Review GoClean: Solusi Cerdas Membalas Lambaian Mesra Tumpukan Cucian

By Aprilely Ajeng Fitriana - Monday, October 07, 2019

review goclean



Ayah saya seorang tentara dan ibu saya adalah guru. Sedari kecil, saya dan adik sudah dibiasakan menggunakan pakaian yang rapi, bahkan untuk sekedar main sama tetangga saja. Keluar rumah itu haram hukumnya kalau belum mandi. Baju yang kami pakai juga pasti sudah disetrika oleh ibu.

Beranjak dewasa, tentu saja ibu saya ingin hal ini ditiru oleh kedua anak gadisnya. Saya dan adik harus bisa setrika baju sendiri dan bertanggung jawab atas hal ini. Sayangnya, pelajaran ini rasa-rasanya susah sekali saya terima.

Setrika itu sudah capek, panas, baju juga tidak kunjung rapi. Belum lagi komplain dari ibu tentang baju hasil setrikaan saya.

"Kok gini sih?"

"Kok gitu sih?"

Kalau nggak bener, beliau minta untuk setrika ulang. Hmmm... Sudahlah enggan, jadi semakin enggan lagi. Rasa-rasanya pingin say good-bye saja dari aktivitas setrika ini.

Perantauan Menyelamatkan dari Aktivitas Setrika

merantau
sumber : pexel.com

Tahun 2009, saya mulai merantau ke Surabaya. Tinggal jauh dari orang tua. Artinya, paksaan untuk setrika baju sendiri juga sudah tidak ada lagi. Alih-alih memilih menghabiskan waktu untuk setrika, saya lebih memilih cari laundryan paling murah di dekat kost. Di sanalah cucian saya berlabuh.

Kalau dibilang bebas sepenuhnya dari altivitas setrika, ya tidak juga. Baju yang masuk lemari kan biasanya ada bekas lipatan yang mengganggu. Saya masih setrika baju-baju saya saat akan berangkat kuliah atau keluar kost. Tapi ini jauh lebih mudah karena saya hanya mensetrika ulang baju-baju itu.

Ibu saya tidak pernah komplain akan hal ini. Tepatnya, beliau tidak tahu kalau selama ini saya begitu. Kebiasaan ini berlangsung selama 9 tahun saya tinggal di Surabaya.

Sebetulnya, saat itu saya sedikit khawatir dengan diri sendiri. Saya tidak biasa mengurus cucian sendiri. Bagaimana kalau nanti saya berumah tangga? Jumlah cucian yang harus saya urus tentu juga akan lebih banyak dari yang biasa saya urus. Kalau masih berdua, ya bisa dua kali lipat. Kalau nanti punya anak? Hmmm... Bisa bertambah berkali-kali lipat.


Membalas Lambaian Mesra Cucian Setelah Menikah



Benar saja. Setelah menikah, cucian yang melambai semakin banyak. Kalau tidak segera disentuh, dia akan berkembang biak, punya anak dan cucu yang bikin makin pusing lagi. Mau tidak mau, saya harus menemukan solusi cermat untuk membalas lambaian mesra cucian ini. Ada beberapa trik yang saya pakai.

1. Tidak semua pakaian disetrika

Untuk mengurangi beban setrika, saya hanya akan mensetrika pakaian yang harus disetrika saja. Contoh, kemeja kerja suami, gamis-gamis saya. Semua baju yang memang saya dan suami pakai untuk keluar rumah saja yang akan saya setrika.

2. Lipat Menggunakan Metode Konmari

Baju-baju lain, seperti baju rumah dan kerudung biasanya saya lipat menggunakan metode konmari. Caranya, saya haluskan baju-baju itu dengan telapak tangan saya. Kemudian saya lipat. Sebetulnya, cara ini tidak membuat baju yang dilipat jadi serapi baju yang disetrika. Tapi hasilnya lumayan lah. Apalagi bajunya cuma dipakai di rumah saja. Tak masyalah kalau kusut-kusut sedikit.

3. Setrika Kerudung Hanya Ketika Akan Keluar Rumah

Tadi saya cerita kalau kerudung-kerudung yang saya miliki tidak saya setrika ketika masuk ke lemari. Ini juga bukan berarti saya keluar rumah dengan kerudung super duper kusut ya. Kerudung-kerudung ini baru disetrika kalau saya mau pakai saja. Selebihnya ya dilipat saja.

3 cara tersebut betul-betul berhasil menghilangkan stress ketika cucian mulai melambai mesra. Saya bisa mengurangi waktu untuk berpanas-panas ria dengan setrika.

Tapi itu dulu...

Sebelum suami lebih sering pakai t-shirt ke kantor. Sebelum saya hamil juga.

Beberapa bulan terakhir, suami saya jarang sekali mengambil kemeja dari lemari. Katanya sih karena cuma kerja di kantor saja. Pekerjaan suami saya memang tidak mengharuskan menggunakan pakaian formal. Suami dan teman-teman kerjanya, kalau memang tidak bertemu klien ya cukup pakai t-shirt saja selama di kantor. Bahkan, ada yang pakai celana pendek. Sesantai itu.

Suami sebetulnya sudah tidak banyak komplain tentang urusan setrika ini. Asal bajunya rapi, itu sudah cukup. Kusut-kusut sedikit juga nggak masalah buat dia. Tapi saya yang nggak enak sendiri. Masa dia ke kantor pakai t-shirt kusut?



Akhirnya, pola tadi tidak lagi saya pakai. Saya sudah tidak lagi memilah pakaian untuk disetrika. Sebelum masuk lemari, semua baju wajib disetrika.

Awalnya memang berat. Beraaaat sekali. Demi suami, apa sih yang tidak.


Lambaian Mesra Baju-Baju Bayi

Sejauh ini, saya bisa membalas lambaian mesra cucian itu. Lama kelamaan jadi terbiasa juga. Waktu setrika biasanya saya pakai juga untuk nonton drama korea atau realitu show korea supaya tidak terasa capeknya.

Tantangan baru muncul lagi. Kehamilan yang semakin besar menandakan pula kalau sebentar lagi janin yang ada di dalam perut saya akan segera launching. Persiapan kamar bayi, baju-baju bayi, dan perlengkapan lain sudah harus mulai disiapkan sejak sekarang. Ibu-ibu saya sudah berpesan begini, "baju bayi abis beli jangan lupa dicuci dan disetrika dulu."

tumpukan cucian


Mereka tahu betul kalau saya enggan melakukan ini. Saya bisa saja memberikan le laundry, tapi saya agak ragu dengan penanganan jasa laundry. Kalau tidak bersih betul bagaimana? Sudah keluar uang, bayi kena masalah kulit pula. No no no!

Saya handle sendiri. Semua baju bayi yang sudah kami beli saya masukkan ke ember untuk dicuci. Price tag dan stiker keterangan SNI saya cabut semuanya. Setelah semuanya masuk, saya shock sendiri. Baju-baju bayi yang saya kumpulkan ternyata ada 1 ember besar penuh. Ini sudah termasuk popok, selimut, bedong, dan alas ompol ya.

Banyak sekali. Mencuci baju sebanyak itu bukan masalah sulit. Kami sudah punya mesin cuci di rumah. Tapi setrikanya... Huhuhu... Membayangkan saja sudah pusing.



Itu belum baju-baju saya dan suami. Kalau digabungkan bisa setinggi gunung tentunya. Terbayang sudah berjam-jam menyelesaikan setrikaan sebanyak itu dalam kondisi perut yang semakin besar. Badan yang mulai cepat boyokan juga. Kaki yang juga cepat sekali lelah.


Aha! Panggil GoClean Aja!

Alhamdulillah, saya menemukan solusi. Ada GoClean yang siap membantu kita untuk setrika.

"Hah? Emang bisa?"


emang bisa?


Itu pertanyaan yang sering muncul kalau saya bilang mau panggil GoClean untuk setrika. Kebanyakan orang mungkin tahunya dia hanya akan membantu kita bersih-bersih rumah saja. Tapi ternyata tidak lho. GoClean juga bisa dipanggil untuk setrika baju di rumah. Jadi, kali ini saya akan ceritakan Review GoClean yang saya pesan kemarin untuk membalas lambaian mesra cucian.

Semuanya berawal dari galau dan mager berat untuk setrika baju-baju sendiri dan dedek bayi. Belum apa-apa sudah parno dengan panasnya uap setrika dan punggung yang boyokan. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung ambil HP dan buka aplikasi GoLife. Lalu, klik GoClean. Pilih kategori layanan yang Spesial. Di sini, saya pilih jasa Setrika sesuai dengan apa yang saya butuhkan.



Aplikasi ini sudah menyediakan estimasi pengerjaan bergantung jenis dan jumlah pakaian. Jadi, kita bisa kira-kira sendiri nih, berapa lama kira-kira waktu yang kita butuhkan untuk menggunakan jasa ini. Makin banyak cucian, tentu saja jam yang dipilih akan semakin banyak. Tapi, tidak perlu khawatir. Semakin lama menggunakan jasa GoClean, harga per jamnya justru lebih murah lho. 

Kita juga bisa memilih mitra yang nantinya akan melayani. Mau random boleh, mau wanita bisa, mau pria juga bisa. Semuanya terserah kita. Kalau semuanya sudah, kita tinggal lanjutkan pemesanan, atur waktu kapan kita ingin mereka datang. Klik pesan. Semudah itu.



Layanan ini khusus kita pakai untuk setrika dan melipat pakaian saja ya. Jadi, tidak bisa digabungkan dengan layanan GoClean yang lain. Untuk peralatan setrika, kita juga yang harus menyediakan semuanya. Baik setrika, maupun cairan pelicin yang nanti akan digunakan.

Selanjutnya, kita tinggal tunggu mitra datang. Kemarin saya pesan 3 jam. Kebetulan sekali sedang ada promo, jadi dapat potongan Rp25.000,-. Semakin murah lagi deh. Mamak happy kalau begini ini.


Mitra datang tepat waktu. Sebelumnya, kami sempat berkirim pesan juga melalui aplikasi untuk memastikan alamat rumah saya.

Mitra GoClean
Mitra GoClean yang ke rumah

Namanya, Bu Dian Puji Astuti. Beliau mitra GoClean yang melayani kami. Begitu datang, saya persilakan beliau masuk ke rumah dulu. Setelah itu saya kasih tahu mana pakaian yang harus disetrika terlebih dahulu. Ini penting. Meski saya sudah perhitungkan estimasi pengerjaan, tapi bisa saja perkiraan saya keliru. Nah, paling tidak cucian yang paling bikin riweh sudah dikerjakan Bu Dian. Jadi, saya tinggal kerjakan sisanya kalau waktu tidak memungkinkan.

proses pengerjaan
Proses Pengerjaan

Selama proses pengerjaan, saya nggak banyak mengarahkan. Beliau sudah tahu harus melakukan apa. Request dari saya juga dilakukan dengan baik. Dalam waktu 3 jam, semua pakaian selesai. Alhamdulillah, nggak jadi setrika sendiri. Senang sekali rasanya.

baju bayi
Baju-baju bayi sebelum dan sesudah disetrika

baju keluarga
Baju-baju saya dan suami sebelum dan sesudah disetrika

Kenapa GoClean?


Kalau ada yang tanya kenapa saya pilih GoClean untuk membalas lambaian mesra tumpukan cucian, jawabannya, kenapa nggak? Ada 3 jaminan yang diberikan GoClean ke pelanggan yang bikin saya makin mantab pilih GoClean alih-alih jasa tukang setrika yang lain.

kenapa GoClean?


1. On-demand

Kita mau apa sih? GoClean siap lho bantu kita untuk membereskan semuanya. Kita tinggal di mana saja juga bukan lagi masalah. Bisa kok. Soal setrikaan ini juga. Kadang kan kita punya rule sendiri ya untuk setrika. Baju mana sih yang boleh disetrika dan tidak. Baju mana yang harus digantung dan dilipat. Baju mana yang boleh pakai pelican dan tidak. Kita bisa bilang ke Mitra GoClean. Mereka akan permintaan kita. Plusnya lagi, kita bisa memantau kinerja mereka langsung. Kurang apa-apa bisa tinggal bilang aja.

2. Terlatih

Mitra GoClean ini juga sudah terlatih. Sebelum terjun ke lapangan, mereka akan diikutkan pelatihan resmi yang sudah distandarisasi oleh GoLife. Soal kinerja, kita udah nggak perlu ragu lagi soal ini.

3. Terpercaya

Pernah nggak sih merasa insecure kalau ada orang asing masuk rumah? Saya pernah. Apalagi yang nggak dikenal. Bukan cuma masalah kinerjanya aja sih, tapi kita juga butuh jaminan terhadap barang-barang kita juga, kan?

“Tapi kok kamu berani pesen GoClean? Kan itu masukin orang asing ke rumah juga.”

Saya merasa aman karena Mitra GoClean ini bekerja di bawah pengawasan GoLife. Ada layanan lain yang dikasih GoLife sebagai bentuk kenyamanan kepada pelanggan, yaitu GoLife Happiness Guarantee Program. Ada 3 janji untuk pelanggan yang akan mereka berikan sebagai bentuk komitmen kepuasan jasa layanan.


Apa itu GoLife Happiness Guarantee Program?


GoLife Happiness Guarantee Program adalah program dari GoLife yang menjamin kualitas dan keamanan layanan yang diberikan oleh mitra GoLife. Layanan ini sudah mencakuo semua layanan yang ada di GoLife, termasuk layanan GoClean.

GoLife Happiness Guarantee Program


Apa saja sih isinya?
Ada 3 komitmen yang dijanjikan oleh GoLife untuk memberikan kepuasan jasa layanan.

Garansi Layanan Ulang

Pernah nggak sih, pesen jasa tertentu terus nggak puas sama hasilnya? Abis itu apa ada jaminan uang kembali? Belum tentu. Apa da jaminan layanannya diulang sampai kita puas? Nggak juga.

Tapi GoLife beda. Mereka berani memberikan garansi layanan ulang ke pelanggan. Misalnya nih, kita udah pesen dan nggak puas dengan hasilnya. Kita bisa ajukan komplain melalui kolom rating.

Asuransi Layanan

Maunya setrikaan beres, eh, malah ada yang rusak atau hilang. Atau malah kena tindak kekerasan. Hmmm…



Ini nggak akan terjadi kalau kita pakai GoClean. Kenapa? GoLife sudah bekerja sama dengan PasarPolis dalam memberikan manfaat jaminan penggantian jika pengguna mengalami kehilangan barang, cedera fisik, atau membutuhkan perawatan medis akibat penggunaan layanan yang diberikan mitra GoLife. Kita akan mendapatakan manfaat perlindungan asuransi secara gratis, tanpa biaya premi polis maupun biaya lain. Plusnya lagi, seluruh biaya akan menjadi tanggungan GoLife.

Proses klaimnya bagaimana? Simak langsung di infografis berikut ya.


proses klaim asuransi
sumber : www.gojek.com

Mitra Berpengalaman

Selain mendapatkan pelatihan terstadarisasi dari GoLife, mitra GoLife sendiri juga sudah terverfikasi dan sudah melalui proses seleksi latar belakang. Jadi, nggak sembarang orang bisa masuk ke sini. Mereka yang menjadi mitra GoLife juga memiliki pengalaman kerja rata-rata 2 tahun di bidangnya. Dengan ini, kita, sebagai konsumen, akan terjamin mendapatkan pelayanan terbaik dari GoLife.


Kesimpulan

Saya yakin bahwa saya bukan satu-satunya orang yang enggan berurusan dengan cucian. Kalau dulu, mau tidak mau harus setrika sendiri. Sekarang sudah ada solusi yang bisa kita pakai untui membalas lambaian mesra cucian. Selain kita bisa awasi sendiri pekerjaan tersebut, GoClean juga memberikan berbagai layanan yang tidak hanya membuat kita senang menggunakan jasa setrikanya, tapi juga tenang.

Kamu punya masalah yang sama dengan saya? Panggil GoClean aja!

  • Share:

You Might Also Like

29 komentar

  1. Replies
    1. iya, mereka dilatih dulu dan dilihat latar belakangnya.

      Delete
  2. wow... baru tau saya ada asuransinya, layaknya dicoba nih. semoga sudah ada layanan ini dikota padang

    ReplyDelete
  3. Kalo ngeliat lipatan baju konmari emang rapih ya. Tapi sebetulnya malah bikin banyak jiplakan lipatannya gak sih mba? Hehe malah harus setrika lama lagi deh... Solusi terakhir ya go clean ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. lipatan ya udah pasti ada, emang kalau mau enteng ya pakai go clean. wkwkwk..
      tinggal pencet, beres sendiri.

      Delete
  4. Cucian yang semakin menumpuk memang menjadi hal yang tidak mengenakkan. Selain semakin memakan waktu untuk mengerjakan juga ekstra tenaga. Go Clean sangat membantu, membuat semua masalah yang dihadapi para ibu menjadi cepat terselesaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali. nggak cuma soal setrikaan, bebersih rumah juga bisa lho

      Delete
  5. Belum kesampean juga pesan go clean nih mbak. Sekali-kali pengen juga santuy di rumah.. Hihi. Semoga kehamilannya lancar sampai proses persalinan ya mbak.. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mbak, cobain. enak lhooo beneran bisa santuy gitu.

      aamiin.. makasi mbak

      Delete
  6. Wiih aku baru tau lho Go Clean bisa jadi mitra buat jasa strika aja. Semakin memudahkan para ibu di rumah nih. Duh, sayangnya aku tinggal mernatau ke daerah pedalaman, yg belum masuk Go clean huhu hiks

    ReplyDelete
  7. Belum pernah nyoba nih, so far urusan setrikaan masih kehandle kalau saya.
    Rrncananya malah pengen nyoba utk bersih-bersih rumah. Jadi tenang kalau ada jaminan dari go life.. Insyaallah mitranya terpercaya. Terima kasih reviewnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu juga asoy sih, pas lagi capek banget, tinggal panggil go clean buat beberes. pluuus, pesen go massage buat pijeet. enak banget gak sih?

      Delete
  8. Hihi.. Kayak aku wae males klo urusan setrika. Nggak sempat, capek dan nggak betah lama2 depan setrika. Untung rumahku dekat kost2an jadi banyak laundry. Tapi kayaknya go clean bisa jadi solusi baru.

    ReplyDelete
  9. Ku belum pernah Go Clean jasa setrika Mbak. Penah yang jasa bersih-bersih rumah
    Jadi ngadain bukber di rumah pas Ramadhan kemarin, panggil Go Clean deh buat bantu rapi-rapi sesudah dan sebelumnya. Durasi 4 jam ...Dan senaaaang. Karena saya jadi terbantu sekali, cuma fokus ke hidangan. Sementara rumah rapi jali dah ada yang mengerjakan. memang Go Clean bisa diandalkan!

    ReplyDelete
  10. abis Go-Clean terus pesen Go-Massage... perfect hehehe

    ReplyDelete
  11. Iya mbak, kalau baju yang dipakai di rumah saya lebih sering dilipat saja,, hehe
    Tapi klo ada jasa go clean disini bileh juga tuh dicoba,, :)

    ReplyDelete
  12. Kalau urusan setrika saya angkat tangan deh, paling nggak kuat setrika lama-lama, hehe eh tapi enak nih kalau ada pelayanan jasa seperti Go Clean ini. Pengen nyoba deh tapi di tempat saya sudah ada belum ya?

    ReplyDelete
  13. Terkadang kalau lagi capek males nyuci dan setrika. Makanya aku tuh sering banget nyetrika pas pakaian mau dipakai, tetapi cara tersebut malah gak efektif. Hadirnya go clean ini sangat membantu ya, mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. ini aku banget pas jaman gadis dulu. tapi sekarang ydah gak gitu lagi. suami bisa tidur lagi kalau kelamaam nunggu. wkwkwk..

      paling pas emang pakai go clean

      Delete
  14. Aku udah beberapa kali menggunaka go.clean khusus nyetrika baju ku yang numpuk di kos kossan

    ReplyDelete
  15. Sekarang mskin praktis saja, bahkan untuk tumpukan pakaian yNg harus dicuci dansetrika, tinggal call go clean

    ReplyDelete
  16. Ahahaha, panjang ya lika-likunya. Sya yang masih belum punya anak kayaknya masih bertahan dengan trik 1, 2, 3... tapi ntah besok kalo mulai rempong mungkin akan pake aplikasi ini... thnks rekomendasinya bund...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. udah coba aneka rupa metode. hahaha
      paling enak ya pakai go clean. tinggal pencet setrikaan beres

      Delete