkan relevansinya dengan audience.

Nah, kenapa kok rasanya berubah terus? Ini karena Instagram menggunakan machine learning yang mempelajari habit pengguna di Instagram itu sendiri. Dulu, kita post konten A, mudah sekali masuk top hashtag. Sekarang, kok tidak lagi ya? Bisa jadi, ini karena audience kita mulai bosan dengan apa yang kita berikan. Akhirnya, interaksi di akun kita menurun. Kalau menurun, Instagram akan mengindikasi konten kita sudah tidak relevan dengan meraka.

Jadi, kalau kita ingin bisa terus eksis di Instagram, kita tidak hanya harus konsisten posting konten yang berkualitas dan relevan dengan target market kita saja. Kita pun harus melakukan inovasi agar mereka tidak bosan dengan konten-konten yang kita sajikan. Selain itu, kolaborasi dengan akun lain juga akan membuat akun Instagram kita mendapat pengunjung di luar lingkaran yang saat ini kita miliki.

Konten untuk Media Promosi

konten


Pernah dengar istilah "content is the king"? Istilah ini tetap berlaku untuk semua konten di dunia maya. Pada akhirnya, sumber utama yang menjadi daya tarik ya isi konten itu sendiri. That's why, jangan main-main dalam merencanakan sebuah konten.

Kalau kamu memang serius untuk menjadikan Instagram sebagai media promosi, maka setidaknya kamu harus mau meluangkan waktu untuk belajar desain, teknik fotografi, videografi, dll. Tidak harus mahir dulu untuk posting sebuah konten. Tahu sedikit-sedikit pun tak masalah. Kalau nunggu jago dulu, nanti nggak posting-posting. Lakukan saja sembari belajar. Nanti lama-lama juga jadi mahir sendiri.

Selain tahu sedikit tentang ilmu untuk menunjang pembuatan konten itu sendiri, kamu juga harus tahu konten apa saja sih yang menarik audience. Ini penting untuk kamu ketahui karena dari sinilah sumber trafficmu datang.

Coba dekati target market dari konten-konten yang memang membuat mereka tertarik. Kalau diamati lagi, ternyata jenis konten yang membuat orang tertarik itu ada dua jenis. Kalau nggak edukatif, ya entertaining. Jadi, kalau kamu tidak bisa menghibur, setidaknya berilah sesuatu yang bermanfaat untuk target marketmu. Atau, sebaliknya. Jangan hanya kasih promooooo aja. 

Udah, jangan tanya kenapa. Coba deh posisiin diri sebagai orang yang lihat promo. Suka? Kalau suka, mungkin kita nggak bakal nungguin 5 detik buat skip ads. Kita akan dengan antusias menyaksikan setiap iklan yang muncul. Iya apa iya?

Iya, orang memang nggak suka dipromoin. Tapi, mereka akan beli setelah berkali-kali lihat. So, pastikan mereka kepo dengan konten yang kita hasilkan. Biar mereka datang ke profil kita. Lalu, menyaksikan promo-promo yang hadir di sela-sela konten yang kita punya. Gimana caranya? Lakuka remarketing melalui bio, story, IGTV, IG Live, dan fitur lain selain feed.

Penutup

Optimasi Instagram pada dasarnya adalah cara kita untuk mengoptimasi akun kita agar mendapatkan traffic yang lebih besar. Dari traffic yang besar, peluang orang yang beli juga jadi jauh lebih besar. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Selain melakukan cara yang organik (tidak berbayar) seperti yang saya sebut di atas, tidak masalah melalukan cara yang berbayar untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas dan tertarget.