Assalamu'alaikum!

Perkenalkan, nama saya Aprilely Ajeng Fitriana. Kalian bisa panggil saya Lelly. Saya lahir di Malang pada tanggal 22 April 1991. Saat ini, saya tinggal di Bogor bersama suami dan anak saya. Blog ini adalah tempat saya mencurahkan segala pemikiran saya dari berbagai peristiwa. Bagaimana saya menghadapinya dan apa saja hikmah yang saya peroleh.

Mar 29, 2021

Tidak Semua Orang Bisa Bilang Maaf

maaf


Kapan hari, saya marah sama suami. Alasannya sepele, gara-gara dia tidur di pagi hari. Kita tahu ya, hawa-hawa pagi emang bikin ngantuk. Paling sedep kalau abis Sholat Subuh tuh tidur lagi. Tapi, ini kan kita bukan jomblo yang hidup sendiri lagi. Ada banyak hal yang harus disiapkan di pagi hari.

Belum ini, belum itu. Ghazy rewel dan maunya sama Ummi. Suami tidak berusaha bangun dan mengambil alih Ghazy. Masih bersikekeuh kalau Ghazy minta nenen. Padahal, bukan.

Pagi itu Ghazy rewel karna lihat HP. Belum mandi, belum makan, minta nonton YouTube. Oya tentu tydak. Ini yang bikin dia tantrum pagi-pagi.

Saya kesal bukan main sama suami yang diam aja di kasur. Tidak berusaha membantu dan terus nyuruh saya untuk kasih Ghazy ASI. Bahkan, dia ikut-ikutan kesal karna tidurnya terganggu.

Wow, sungguh suasana pagi yang menyulut emosi, saudara-saudara.

Singkat cerita, saya taruh Ghazy di kasur. Saya pasang pagar pembatas kasur. Lalu, saya pergi ke dapur. 

Biasanya, saya akan memutar podcast atau nonton streaming apapun dari YouTube, VIU, atau kelas online. Tapi, pagi itu tidak. Saya terlalu marah sampai enggan memilih playlist. Dalam kepala saya berkecamuk aneka rupa omelan.

Hari itu, saya putuskan untuk diam. Saya abaikan suami saya. Tak ada chat, video call, bahkan saya menolak disentuh. Saya bilang kalau saya kesal dengannya.

Besoknya, masih tidur lagi pagi-pagi. Wow, anak sultan apa gimana nih?

"Nggak usah pulang kalau mau tidur pagi-pagi! Tidur aja di kantor sana!"

Tidak cukup dengan hardikan semacam itu. Pintu saya banting. Mainan Ghazy yang di lantai saya tendang-tendang. Terakhir, saya masuk ke kamar dan kamar saya kunci.

Saya super kesal dengan suami saya. Bukannya minta maaf, malah membuat saya makin kesal. Sepertinya, tidurnya jadi tak nyenyak karna saya marah-marah. Suami saya akhirnya bangun dan pergi ke dapur. Saya tidak tahu persis apa yang suami saya lakukan. Males aja nengok.

Rasa kesal, membuat saya enggan membukakannya pintu ketika akan pergi ke kantor. Saya abaikan pamitnya. Saya tak berusaha menjelaskan ke Ghazy kalau abinya mau berangkat ke kantor. Jadi, pagi itu dia berangkat tanpa salam dan salim dari kami. Bahkan, Ghazy cuma nengok aja karna lagi asyik nonton YouTube.

Amarah saya mencair ketika saya masuk ke dapur. Cucian piring tak ada. Nasi sudah matang. Dapur aman terkendali. Saya dan Ghazy tinggal makan siang tanpa harus riweh lagi siapkan ini itu. Mungkin, itu cara dia untuk bilang maaf.

Kata Maaf yang Tak Terucap

maaf


Saya jadi teringat masa ta'aruf dengan suami. Kami pernah bersitegang karna suatu hal. Kali itu, saya yang salah. Saya akhirnya meminta maaf ke suami (dulu masih calon). 

"Kenapa minta maaf?"

Berjalannya pernikahan, saya baru menyadari bahwa ada kata yang hilang dari kamus hidupnya. Maaf. Suami saya sulit sekali bilang maaf.

Jujur, ini jadi PR ketika Ghazy sudah ada di tengah-tengah kami. Bagaimana caranya saya mengajari dia kata maaf, kalau suami saya saja enggan mengakui kesalahannya.

Pernah satu kali, saya sampai berkali-kali minta suami saya minta maaf ke Ghazy karna satu hal. Ghazy marah sampai menangis sesenggukan karna abinya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan saat itu. Tangisnya bahkan tak kunjung reda meski sudah saya gendong. Dia akhirnya tenang ketika akhirnya Abi meminta maaf ke Ghazy.

Saya sempat mempertanyakan hal ini dalam benak saya sendiri. Kenapa dia begitu sulit meminta maaf. Tapi, akhirnya saya temukan sendiri jawabannya.

Pola asuh!

Ini saya temukan ketika saya dan suami berkonflik dengan ibu mertua. Suami sudah menjelaskan dasar apa yang kami pakai. Kami sampaikan bahwa beliau keliru. Tapi, kata-kata yang keluar justru pembelaan yang makin tak masuk akal. Bahkan, bukan hanya itu. Aneka rupa kesalahan masa lalu ikut diungkit.

Kalau sudah begitu, suami saya kesal sendiri. Kebetulan, ibu mertua tidak pernah memarahi saya langsung. Tapi, dia sengaja mengeraskan suaranya agar saya dengar. Jadilah, suami saya yang terasa terus-terusan dipojokkan.

Dalam satu sesi obrolan, suami saya bilang, "ya gitu itu ibu. Kadang mikirnga agak konyol. Udah jelas-jelas salah, tapi masih aja kasih alasan yang nggak masuk akal. Aku kalau Ibu udah gitu, males deh."

Ini cukup jadi kuncian kenapa suami saya suliiit sekali minta maaf. Dia tak terbiasa diajari untuk mengakui kesalahan. Dia tak terbiasa untuk menerima kesalahan dan mengungkapkan hal itu. Kalau hari ini, pasangan kalian atau orang terdekat lain sulit meminta maaf, coba tengok orangtuanya. Bagaimana dia bisa diperlakukan oleh orangtuanya, itu akan punya dampak tersendiri.

Bentuk Lain dari Maaf

maaf


Mudah tidaknya seseorang untuk meminta maaf itu dipengaruhi oleh pola asuh yang dulunya dia terima. Saya yakin, tidak ada orangtua yang tidak pernah mengajari anaknya untuk minta maaf ketika dia salah. Sayangnya, sikap orangtua itu sendiri yang mau dianggap selalu benar, tidak mau mengalah, sulit mendengarkan apa yang disampaikan anaknya, dan lain sebagainya yang membuat anak itu sendiri tidak punya gambaran yang jelas tentang bagaimana cara meminta maaf.

Gengsi yang tinggi dari orangtua akhirnya nurun ke anaknya. Kata maaf jadi sulit sekali terdengar dari lisannya. Tak peduli bagaimana gejolak yang ada dalam dada.

Tapi, tak bisa menyampaikan melalui lisan, bukan berarti tidak bisa menunjukkan dengan hal lain. Ada lho orang-orang yang memang nggak bisa bilang maaf, tapi kemudian dia wujudkan melalui hal lain untuk memperbaiki keadaan. Contohnya, apa yang suami saya lakukan ke saya setelah saya marah dalam diam.

Jadi, kalau hingga hari ini, pasangan kalian kaya susah banget minta maaf, coba deh cek hal lain. Mungkin kata maaf itu sudah diganti dalam bentuk yang lain. Entah itu hadiah atau sikap-sikap manisnya. Kalau bukan keduanya juga, mungkin dia sedang membenahi kesalahan yang dia lakukan pelan-pelan. Berusaha menghapus kesal kita dengan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. Berubah menjadi lebih baik lagi.

Kalau begini, haruskah kita memaksa kata maaf terucap dari lisannya?

Saya rasa tidak perlu. Apalagi kalau itu justru akan memicu konflik-konflik lain. Pasangan kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kekurangan. Luka pengasuhan yang dulu dia terima bisa jadi membentuk dirinya menjadi sosok seperti hari ini. Kita, sebagai pasangan, mestinya tak perlu membuat luka itu menganga lagi. Justru, sebisa mungkin bantu dia untuk mengobati lukanya. Bertumbuh bersama menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

Bukankah Allah memang pasangkan kita dengannya untuk saling melengkapi?

Penutup

Menyebalkan memang ketika ada orang lain yang membuat kita kesal lalu pergi begitu saja tanpa ada kata maaf darinya. Menyebalkan ketika dia sudah tahu kita kesal, tapi seolah tidak pernah terjadi apapun. Tapi, coba lihat lebih dalam lagi. Jangan-jangan ada alasan kenapa dia sulit sekali meminta maaf. Alih-alih meminta dipahami dan berakhir kesal sendiri, coba tengok dari sudut pandang yang berbeda. Siapa tahu dari sana kita bisa mendapatkan pemakluman atas segala kekurangan yang orang ini miliki.

Mar 22, 2021

Memaafkan itu (Memang) Butuh Proses

memaafkan


"Udah, nggak usah diinget-inget," gitu kata Pak Su.

Mmm... Gimana ya. Maunya sih nggak diingat-ingat. Tapi keinget terus. Gimana dong?

Tahun 2021 ini kebetulan saya dapat konflik baru yang lumayan bikin oleng. Hampir tiap hari batin saya itu menggerutu dan ngomong judes ke orang yang menyakiti saya. Tapi, itu cuma dalam hati. Saya tidak menyampaikannya langsung.

Kenapa?

Ya ngapain? Kata-kata yang disampaikan dalam kondisi marah amat sangat memungkinkan untuk menyakiti orang lain. Dan, saya nggak mau seperti itu. Kalau saya lakukan, artinya, saya sama aja sama dia.

Di sisi lain, menyakiti orang lain juga akan punya dampak ke diri sendiri. Hari ini, ketika saya nulis ini saja, kondisi saya belum sepenuhnya pulih. Betapa bodohnya diri ini kalau membuat luka baru di tempat yang lain. Bertingkah layaknya korban, tapi di sisi lain saya mempertahankan belati itu untuk terus menyakiti diri sendiri.

Memaafkan Adalah Bentuk Mencintai Diri Sendiri

mencintai diri


Sejak saya menulis tentang toxic parents, saya banyak menerima email curhatan dari banyak anak yang mendapati perlakuan tidak menyenangkan dari orangtuanya. Ada yang berusaha untuk memaafkan diri sendiri. Ada yang berusaha untuk tetap berbuat baik dengan orangtuanya. Ada juga yang merasa bahwa dirinya terlalu baik untuk memaafkan mereka, mengingat segala bentuk kekerasan yang sudah dia terima.

Saya tidak bilang bahwa proses memaafkan itu mudah. Saya sendiri butuh proses panjang untuk akhirnya bisa memaafkan orangtua saya dan memaklumi mereka. Bahkan, menerima kehadiran mereka lagi. 

Iya, saya pernah ada di fase sama sekali tidak ingin bertemu mereka. Fase terparah adalah saya mulai mempertanyakan diri saya apakah saya akan lebih bahagia ketika mereka tidak ada. 

Sayangnya, semakin saya berharap mereka menghilang dari kehidupan saya, saya justru yang semakin terluka. Saya jadi jauh lebih sensitif ketika kontak dengan mereka. Bahkan, saya sering sekali mengalami psikosomatis. Sakit yang nggak jelas.

Saya bahkan tidak berharap orangtua saya ada di samping saya ketika saya melahirkan. Saya justru takut mereka semakin membebani pikiran saya ketika saya melahirkan Ghazy. Saya enggan disalah-salahkan dalam moment yang krusial dalam hidup saya.

Tapi, Allah punya rencana lain. Justru itu yang menjadi titik balik agar kata maaf terucap dari bibir saya. Agar kedua belah pihak mau sedikit menurunkan egonya dan memahami satu sama lain.

Hubungan kami tidak langsung membaik, tapi kehadiran Ghazy memang bisa menjadi pencair suasana di antara kami. Perlahan, rasa sakit atas segala hal yang orangtua saya lakukan, menghilang. Semua berubah menjadi pemakluman. 

Apa rasanya? Saya merasa hidup saya lebih enteng.

Dari apa yang saya alami, saya belajar bahwa ternyata maaf itu bukan untuk siapa-siapa. Ketika kita memaafkan orang lain, bukan berarti kita terlalu baik untuk mereka. Tapi, ini murni untuk diri sendiri. Menjaga diri sendiri agar pikiran bisa tetap sehat dan jauh dari penyakit hati.

Belajar Memaafkan dari Kisah Nabi Yusuf

memaafkan

Semakin belajar parenting, saya semakin tahu banyak kesalahan yang dilakukan oleh orangtua saya dalam mendidik saya. Banyak dampak yang membuat saya harus jatuh dalam lubang gelap berulang kali.

Saya menyalahkan segalanya. Saya marah. Bahkan, saya sering menangis sesenggukan ketika merasa bahwa diri ini adalah produk gagal dari pendidikan dan pengasuhan.

Sampai akhirnya, saya mendengar tausiyah Ustadz Salim Fillah tentang inner child. Beliau menyampaikan tentang kisah Nabi Yusuf. Ini kisah masa kecil yang begitu kelam. Hampir dibunuh saudara sendiri. Setelah selamat, bukan diasuh malah dijual. Bahkan, setelah itu masih difitnah dan masuk penjara meski terbukti benar.

Luka batin yang beliau rasakan bisa jadi tidak sebanding dengan apa yang saya rasakan. Saya tidak sampai hampir mati karena orangtua saya. Saya juga tidak diperjualbelikan oleh siapapun. Bahkan, saya tidak mendapatkan fitnah dari orangtua angkat saya. 

Kehidupan saya jauuuh lebih baik. Dalam segala luka batin yang pernah dialami, Nabi Yusuf mampu mengulurkan tangan untuk memaafkan saudara-saudaranya dengan ikhlas. 

Jujur, saya cukup tertampar dengan kisah ini. Kita pasti sering mendengar kisah Nabi Yusuf. Tapi, mana pernah terpikir oleh kita bahwa ini adalah role model untuk bangkit dari inner child. Role model untuk memaafkan segala kesalahan orang lain yang sudah jahat kepada kita.

Cara Memaafkan Orang Lain

memaafkan

Kisah Nabi Yusuf memberi banyak sekali pelajaran untuk memaafkan setiap orang yang menyakiti saya. Mengikhlaskan segala peristiwa dan mengambil hikmah darinya. So, kali ini saya ingin berbagi bagaimana cara saya untuk memaafkan mereka.

Well, saya tidak bilang bahwa saya bisa mudah untuk memaafkan. Tapi, setidaknya saya mau berproses untuk memaafkan orang-orang ini. Sekali lagi, ini bukan untuk mereka, tapi untuk kebaikan diri sendiri.

1. Beri Hadiah

Ini agak kontradiktif sih memang. Tapi ada keajaiban dari hadiah. Kasih aja ke orang yang pernah nyakitin kita. Lakukan dengan ikhlas. Memberi hadiah mampu menghapus benci menjadi cinta. Membasuh luka dengan kasih sayang.

Ingat, kita tidak sedang berusaha memaafkan untuk orang lain. Tapi, ini untuk diri sendiri. Tidak ada kata "terlalu baik". Ini untuk kebaikan sendiri.

2. Biar Allah dan Kita yang Tahu

Kita nggak perlu kok repot-repot bilang memaafkan, kalau itu hanya akan membuka luka lama. Biarin aja mengalir begitu aja. Biar Allah dan kita yang tahu kalau hati kita sudah memaafkan mereka.

Penutup

Saya nggak akan capek buat ngingetin semuanya bahwa memaafkan itu bukan untuk orang lain. Bukan karna kita terlalu baik untuk orang lain. Menyimpan sakit hati hanya akan menyakiti diri sendiri. Kalau mereka yang membuat kita sakit hati bisa hidup dengan lebih baik. Kenapa kita harus terus melukai diri sendiri dengan terus menerus menyimpan luka?

Mar 19, 2021

Optimasi Instagram untuk Media Promosi Bisnis Online




Tahun 2019, tetiba saya keidean bikin online shop (lagi). Berbekal "pingin aja", akhirnya saya mulai membuka toko online. Produk yang dijual adalah produk yang memang sekiranya akan saya pakai. Motifnya sederhana. Kalau tidak laku, bisa saya pakai sendiri. Platform sosial media yang saat itu saya pilih adalah Instagram. Tidak ada alasan khusus, saya pikir akan lebih mudah untuk jualan di platform yang saya sudah amat familiar dengannya.

Berjalannya toko online itu, apakah semua berjalan lantjar djaya abadi selamanya? Oya tentu tydak, Markonah!

Saya bingung habis-habisan. Toko online itu beda dengan toko offline. Kalau toko offline, kita bisa lari ke tempat yang sekiranya ramai pengunjung. Lalu, dagangan digelar. Selesai. Tapi, ternyata tidak demikian dengan toko online.

Kenapa? Orangnya nggak kelihatan. Tokonya juga nggak kelihatan.

Ini beda dengan ada toko baru di salah satu daerah. Orang bisa ngeh kalau posisi toko memang strategis. Tapi, kalau jualan online? Tahu dari mana kalau lokasi kita strategis atau tidak? Tahu dari mana ada orang yang kepo atau tidak? Semuanya GHAIB.

Berbekal ilmu yang amat sangat minimalis saat itu, saya coba ini itu. Hasilnya? Sudah pasti boncos sana sini juga. 


Nggak mau terjerumus ke dalam lubang semakin dalam. Akhirnya, saya memutuskan untuk mundur dulu dari perhelatan akbar itu dan mulai belajar. Kebetulan, waktu itu saya baru saja melahirkan. Jadi, sedikitnya waktu itu saya pakai untuk belajar dan mengatur strategi sampai saya tahu harus apa dan bagaimana.

Dan, kali ini, saya akan share secuil ilmu yang sudah saya pelajari dan praktikan selama menjalani lika-liku jualan produk dan jasa di Instagram. 

Harus Banget Jualan di Instagram?

jualan di instagram


Bukan hanya sekarang sih, tapi sejak kemunculannya, Instagram memang sudah dijadikan salah satu media promosi online. Nah, pertanyaannya, harus banget jualan di Instagram? Kalau nggak jualan di sini memangnya kenapa? Kalau saya mencukupkan diri dengan jualan di Whatsapp aja gimana? Atau, pakai Facebook aja gimana?

Sebelum saya jawab segala pertanyaan itu, mari kita tengok data berikut ini.

Pengguna Instagram di Indonesia
sumber: NapoleonCat.com


Dari data di atas, kita bisa sama-sama tahu bahwa pengguna Instagram di Indonesia per Februari 2021 sebesar 82 juta pengguna. Kebanyakan adalah perempuan dengan range usia 18-24 tahun. Kemudian, range usia terbanyak kedua adalah usia 25-34 tahun. Harus tidaknya kita menggunakan platform ini, tentu harus disesuaikan dengan target market yang kita sasar. Siapa mereka? Ada di range usia mana? Ibu-ibu atau bapak-bapak?

"Target marketku semua orang, Lel. Berarti bisa dong pakai Instagram?"

Bisa. Bisa. Tapi, kalau kamu mentargetkan semua orang, kamu akan kehilangan banyak orang. Kenapa? targetnya aja bias. Gimana kita bisa atur strategi untuk mendekati mereka. Pendekatan ke mahasiswi sama ibu-ibu itu bedaa lho. Pendekatan ke bapak-bapak sama ibu-ibu pun juga demikian. Lalu, kamu masih mau bikin target market semua orang? Gimana caranya?

Oke, kembali ke topik.

Kalau target market kita memang masuk dalam kelompok pengguna terbanyak di Instagram, mari kita lanjutkan bergelut di Instagram. Tapi, kalau bukan. Silakan cari yang lain.

Angka 36,5% dan 31,7% dari 82 juta itu besar sekali. Kalau dari angka yang ada, kita bisa menguasai 1% saja dari pengguna dengan range tersebut, bayangkan berapa banyak keuntungan yang akan kita dapatkan? Sekali lagi, kalau bisa. Misal, tidak sampai 1%, 0,1% pun juga banyak. Artinya, banyak traffic yang akan datang kalau kita tahu caranya.

Gimana Caranya Jualan di Instagram?

jualan di instagram


Kalau kamu baca sampai sini, saya yakin kamu memang punya target market yang sesuai untuk jualan di Instagram. Atau, kamu memang akan menargetkan orang-orang yang main Instagram. Di dalam kepalamu mungkin mulai bergelayut tentang gimana sih caranya jualan di Instagram itu? Udah posting tiap hari kok income segitu-gitu aja?

Ini termasuk pertanyaan yang amat sering ditanyakan dalam forum-forum yang bahas per-Instagram-an. 

Sebetulnya, cara jualan di Instagram itu sama kaya jualan offline. Ada orangnya, ada yang ditawarkan. Jadi duit deh. Kalau di Instagram, orang ini bisa dilihat dari traffic di akun kita. Selain traffic, tentu harus ada produk yang ditawarkan. Entah itu barang atau jasa.

Intinya sih, nggak akan ada penjualan kalau nggak ada sumber traffic (pengunjung). Tapi, kalau ada traffic nggak ada penawaran, ya nggak bakal jadi duit juga. Jadi, keduanya, antara traffic dan penawaran ini harus ada.

Sumber traffic di akun Instagram kita datang dari feed. Kenapa feed? Kenapa bukan story?

Ini karena konten di feed Instagram kita bisa diakses oleh siapa saja. Entah, dia follow kita atau tidak. Dia juga akan tetap terpampang nyata lebih dari 24 jam di profil Instagram kita, kecuali konten tersebut ditake-down oleh Instagram atau kita sendiri. Jadi, segala sesuatu yang ada di feed kita, baik itu foto, video, flyer promosi, bahkan sampai IGTV, semuanya memungkinkan untuk mendatangkan traffic ke akun Instagram kita.

Sedangkan apa yang tayang di story, ini untuk berinteraksi lebih dengan follower. Ngobrol lebih jauh. Memperkenalkan diri lebih banyak. Ini untuk memantain agar para follower ini tidak datang dan pergi dengan begitu cepat.

Traffic di feed post bisa datang bukan hanya dari beranda para follower kita, tapi juga dari hashtag, explore, dan lain-lain. Kalau konten post feed yang kita buat bisa klik ke pembaca, ada kemungkinan mereka akan berkunjung ke profil kita. Dari profil itu, mereka akan cek bio kita, highlight kita, story-story kita, bahkan sampai DM kita, inilah ruang yang bisa kita manfaatkan untuk memberikan penawaran ke mereka. Dari penawaran, kalau memang Allah ridhoi dan itu rejeki kita, ya ngalir juga duitnya.

Mengenal Algoritma Instagram

algoritma instagram


Kalau kita mau mendapatkan banyak traffic dari Instagram, mau tidak mau kita harus mengenal lebih dekat tentang bagaimana algoritma sosial media ini bekerja. Kita sama-sama tahu bahwa algoritma Instagram tidak lagi sama. Kalau dulu dia menampilkan postingan berdasarkan waktu saja, sekarang sudah tidak lagi. Bukan hanya waktu yang menjadi tolok ukur sebuah konten tampil ke beranda follower kita, tapi juga relevansi konten dengan audience.

Dari mana Instagram tahu suatu konten relevan dengan kita atau tidak? Ini dari seberapa banyak interaksi yang kita lakukan dengan konten tersebut. Makin sering berinteraksi, maka konten-konten tersebut akan makin sering kita lihat. Artinya, kalau kita mau menaklukkan algoritma ini, kita perlu melakukan hal-hal berikut:
  1. Buat konten yang relevan dengan target market
  2. Tambahkan hashtag yang relevan dengan konten kita
  3. Post di waktu yang tepat
  4. Balas komentar yang masuk
  5. Coba berinteraksi dengan audience akun sejenis untuk mengundang perhatian mereka
  6. Lakukan secara konsisten



Biasanya, kalau bahas soal algoritma Instagram, akan muncul pertanyaan seperti ini, "algoritma istagram berubah ya?"

Instagram memang akan selalu mengupdate fitur-fitur yang dimilikinya demi kenyamanan pengguna. Perubahan fitur ini tentu akan mempengaruhi bagaimana algoritma Instagram itu sendiri bekerja. Tapi, garis besar yang digunakan masih tetap sama. Instagram masih meranking konten berdasarkan relevansinya dengan audience.

Nah, kenapa kok rasanya berubah terus? Ini karena Instagram menggunakan machine learning yang mempelajari habit pengguna di Instagram itu sendiri. Dulu, kita post konten A, mudah sekali masuk top hashtag. Sekarang, kok tidak lagi ya? Bisa jadi, ini karena audience kita mulai bosan dengan apa yang kita berikan. Akhirnya, interaksi di akun kita menurun. Kalau menurun, Instagram akan mengindikasi konten kita sudah tidak relevan dengan meraka.

Jadi, kalau kita ingin bisa terus eksis di Instagram, kita tidak hanya harus konsisten posting konten yang berkualitas dan relevan dengan target market kita saja. Kita pun harus melakukan inovasi agar mereka tidak bosan dengan konten-konten yang kita sajikan. Selain itu, kolaborasi dengan akun lain juga akan membuat akun Instagram kita mendapat pengunjung di luar lingkaran yang saat ini kita miliki.

Konten untuk Media Promosi

konten


Pernah dengar istilah "content is the king"? Istilah ini tetap berlaku untuk semua konten di dunia maya. Pada akhirnya, sumber utama yang menjadi daya tarik ya isi konten itu sendiri. That's why, jangan main-main dalam merencanakan sebuah konten.

Kalau kamu memang serius untuk menjadikan Instagram sebagai media promosi, maka setidaknya kamu harus mau meluangkan waktu untuk belajar desain, teknik fotografi, videografi, dll. Tidak harus mahir dulu untuk posting sebuah konten. Tahu sedikit-sedikit pun tak masalah. Kalau nunggu jago dulu, nanti nggak posting-posting. Lakukan saja sembari belajar. Nanti lama-lama juga jadi mahir sendiri.

Selain tahu sedikit tentang ilmu untuk menunjang pembuatan konten itu sendiri, kamu juga harus tahu konten apa saja sih yang menarik audience. Ini penting untuk kamu ketahui karena dari sinilah sumber trafficmu datang.

Coba dekati target market dari konten-konten yang memang membuat mereka tertarik. Kalau diamati lagi, ternyata jenis konten yang membuat orang tertarik itu ada dua jenis. Kalau nggak edukatif, ya entertaining. Jadi, kalau kamu tidak bisa menghibur, setidaknya berilah sesuatu yang bermanfaat untuk target marketmu. Atau, sebaliknya. Jangan hanya kasih promooooo aja. 

Udah, jangan tanya kenapa. Coba deh posisiin diri sebagai orang yang lihat promo. Suka? Kalau suka, mungkin kita nggak bakal nungguin 5 detik buat skip ads. Kita akan dengan antusias menyaksikan setiap iklan yang muncul. Iya apa iya?

Iya, orang memang nggak suka dipromoin. Tapi, mereka akan beli setelah berkali-kali lihat. So, pastikan mereka kepo dengan konten yang kita hasilkan. Biar mereka datang ke profil kita. Lalu, menyaksikan promo-promo yang hadir di sela-sela konten yang kita punya. Gimana caranya? Lakuka remarketing melalui bio, story, IGTV, IG Live, dan fitur lain selain feed.

Penutup

Optimasi Instagram pada dasarnya adalah cara kita untuk mengoptimasi akun kita agar mendapatkan traffic yang lebih besar. Dari traffic yang besar, peluang orang yang beli juga jadi jauh lebih besar. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Selain melakukan cara yang organik (tidak berbayar) seperti yang saya sebut di atas, tidak masalah melalukan cara yang berbayar untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas dan tertarget.





Mar 4, 2021

Serba Serbi Tentang Vaksin Covid 19 yang Perlu Kamu Ketahui

Vaksin Covid 19


Kalau ditanya tentang 2020, banyak orang yang kesulitan mendeskripsikan tahun ini dan hanya mampu menghela napas panjang. Nggak bisa dipungkiri bahwa pandemik memang membawa banyak sekali perubahan dalam hidup kita. Segala aktivitas publik jadi serba terbatas. Mau kerja, mudik, liburan, bahkan bikin acara nikahan pun nggak bisa seperti dulu lagi. Sulit sih, tapi lambat laun kita mulai terbiasa dengan rutinitas baru ini.

Hal yang paling bikin saya gedeg dari pandemik adalah banyaknya hoax yang tersebar melalui grup WhatsApp. Siapa para penyebarnya? Ya orang-orang tua kita. Om, tante, ayah, ibu, pak dhe bu dhe. Lalu, kalau dikasih tahu itu hoax marah-marah. Kzl.

Saya agak sebel lagi dengan orang-orang yang meremehkan Covid-19. Katanya, Covid 19 ini tidak nyata. Ini cuma teori konspirasi aja. Katanya, nggak perlu takut sama Covid-19. Asal banyak-banyak mendekatkan diri sama Allah, in sya Allah aman. Ada juga kaum-kaum bodo amat sama virus ini. Hmmm... Ini nih yang bikin Covid-19 di Indonesia tidak kunjung usai. Grafiknya naiiiiik terus. Nggak ada turun-turunnya.

Alhamdulillah, Allah kasih jalan buat menyadarkan banyak orang. Meskipun ada harga mahal yang harus dibayar, seperti ketika mereka harus merasakan ganasnya virus itu atau melihat sendiri orang-orang terdekat mereka meninggal karena terjangkit virus ini. Banyak yang akhirnya mulai sadar. Meskipun, orang-orang yang makin bodo amat dengan segala protokol kesehatan juga banyak.

Rasa-rasanya, ini nggak akan berhenti sebelum ada vaksin. Alhamdulillah juga, Vaksin Covid 19 sudah ada di Indonesia. Apakah ini langsung jadi solusi? Ternyata tidak. 

Nggak Ada Vaksin Resah, Ada Vaksin Resah Juga

Kenapa sih saya bilang kalau vaksin nggak bisa langsung jadi solusi? Ya karna ini nih. Nggak ada vaksin resah, ada vaksin resah juga. Kalau dulu, hoax yang muncul tentang virus itu sendiri. Kali ini aneka macam hoax dan asumsi pribadi datang dari vaksinnya. Menyebarkan ketakutan. Akhirnya, orang jadi maju mundur mau vaksin. 

Sebetulnya, keresahan dalam diri itu bisa hilang kalau kita mau cari tahu kebenarannya. Vaksin Covid 19 itu apa sih? Aman nggak sih? Halal nggak sih? Kalau udah divaksin, ada kemungkinan kena Covid nggak sih? Semuanya bisa dicari tahu. Setelah tahu kita bisa memutuskan dengan akal sehat, mana manfaat yang lebih besar. Vaksin atau tidak.

Melalui tulisan ini, saya ingin merangkum tentang apa itu Vaksin Covid 19, aman tidaknya, bagaimana kehalalannya, hingga skema pendistribusian vaksin ini ke masyarakat kita. Semoga dari sini kalian ikut tergambar Vaksin Covid 19 ini gimana.


Kenali Manfaat Vaksin Covid 19

Vaksin Covid 19


Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian antigen penyakit dengan tujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyalit tersebut. Antigen ini biasanya berupa virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau bahkan sudah mati. Tapi, bisa juga bagian dari virus atau bakterinya sendiri. 

Sebetulnya, kita nggak harus vaksin atau imunisasi juga sih. Sistem kekebalan tubuh ini bisa muncul kalau kita pernah terinfeksi virus atau bakteri tersebut. Kaya Covid 19 ini. Kita nggak perlu divaksin agar tubuh kita kebal melawan penyakit itu. Tapi, kalau tidak vaksin artinya kita harus membiarkan diri kita jadi penderita dulu baru antibodinya terbentuk. Sementara itu, kita tahu bahwa tidak semua orang yang terkena Covid 19 punya gejala ringan. Mereka yang butuh perawatan intensif di ICU, bahkan meninggal pun tidak sedikit jumlahnya.

Kita sendiri juga nggak tahu. Apakah kalau kita kena Covid 19, gejala yang muncul ini cuma gejala ringan atau berat. Dengan kemungkinan yang lumayan ngeri-ngeri sedap ini, saya pribadi lebih memilih untuk divaksin sih. 

Hal yang patut saya syukuri di tahun ini adalah adanya Vaksin Covid 19. Apa saja sih manfaat yang bisa kita dapatkan dari vaksin ini? Check this out!

1. Menurunkan resiko terinfeksi Covid 19

Pemberian vaksin pada seseorang dapat digunakan untuk memunculkan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu virus. Begitu juga yang terjadi pada vaksin Covid 19. Dengan vaksinasi, kita bisa lebih kebal terhadap penyakit ini. Kalaupun kita terkena Covid 19, gejala yang dimunculkan juga tidak berat.
 

2. Mendorong terbentuknya herd imunity

Sekelompok orang yang mendapatkan Vaksin Covid 19 akan daoat melindungi orang lain di sekitarnya yang belum mendapatkan vaksin. Ini karena resiko penularan menurun dari orang-orang yang sudah divaksin. Untuk bisa mencapai herd immunity ini, penelitian menyebutkan bahwa minimal 70% penduduk dalam suatu negara harus sudah divaksin.

3. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Selain dampak kesehatan, adanya vaksin juga akan memberikan dampak ekonomi dan sosial. Kalau masyarakat kita punya sistem kekebalan tubuh yang baik, in sya Allah kondisi ekonomi maupun sosial juga akan kembali seperti sediakala.

Fakta Terkait Vaksin Covid 19

Vaksin Covid 19


Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, adanya vaksin tidak serta merta menjadi solusi. Faktanya, tidak sedikit masyakarat yang resah dengan keberadaan vaksin ini. Apakah dia aman digunakan? Apakah sudah terjamin kehalalannya? Belum lagi munculnya hoax di sana sini yang makin bikin resah.

Berikut ini fakta penting vaksin Covid 19 yang perlu kamu ketahui.

1. Diberikan secara gratis

Kita tidak perlu khawatir lagi tentang biaya vaksinasi Covid 19. Ini karena pemerintah akan memberikan vaksin ini secara gratis dan tanpa syarat. Semua orang bisa mendapatkannya. Pemerintah menargetkan setidaknya 180 juta orang lebih menerima vaksin ini secara gratis.

2. Aman dan halal digunakan

Kalau ngomomgin soal keamanan dan kehalalan, tentunya kita perlu merujuk ke badan yang memang kompeten ngurusin dua hal ini. Siapa itu? Siapa lagi kalau bukan BPOM dan MUI. Kedua lembaga ini sudah memberitahukan bahwa Vaksin Covid 19 aman dan halal untuk digunakan. Jadi, sebagai masyarakat umum, kita ngikut saja ya.

3. Diberikan secara bertahap sesuai dengan prioritas

Vaksin Covid 19 ini tidak bisa diberikan secara langsung ke seluruh masyarakat sekaligus dalam satu waktu. Jadi, pemerintah nantinya akan memberikan secara bertahap berdasarkan prioritas. Pemberian vaksin ini sudah dimulai sejak Januari 2021. Orang-orang yang pertama kali diberikan tentunya orang-orang yang ada di garda depan dalam menangani kasus ini, yaitu tenaga kesehatan. Selain tenaga kesehatan, garda depan pemerintahan juga diberikan.

Alhamdulillah, kini pemberian vaksin sudah masuk ke tahap selanjutnya. Para pekerja dengan resiko penularan tinggi dan para pelayan publik mulai diberikan vaksin. Ojek dan taksi online, TNI, Polri, Pelayan publik, pedagang pasar, dan sejenisnya mulai divaksin nih. Kalau semuanya lancar, akan lanjut ke masyarakat umum dengan pendekatan kluster ketersediaan vaksin.

"Terus aku kapan dong divaksinnya?"

Sabar ya...

Kalau kita tidak dalam kelompok prioritas awal memang antrinya akan cukup lama. Ini bukan cuma puluhan kaya kalau kita ngantre di bank atau rumah sakit, tapi jutaan. Jadi ya wajar aja kalau lama.

Khawatir nggak sih dengan lamanya antrian itu? Kalau saya sih iya. Tanpa antibodi di dalam tubuh, kita nggak pernah tahu seperti apa efek yang akan terjadi. Nah, kalau kamu khawatir apakah kena Covid 19 atau nggak, kamu bisa langsung test aja. Biar nggak antre lama saat mau test, kamu bisa  buat appointment dulu melalui aplikasi Halodoc.

Apa sih Halodoc itu?

Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang memberikan solusi lengkap bagi masyarakat. Aplikasi ini berisi fitur lengkap yang memudahkan kita memperoleh akses layanan kesehatan dengan mudah. Melalui aplikasi ini juga, kita bisa berkonsultasi dengan dokter bahkan membeli obat dengan resep dokter. Selanjutnya, obat akan diantar ke rumah kita.

Selama pandemik ini, aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk mencari rumah sakit mana yang bisa melakukan covid test. Baik itu rapid test maupun PCR swab test. Kita juga bisa langsung membuat appointment dengan rumah sakit pilihan untuk melakukan test.

Penutup

Adanya Vaksin Covid 19 yang mulai diedarkan secara bertahap ini betul-betul membawa angin segar. Setidaknya, ada harapan bahwa pandemik ini akan segera berakhir dan kita semua bisa beraktivitas seperti sedia kala. Mungkin, tidak bisa sepenuhnya normal seperti dulu. Habit yang terbangun selama pandemik bisa jadi juga akan terbawa setelah semuanya berakhir. Tapi setidaknya kita nggak perlu parno tiap kali keluar rumah atau berada di dalam kerumunan.

Feb 19, 2021

SGM Eksplore Pro-gress Maxx dengan Iron C, Inovasi Baru tuk Dukung Anak Generasi Maju

SGM Eksplor Pro-gress Maxx


Sebagai seorang ibu, tentunya saya ingin anak saya tumbuh dan berkembang secara optimal. Ini bukan hanya cita-cita saya aja, tapi juga jadi cita-cita bangsa ini. Indonesia pun berharap bahwa nanti bisa menjadi negara maju pada usia ulang tahunnya ke 2045. Cita-cita ini tidak akan terwujud kalau kualitas anak-anak Indonesia, terutama yang balita, tidak baik.

Harapannya memang begitu. Sayangnya, untuk mencapai cita-cita itu, kita harus sama-sama melalui tantangan besar yang ada di depan mata. Apa itu? Anemia.

Apa hubungannya anemia dan pembentukan Generasi Emas? Ya ada dong. Anemia terjadi bila seseorang kekurangan zat besi. Sementara itu, zat besi adalah salah satu komponen penting yang membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebayang dong kalau anak kekurangan zat besi seperti apa?

Kita tahu bahwa pemenuhan zat besi pada anak nggak bisa dianggap sepele. Apalagi kalau kita betul-betul peduli dengan tumbuh kembang anak kita dan ingin mendukung Indonesia mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045. Sayangnya, kita masih punya PR besar nih. Saat ini, sau dari tiga anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia. Data ini merujuk dari data Riskedes tahun 2018. 

Ngeri ya? So, mari kita belajar lagi dari para ahli untuk menemukan gimana sih solusinya?

Dampak Kekurangan Zat Besi Terhadap Tumbuh Kembang Anak dan Solusinya

Dampak Kekurangan Zat Besi

Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klimos dan Presidenf Indonesia Nitritio  Association (INA) menyampaikan bahwa anak butuh berbagai macam zat gizi untuk tumbuh kembangnya. Nutrisi yang menjadi highlight untuk tumbuh kembang anak adalah zat besi. 

Apa sih zat besi ini? Kenapa dia bisa sepenting itu?

Zat besi merupakan unsur sel darah merah. Ketika kita kekurangan zat besi, maka sel darah merah kita akan jadi kecil dan berwarna pucat. Ini yang biasa orang sebut dengan anemia. Pada balita, anemia kurang zat besi bisa menyebabkan masalah jangka panjang dan pendek.

Akibat Jangka Pendek Anemia

  • Perkembangan otak anak terhambat
  • Risiko Diare dan Ispa meningkat
  • Perkembangan motorik dan koordinasi terganggu
  • Gangguan pola tidur

Akibat Jangka Panjang Anemia

  • Kognitif dan performa edukatif menurun
  • Imunitas menurun, anak jadi lebih mudah sakit.
  • Kapasitas kerja menurun
  • Keterbatasan aktifitas fisik
Dampak Kekurangan Zat Besi

Solusi untuk Mencegah Anemia Kurang Zat Besi

Akibat yang ditimbulkan dari anemia kekurangan zat besi pada balita memang ngeri-ngeri sedap. Tapi, bukan berarti tidak ada solusinya. Untuk menghindarkan anak dari anemia, kita perlu memenuhi kebutuhan nutrisinya melalu berbagai bahan makanan yang kaya akan zat besi. Ini bisa dipenuni oleh daging merah, kacang-kacanban, ikan, hati, sereal yang diperkaya zat besi, bayam, biji wijen, tahu, kentang, brokoli, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, zat besi yang ada dalam makanan-makanan tersebut tidak serta merta langsung bisa diserap oleh tubuh. Ini karena tubuh hanya bisa menyerao zat besi dalam bentuk Fe2+ saja. Oleh karena itu, butuh nutrisi lain untuk membantu penyerapannya. Apa itu? Vitamin C.

Zat Besi dan Vitamin C


Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi (Fe) dengan cara menguban Fe3+ menjadi Fe2+. Ini karena Vitamin C punya sistem kerja yang berlawanan dengan penghambat penyerapan Zat Besi, seperti fitat dan kalsium.

Jadi, selain memenuhi kebutuhan Zat Besi anak, kebutuhan Vitamin C-nya juga harus terpenuhi dengan baik. Ini bisa kita dukung dengan pemberian makanan yang banyak mengandung Vitamin C, seperti lemon, nanas, stroberi, kentang, bayam, pepaya, dan lain-lain.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan yang kaya Zat besi dan Vitamin C, kita juga bisa memberikan suplementasi Zat Besi pada anak. Untuk anak di atas 2 tahun, dosisnya 1mg/kgBB/hari yang diberikan 2x seminggu. Bukan hanya itu saja, kita juga bisa memberikan makanan terfortifikask yanb sudah diperkaya dengan Zat Besi dan Vitamin C.

Dampak Kekurangan Zat Besi terhadap Tumbuh Kembang Anak

Dampak kekurangan zat besi

Bicara tentang tumbuh kembang anak, ada 5 aspek yang perlu dipenuhi. Fisik-motorik, kognitif-bahasa, dan sosioemosional. Kelima aspek ini yang nantinya dapat menunjanh 5 potensi prestasi anak. Nah, supaya kelima aspek ini bisa berkembang secara optimal, si kecil butuh nutrisi yang lengkap dan stimulasi yang tepat. Nutrisi yang diperlukan antara lain Zat Besi dan Vitamin C.

Menurut Psikolog Aanak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si., Psi, dampak kekuranban zat besi bisa mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Contohnya, anak jadi lemas dan mudah lelah, kualitas tidur berkurang, sulit berkonsentrasi, daya tangkap rendah, mudah lupa, prestasi rendah, sulit mengendalikan emosi, mudah marah, minder, sulit bergaul, hingga masalah kesehatan mental. 

SGM Eksplore Pro-gress Maxx

Ngeri ya? Saya yakin, kita semua nggak kepingin ini terjadi ke anak-anak kita. Tentunya, kita ingin anak-anak kita bisa memiliki 5 potensi prestasi, yaitu tumbuh tinggi, mampu berpikir cepat, percaya diri, aktif bersosialisasi, dan tangguh. Kelimanya dikatakan berkembang jika semuanya berkembang bersama dan setara. Maksudnya, tidak ada potensi prestasi yang terlambat.

Supaya tidak ada potensi yang terhambat, kita bisa memberikan stimulasi kepada si kecil. 

Stimulasi Agar Anak Tumbuh Tinggi

  • Penuhi kebutuhan gizi, termasuk zat besi dan vitamin C
  • Beri ruang aman untuk bergerak
  • Perbanyak aktivitas fisik dan kreatiflah
  • Libatkan dalam kegiatan rumah tangga
  • Ajari aktivitas bantu diri

Stimulasi Agar Anak Berpikir Cepat

  • Ajak ngobrol
  • Bacakan buku
  • Ajak mengamati lingkungan
  • Ajari bicara
  • Bermain teka-teki

Stimulasi Agar Anak Percaya Diri

  • Buat relasi yang hangat antara orangtua dan anak
  • Beri kesempatan memilih
  • Beri pujian spesifik pada perilakunya
  • Dorong untuk menghadapi kesulitan
  • Kuranhi celaan dan marah berlebih

Stimulasi Agar Anak Aktif Bersosialisasi

  • Rajin lakukan kontak mata
  • Ajak si kecil mengobrol, gunakan bahasa utama
  • Beri respon positif saat ia bergaul
  • Ajari menebak emosi orang lain
  • Lakukan roleplay

Stimulasi Agar Anak Tangguh

  • Sabar dalam menunggu si kecil berproses
  • Beri konsekuensi dari perbuatannya
  • Tingkatkan target kemampuan secara bertahap dan beri apresiasi ketika mampu melaluinya
  • Jadi contoh pribadi tangguh
  • Ajari cara mengatasi stress

Dukung Anak Generasi Maju Tumbuh Maksimal, Sarihusada Luncrkan SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC

Melihat fakta ini, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang memiliki misi untuk memberikan akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia berkomitmen untuk turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali. 

SGM Eksplore Pro-gress Maxx


Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, menyampaikan bahwa Sarihusada percaya kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Terlebih, saat ini anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi. Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC. Peluncuran ini diselenggarakan pada Kamis, 18 Februari 2020. Sarihusada ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal. Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx juga dilengkapi oleh nutrisi penting lainnya seperti Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Tinggi Protein, Kalsium, Vitamin D, Serat Pangan, dan Zinc, dukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia. Untuk info lebih lanjut mengenai SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, silakan kunjungi situs bit.ly/sgmeksplorprogressmaxx.

Dukungan Edukasi dan Stimulasi dari SGM Eksplor

Setiap ibu tentu ingin anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang selalu aktif, mau belajar dan penuh rasa ingin tahu. Ini pula yang dirasakan oleh Alyssa Soebandono, Selebriti dan bunda xari dua orang anak. Sayangnya, kita semua dihadapkan pada situasi pandemik yang memberi tantangan baru yang tidak mudah bagi siapa saja. Anak yang tadinya bisa belajar dan bermain di luar rumah, kini semua berpindah hanya dari dalam rumah saja. Penyesuaian diri tentu harus dilakukan agar bisa terus bertahan dalam kondisi yang tidak menentu ini. Pastinya, agar anak-anak juga bisa terus mendapatkan stimulasi dengan baik. Pendampingan agar anak bisa fokus belajar di dalam rumah tentu harus senantiasa dilakukan. Bukan hanya untuk memastikan konsetrasi anak saja, tapi juga agar anak semangat belajar.


SGM Pro-gress Maxx dengan IronC


SGM Eksplor memahami bahwa selain nutrisi, edukasi dan stimulasi juga tidak kalah penting untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju. Ini yang mendorong SGM Eksplor untuk memberikan akses edukasi untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, selain nutrisi. Dukungan ini diberikan melalui platform Sekolah Generasi Maju, Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, dan Online Festival Generasi Maju. 

Dengan berbagai dukungan ini, SGM Eksplor berharap bisa melanjutkan komitmennya untuk memastikan orangtua Indonesia mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan membantu mewujudkan Generasi Emas 2045. Melalui platform Sekolah Generasi Maju, orangtua dapat menemukan berbagai informasi dan tips stimulasi yang tepat untuk anak-anak. Kemudian, melalui Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, orangtua dapat memantau tumbuh kembang anak dalam mencapai potensi prestasi melalui serangkaian pertanyaan. Keduanya dapat diakses dengan mudah dan gratis melalui situs generasimaju.co.id.

Selain kedua platform tadi, SGM Eksplore juga memberikan dukunhan melalui Online Festival Generasi Maju yang merupakan rangkaian acara yang akan membahas topik-topik mengenai tumbuh kembang anak bersama para ahli. Kegiatan ini akan dimulai pada April 2021 nanti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi orangtua untuk mendukung anak-anak Indonesia menjadi Generasi Maju.

SGM Pro-gress Maxx dengan IronC




Jan 14, 2021

Tahun Baru, Harapan Baru, Tantangan Baru

Happy new year


Alhamdulillah, 2020 berlalu juga. Seperti yang sudah pernah saya tulis di awal tahun lalu, 2020 ini betul-betul berjalan tanpa rencana. Status ibu baru dengan minimnya pengalaman membuat saya tidak berani membuat rencana apapun. Fokus saya cuma satu, Ghazy.

Saya pikir hari-hari saya hanya akan berkutat dengan Ghazy, Ghazy dan Ghazy lagi. Ternyata, saya keliru. Tahun ini, saya masih bisa berkarya, berbagi manfaat dengan orang lain, dan masih bisa menyenangkan diri sendiri. Bukan. Ini bukan karna saya hebat dan begitu piawai mengatur waktu. Ini karna Allah mudahkan semuanya. Allah bukakan jalan yang begitu lebar untuk saya.

Kejutan Tak Terduga di Tahun 2020

Kejutan


Kalau mau flash back di tahun 2020, banyak sekali hal-hal tak terduga yang terjadi. Januari 2020, saya harus membuka awal tahun dengan stay di rumah sakit. Payudara saya terkena mastitis. Segala macam cara sudah saya upayakan. Tapi, apa daya, akhirnya harus operasi juga. 

Sediiiih sekali ketika dokter menyarankan saya untuk rawat inap. Itu artinya, saya harus berpisah dengan Ghazy untuk sementara waktu. Saya bingung bukan main saat itu. Kami tinggal jauh dari keluarga. Di Bogor, memang masih ada sanak family yang sekiranya bisa dititipi Ghazy. Tapi, saat itu, mereka sedang liburan ke luar kota. Alhamdulillah, ibu mau datang ke Bogor tanpa saya minta.

Drama tidak berhenti sampai di situ. Pasca operasi ternyata saya masih harus struggling dengan luka itu. Jangan ditanya lagi bagaimana rasanya. Hmmm... mantap lah.

Mastitis sembuh. Lalu, ada kabar tak menyenangkan tiba. Covid-19 hadir di Indonesia. Penyakit yang awalnya terasa jauh dari jangkauan, ternyata sudah ada di bumi pertiwi ini. Semua kegiatan jadi serba dibatasi. Belanja groceries sulit, mau vaksin Ghazy rempongnya bukan main, mau jalan-jalan nggak bisa, apalagi mudik. Buat saya yang bukan anak rumahan banget, ini menyiksa.

Tapi, bukan saya yang paling tersiksa. Ada banyak sekali pekerja dengan upah harian yang terdampak pandemik. Semua jadi serba sulit. Bayangkan saja, restoran besar saja akhirnya menjual makanannya secara obral. Apalagi yang lain?

Saya masih amat sangat beruntung. Saya hanya cukup berjuang melawan bosan. Sementara yang lain, mereka berjuang agar dapur mereka bisa tetap mengepul. Bahkan, ada juga yang tengah berjuang dengan penyakit tersebut dan kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

Banyak hal yang tidak menyenangkan. Tapi, banyak juga kemudahan dan peluang baru yang Allah bukakan untuk saya. Mulai dari tawaran mengajar Kelas Blogging lagi, menulis buku anak, merampungkan buku solo, membuat kelas online sendiri, serta banyak pekerjaan lain. Alhamdulillah, semuanya dihasilkan hanya dari rumah. Bahkan, saya kerjakan semua itu ketika Ghazy tidur saja.

Bagaimana caranya? Saya sudah bilang kan di awal, Allah yang memudahkan semuanya.

Akhirnya 2021...

2021


Dengan segala kesulitan di tahun 2020, akhirnya kita bisa sama-sama sampai di tahun 2021. Seperti yang kita ketahui bersama, tidak semua orang seberuntung kita. Ada banyak jiwa yang harus kembali setelah berjuang melawan Covid-19. Kalau hingga hari ini, kita dan keluarga masih bisa diberi kesehatan dan kesempatan hidup, bukankah ini adalah berkah yang amat luar biasa dari Allah?

Banyak hal yang bisa kita syukuri sama-sama. Saya sendiri amat bersyukur bisa mengawali tahun di kampung halaman. Memulai awal baru bukan hanya dengan Ghazy dan Abi, tapi juga dengan Ayah Ibu. Meskipun, tak ada perayaan apapun di rumah.

Pulang ke kampung halaman, betul-betul memberikan nafas baru bagi saya yang tinggal di tanah rantau ini. Meskipun, ada drama baru yang bergulir. Drama yang betul-betul menjadi ujian untuk rumah tangga kami. Tapi, saya nggak akan cerita di sini. :)

Ada perasaan lega, tapi ada juga bagian yang membuat saya menghela napas di awal tahun ini. Salah satunya adalah jumlah penderita Covid-19 yang makin ke sini, makin banyak yang ada dalam lingkaran orang yang kami kenal. Akhir tahun lalu, ada teman ibu dan suaminya yang meninggal karena Covid-19. Waktu mudik kemarin, adik ipar cerita kalau temannya menderita Covid-19 dan dia harus swap test. Tapi, dia pulang menemui kami sebelum hasil tes keluar.

Di sisi lain, ibu mertua ngeyel bukan main minta liburan bersama cucunya. Lalu, sekarang Ghazy flu, saya pun iya. Pikiran kena Covid-19 sudah bergelayut di kepala.

"Kalau saya kena Covid, nanti belanjanya gimana? Anak saya siapa yang urus? Dan sebagainya."

Kenapa mikir gitu? Sadar nggak sih, makin ke sini namanya Covid itu udah kaya nunggu giliran aja. Saking banyaknya yang kena. Bahkan, mereka yang sudah amat menjaga pun bisa kena. Ya nggak sih?

2021, Bersiap dengan Harapan dan Tantangan Baru

Harapan


Saya nggak bilang bahwa tahun 2021 ini akan mulus-mulus aja. Nggak ada hal yang bikin kita worry sama sekali. Begini ini pasti ada. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Namanya tantangan itu ya pasti ada. Ini gimana kita mempersiapkan diri menghadapi segala macam hal yang memungkinkan terjadi. Selain itu, jangan lupa juga bahwa di tahun baru ini, kita masih punya harapan untuk menjalani hidup lebih baik lagi.

Lalu, apa saja yang sedang saya upayakan di tahun 2021 ini? 

1. Merawat Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah dalam Rumah Tangga

"Ujian pernikahan itu bukan hanya datang dari kalian berdua saja. Tapi, bisa juga datang dari luar," kata Ibu.

Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, tahun ini dibuka  dengan ujian dalam rumah tangga kami. Ini bukan tentang orang ketiga yang hadir macam kasus Gisel. Bukan, tapi ada yang lain. Sesuatu yang punya pengaruh amat kuat.

Tapi, Allah tidak akan menghadirkan ujian tanpa suatu sebab, bukan? Karna masalah ini, saya jadi lebih berupaya untuk memperbaiki komunikasi di antara saya dan suami. Bukan hanya agar segalanya makin jelas, tapi bagaimana agar bunga-bunga cinta itu bisa terus ada. Sakinah juga bisa terus hadir dalam rumah tangga kami.

Pelayanan terbaik pun saya upayakan. Meski tidak diminta. Belakangan, saya mencoba untuk memperlakukan suami saya sama seperti ketika kami baru saja menikah. Ini adalah hal yang sempat hilang sejak kami dititipi Ghazy.

Saya nggak tahu kapan masalah ini akan berakhir. Semoga setelah ini selesai, sakinah, mawaddah, dan rahmah itu terus membersamai rumah tangga kami hingga maut memisahkan. Aamiin...

2. Mengembangkan Blog

Ini sebetulnya cita-cita dari tahun 2019. Saya sempat punya target ini itu, tapi kemudian buyar di tengah jalan karna hamil. Saya sempat off ngeblog selama beberapa bulan karna kondisi kehamilam saya.

Tahun 2020 kemarin, sebetulnya saya ingin merawat blog ini lagi dengan serius. Punya target terukur supaya semangat. Tapi saya nggak berani.

Status ibu baru yang nggak tahu apa yang akan dijalani membuat saya memilih mundur sejenak dari dunia blog. Alhamdulillah, blog ini bisa terus konsisten terisi setiap minggu.

Nah, tahun ini, saya punya banyak sekali hal yang ingin dikejar. Ada nilai-nilai di tahun ini yang ingin saya raih. Bukan hanya di blog aja, tapi di platform sosial media lain juga. Supaya semuanya bisa tercapai, mari kita pasang target yang realistis saja.

Tahun ini, saya berharap pageview di blog ini bertumbuh sampai angka 150k. Ini memungkinkan kalau saya rajin nulis artikel yang SEO Friendly. So far, traffic yang ada sekarang memang sudah didominasi dengan traffic organic. Semoga ini makin banyak lagi.

DA/PA apa harus naik? Saya mau banget naikin ini. Tapi kok ya clueless. Jadi agak maju mundur mau buat target ini. Etapi, tahun lalu DA saya naik drastis lho. Ini belajar sendiri aja. Sekarang mau naikin lagi tentunya. Semoga bisa mencapai angka 20 ya.

Kenaikannya nggak banyak memang. Kenapa? Makin tinggi DA, makin effort untuk naikinnya. Jadi, realistis aja lah ya..

3. Mengembangkan Akun Instagram @lellyfitriana

Ini yang juga ingin saya kembangkan. Sebetulnya sudah dari september kemarin. Tapi, saya belum sepenuhnya konsisten posting setiap hari. Padahal, ini beneran ngaruh ke pertumbuhan akun instagram saya.

Alhamdulillah, dari awal memulai, saya sudah bisa merasakan follower saya naik secara organik. Maunya sih tahun ini bisa tembus 10K. Bisa nggak ya? Bisa kan ya? Doain ya..

4. Mengembangkan Kelas Online Instagram

Well, ini anak saya yang baru. Boleh dibilang, ini adalah salah satu jalan untuk menyalurkan passion mengajar saya. Setelah jadi ibu, saya agak mikir panjang kalau disuruh ngajar di kampus lagi. Alhamdulillah, kita sekarang tinggal di era digital. Jadi, saya nggak harus ke kampus untuk bisa mengajar. Enaknya lagi, saya bisa melakukan semuanya disela aktivitas saya bersama si kecil.

Masya Allah ya, ini kalau bukan Allah yang mudahkan beneran nggak mungkin jadi.

So, biar bisa terus berlanjut, saya mau rawat kelas ini. Upgrade ilmu sudah pasti. Materi-materi juga terus saya perbarui. Bismillah ya..

5. Konsisten dengan Sedikit Amal Harian

Kalau target duniwi sudah, saatnya nengok ke amalan harian. Jujur saja, ini tidak mudah. Saya agak menyesal kenapa dulu ketika saya belum punya anak angot-angotan soal ini. Setelah punya anak, mengerjakan amalan yaumiah itu susahnya luar biasa.

Mau tilawah, anak ngikut. Qurannya dibolak-balik. Jadi susah mau baca. Sholat di awal waktu pun tidak selalu bisa dilakukan. Kadang harus tertunda karena anak yang rewel. Masya Allah...

Tapi, biar gitu ya usahain aja. Memang, ada pahala lain yang akan kita dapatkan dari mengasuh anak. Tapi, kalau tidak diupayakan, dari mana anak belajar bahwa kita harus menghidupkan sunnah-sunnah dalam keseharian kita?

Penutup

Bismillah.. itu tadi tantangan serta harapan saya untuk tahun ini. Banyak hal yang bikin engap sendiri, tapi banyak hal juga yang bikin super bergairah menyambut tahun baru.

Terakhir, saya berharap keluarga kami terus dilindungi Allah, sehat terus, dan bisa bebas dari Covid-19. Aamiin..

Jan 8, 2021

Review Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump, Si Pompa ASI Ajaib

Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump


Dulu, waktu beli peralatan bayi, pompa ASI tidak pernah saya masukkan dalam list belanja. Pikir saya, buat apa punya pompa ASI kalau bisa menyusui secara langsung. Toh, saya di rumah saja. Mestinya proses menyusui jadi makin mudah dong. Nggak perlu ada drama pumping tengah malam.

Alasan lain yang membuat saya nggak kepingin beli pompa ASI adalah..

"Dipompa manual pakai tangan kan bisa."

Iya, saya memang menyepelekan soal perah memerah ASI. Saya nggak paham bahwa ini juga perlu dipersiapkan karena dua kondisi yang biasanya terjadi pasca melahirkan. Pertama, ASI belum keluar. Kedua, hiperlaktasi. Di sisi lain, saya tidak mahir menggunakan teknik marmet untuk memerah ASI. Ini yang akhirnya menimbulkan masalah baru.

Pada kasus pertama, sering memerah ASI dan menyusui akan membantu produksi ASI. Dari yang awalnya belum keluar sama sekali, kemudian ngerembes dikit-dikit. Kalau kita rajin memerah dan menyusui, ASI akan semakin banyak lagi terproduksi. Dari yang cuma ngerembes, jadi bisa ngucur.

Kasus kedua, hiperlaktasi. Ini juga butuh diperah dan disusukan. Kenapa? Karena payudara ini bukan tempat penyimpanan ASI. Kalau ASI kita banyak dan tidak segera dikeluarkan, ini malah memicu penyakit lain. ASI bisa tersumbat, bahkan parahnya mastitis. Udah, jangan tanyain rasanya gimana. Suakiit. Saking sakitnya, sampai stress dan adem panas. 

Sayangnya, memerah ASI ketika di rumah itu ternyata juga tidak mudah. Apalagi kalau punya anak semacam Ghazy yang nggak mau lepas dari nen. Memerah ASI jadi aktivitas yang makin challenging lagi. That's why, saya salut banget sama working mom yang bisa nyicil ASIP sampai sefreezer penuh sebelum masa cutinya habis. Kalian warbyasah.



Memilih Pompa ASI


Seperti yang sudah saya bilang di awal, saya sungguh menyepelekan keberadaan pompa ASI saat saya hamil Ghazy. Pikir saya, nanti bisa pakai marmet aja. Murah meriah. Realitanya, tak semudah itu, Maemunah.

Waktu Ghazy lahir, ASI saya tidak langsung lancar. Hari pertama setelah 2-3 kali disusukan ke Ghazy, akhirnya keluar rembesan ASI. Saya sih nggak galau gimana-gimana. Butuhnya bayi baru lahir juga nggak banyak. In sya Allah, rembesan tadi cukup buat Ghazy.

Saya mulai panik ketika Ghazy kuning. Nggak ada obat lain selain ASI. Jemur-jemur di bawah sinar matahari itu cuma faktor lain yang membantu. Kunciannya ya tetap ada di ASI. Masalahnya, saya belum punya banyak. Makin galau lagi ketika saya sudah bisa pulang, ternyata Ghazy belum bisa.


Tapi, bukan ibu namanya kalau cuma nangis mewek-mewek tanpa gerak menuju solusi. Saya ya nangis, tapi sambil nangis tangan ini ngechat saudara yang sama-sama punya bayi untuk minta ASI. Sambil nangis juga, saya mulai cari tahu tentang pompa ASI yang recomended beserta harganya.

Satu hal yang saya sesali saat itu, kalau ujung-ujungnya beli pompa ASI juga, kenapa nggak dari hamil cari tahunya. Kenapa nggak disediain sebelum Ghazy launching? Jadi, kalau ada masalah kaya gini, udah ready.

Hal yang disediakan dadakan itu nggak selalu baik. Gitu juga pompa ASI yang dulu saya beli. Karna dadakan, saya cari yang harganya murah meriah. Saya nggak mikirin tuh kualitas barang seperti apa. Ndilalah, belum ada sebulan pakai, motornya udah bermasalah. Iya sih, ada garansi. Tapi, ya ribet banget harus urus ini itu. Pastinya juga makan waktu

Sebulan setelah melahirkan, qadarullah, ASI saya tersumbat. Ini bikin payudara saya nyut-nyutan bukan kepalang. Subhanallah, sakitnya benar-benar bikin hilang akal. Sakiiit sekali. Dan itu tidak sehari sembuh, berhari-hari nggak kunjung sembuh. Stressnya bukan main. Makin stress lagi ketika pompa ASI milik sendiri masih dalam proses garansi. Huhuhu..

Akhirnya, saya sewa pompa ASI. Dari sini, saya mulai dapat pembanding dari punya saya sendiri. Ternyata, lebih enak pakai pompa ASI yang portable dibanding harus terus nyolok. Kenapa? Karena pasti ada situasi di mana kanan pumping, kiri netekin langsung. Ini ribet banget kalau pakai yang harus nyolok terus.

Kedua, lebih enak yang bisa lepas tangan dibanding yang harus terus dipegangi. Ini untuk menghemat waktu. Jadi, kita bisa pumping sembari mengerjakan pekerjaan lain. Saya pernah banget nih harus menunda pekerjaan setidaknya selama 30 menit hanya untuk pumping. Padahal, kalau punya newborn itu waktu segitu amat berharga ya. Kan kita nggak tahu kapan si bayi bangun lagi.

Terakhir, pilih pompa ASI yang nggak berisik. Ini penting banget sih. Jangan sampai anak kita kebangun gara-gara suara pompa ASI. Nggak lucu aja sih.

Perjalanan mastitis kemarin, bikin saya lebih aware soal pompa ASI. Gara-gara sering browsing cara menyembuhkan payudara yang kesumbat ASI, saya mulai kenal dengan silicone breast pump. Pompa ASI dari silikon yang tinggal clop terus ASI keluar sendiri.

Apa hubungannya dengan payudara tersumbat?

Kalau kamu sedang mengalami hal ini, pasti ngeh kalau breast care saat punya newborn itu challenging. Apalagi kalau kamu nggak punya bala bantuan lain untuk handle bayi, selain suami. Begitu suami kerja, auto jadi single fighter.

Nah, silicone breast pump ini bisa dipakai untuk membantu mengalirkan ASI yang tersumbat tadi. Caranya mudah kok. Isi silicone breast pump dengan air hangat yang sudah dicampur epsom salt. Kalau sudah, tempelkan ke payudara. Pastikan air hangat tadi nyentuh puting. 

Epsom salt ini adalah garam yang biasa digunakan untuk berendam. Funginya untuk memperlancar peredaran darah. Kalau ini dipakai untuk melancarkan ASI, ya bisa banget. Asal putingnya bisa berendam aja sih. Bukan diminum ya.

Sebetulnya, nggak pakai silicone breast pump juga bisa sih. Tapi ribet banget. Saya pernah pakai mangkuk yang sudah saya isi larutan epsom salt hangat. Pegel, euy! Mending pakai silicone breast pump sih. Kita bisa ikhtiarkan ASI ngalir tanpa harus repot pegangin gayung atau mangkuk. Plus, kita nggak perlu khawatir cairannya tumpah dan membasahi baju kita.

Dari semua itu, ada banget pompa ASI yang sesuai dengan apa yang saya sebutkan di atas. Taraaa... Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump.

Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump



Apa itu Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump?


Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini merupakan pompa ASI yang terbuat dari dari 100% Silicone yang lembut dan aman untuk kulit Ibu (BPA Free). Selain bahannya yang lembut dan aman untuk kulit ibu, Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini juga aman dimasukkan ke mesin sterilisasi. Silicone breastpump ini memiliki kapasitas 4oz / 120ml. 

Dalam kemasannya, Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini juga dilengkapi dengan 1pcs 4oz/120ml Dr. Brown’s Options+ Bottle. Botol bayi yang dirancang sedemikian rupa untuk mengurangi resiko kembung, masuk angin dan kolik pada bayi. Selain itu, ada juga  Bottle Cap yang bisa kita gunakan untuk menyimpan ASIP dan Drawstring Storage Bag agar praktis dibawa saat bepergian.

Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump


Kenapa Memilih Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump?


Ada beberapa alasan kenapa saya lebih memilih menggunakan Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump dibanding pompa ASI yang lain.

1. Silent pumping

Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini sama sekali nggak pakai mesin. Ajaib memang. Tinggal clop ke payudara. Lalu, ASI bisa langsung keluar dengan sendirinya tanpa perlu dipijat-pijat lagi.

Karna nggak pakai mesin sama sekali, sudah pasti silent pumping dong. Nggak ada lagi suara serr serr mesin pompa.  

2. Safe and Soft on Skin

Ini juara sih. Bahannya tuh lembut banget di kulit. Ketika diaplikasikan juga nggak ada sama sekali tarikan-tarikan layaknya ketika kita pakai pompa ASI lain. Ini beneran kayak pakai bra, nggak berasa kalau lagi pumping.

Selain lembut, bahannya juga aman di kulit kita. Jadi, kalau kamu punya kulit yang sensitif, jangan khawatir. Aman kok pakai ini.  Bahannya udah BPA Free.

3. Travel Friendly

Ukurannya yang tidak terlalu besar serta bahannya yang ringan membuat pompa ASI ini jadi praktis untuk dibawa ke mana saja. Kita tinggal masukkan ke Drawstring Storage Bag-nya. Kita mau memompa di mana saja juga mudah. Nggak perlu bingung cari stop kontak juga. 

4. Ergonomic Design

Desainnya juga ergonomik. Pegangan breast pump yang buat nancepin ke payudara tuh pas di tangan. Cupnya juga pas. Jadi nggak gampang jatuh dan nyaman dipakai. Enaknya lagi, kita nggak perlu repot-repot ngerakit. Tinggal clop aja ke payudara. Bersihinnya juga gampaaang banget. Nggak banyak printilan kaya pompa ASI biasanya.


Cara Menggunakan Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump


Dulu, waktu pertama kali lihat silicone breast pump di YouTube, saya sempat heran. Itu gimana caranya bisa nempel ya? Itu apa? Kok sumbatan ASI bisa keluar kaya benang gitu? Beneran clueless sama produk satu ini.

Setelah saya cari tahu lagi, wow! Ini sih produk multifungsi. Bisa buat pompa ASI, membantu memperlancar ASI yang tersumbat, bahkan bisa buat nampung ASI biar netesnya nggak mubadzir. The best sih ini.

Tapi, muncul pertanyaan lain di benak ini. Gimana cara pakainya? Kok bisa nempel gitu diapain ya?

Nah, kalau kamu punya pertanyaan yang sama, saya akan jelaskan tutorial penggunaannya.

  1. Tekan bagian bawah silikon untuk menciptakan hisapan. Jangan tekan bahian atas silikon ya. Ini untuk menghindari perubahan bentuk corong silikon. 
    Tutorial menggunakan silicone breast pump

  2. Pastikan posisi corong silikon berada pada tengah-tengah puting. Selain untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ini juga untuk memberikan rasa nyaman saat memompa ASI.
    Tutorial menggunakan silicone breast pump

  3. Lepaskan bagian bawah silikon untuk menciptakan hisapan. Untuk mendapatkan hisapan yang maksimal, kita bisa mencoba membalikkan corong ke arah luar terlebih dahulu sebelum ditempelkan ke payudara. 
  4. Secara perlahan, ASI akan keluar dan tertampung di dalam silikon tanpa perlu kita pegang. 
    Tutorial menggunakan silicone breast pump

  5. Kalau sudah mencapai batas maksimum, lepaskan silicone pump secara perlahan dan segera pindahkan ASI ke dalam botol atau tempat penyimpanan ASI yang lain.

Mudah bukan menggunakannya?

Penutup


Itu tadi review tidak singkat tentang Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump. Kalau ngomongin menyusui memang suka bablas aja gitu. Apalagi, saya punya pengalaman buruk dengan ini. Ini jadi perhatian lebih untuk saya agar tidak ada orang lain yang mengalami hal sama.

Memilih pompa ASI yang nggak kaleng-kaleng itu penting. Selain agar produksi ASI makin melimpah, pompa tersebut harus mampu membantu masalah lain yang ditemui ibu saat menyusui. Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini nih salah satu solusinya.

Kalau kalian pingin punya juga, Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini bisa dicari di beberapa e-commerse kesayangan kamu. Ada yang udah pernah coba juga? Tulis dong pengalaman serumu dengan Dr. Brown's Silicone One-Piece Breast Pump ini di kolom komentar.