10 Hal yang Harus Kamu Lakukan Setelah Posting Tulisan di Blog

By Aprilely Ajeng Fitriana - Thursday, October 10, 2019

tips ngeblog



Traffic tinggi, DA/PA ciamik, artikel bisa masuk Page One. Rasa-rasanya ini sudah jadi common dream para blogger ya. Siapa sih yang nggak kepingin begitu? Indikator-indikator tadi yang menentukan bagaimana performa blog kita. Makin baik nilainya, pintu rejeki terbuka semakin lebar pula. Iya apa iya?

Masalahnya, cita-cita semacam ini adakalanya tidak diimbangi dengan usaha yang relevan. Mungkin karena anggapan bahwa setelah menulis di blog semua masalah selesai. Macem orang abis pup gitu. Ngeden, keluar, siram. Selesai. Padahal blogging itu nggak sekedar nulis aja. Kalau cuma nulis, terus tutup laptop, bagaimana caranya tulisan kita akan ditemukan oleh pembaca?

“Tulisan itu akan menemukan pembacanya masing-masing.”

Siapa yang keracunan quotes ini? Banyak orang yang akhirnya tidak melakukan hal lebih, hanya karna membaca quotes ini. Salah? Tidak. Quotes ini tidak salah. Tapi kita yang keliru mengitepretasikannya.

Tulisan itu memang akan menemukan pembacanya masing-masing, kalau kita mau bagikan. Tunjukkan pada orang lain. Suatu saat nanti, dia akan menemukan orang yang setia dengannya. Tapi kalau hanya diam saja, ya jadi macam diary yang digembok dan ditaruh di bawah bantal itu. Siapa yang membaca? Penulisnya sendiri.

Kalau kamu masih menganut hal semacam ini dan ingin traffic blog meningkat, bertobatlah. Kembalilah ke jalan yang benar. Caranya? Tulisan yang kamu buat tidak bisa dibuat suka-suka. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar bukan hanya pembaca yang mau melirik tulisan kita, tapi juga mesin pencari. Setelah publish tulisan di blog, usaha kita tidak berhenti sampai di situ saja. Ada beberapa hal lain yang juga harus kita lakukan.

1.  Bagikan ke sosial media

sosial media


Meski kita sudah menerapkan SEO on Page. Tulisan kita tidak akan langsung terindeks oleh mesin pencari. Artinya, butuh waktu bagi orang lain untuk akhirnya menemukan tulisan kita. Sedangkan, kita ingin tulisan kita segera dibaca oleh orang dan mendapatkan respon dari orang lain. Ya, kan? Untuk mempersingkat waktu itu, jangan sungkan untuk membagikan tulisan kita di sosial media yang kita miliki. Ini bukan hanya agar tulisan kita cepat dibaca orang saja, sosial media juga bisa kita gunakan sebagai sarana untuk branding diri kita.

2.  Jadwalkan untuk membagikan tulisan di Twitter beberapa kali

Ada yang masih main Twitter? Kalau dibandingkan dengan Youtube dan Instagram, iya memang tidak seramai itu. Tapi masih banyak lho orang yang main Twitter. Mau bukti?

Masih ingat cerita horror yang viral dari thread Twitter? Itu lho KKN Desa Penari. Sekarang sudah keluar novelnya. Dari Twitter, kemudian jadi viral dan bukunya dicari oleh banyak orang.

Lalu, bagaimana dengan tulisan kita di blog? Tidak ada salahnya juga kita bagikan di Twitter. Bukan hanya sekali. Buat semacam kultweet yang membahas topik tersebut. Sesudahnya, kita bisa bagikan link lengkapnya. Sesekali kita bisa angkat lagi topik tersebut dan menyertakan link blog kita. Cara seperti ini yang biasanya akan memancing orang untuk membaca tulisan kita. Alih-alih langsung share link saja.

3.  Buat Instagram Story untuk promosi tulisan baru

instagram


“Enak ya kalau followernya lebih dari 10K, bisa swipe up lalu tulisan kita dibaca deh.”

Yap, memang menyenangkan kalau bisa memanfaatkan fitur ini. Tapi, yakin setelah punya follower lebih dari 10K tulisan kita akan ditengok oleh follower kita? Eits, belum tentu.

Kita perlu ingat bahwa orang hanya akan mau melakukan hal yang kita inginkan, kalau mereka penasaran dengan isinya. Kira-kira mana yang lebih bikin penasaran? Langsung update kalau kita abis share tulisan di blog, atau jaring interaksi dengan follower dulu?

Nggak perlu lihat data sih. Kita bisa tanyakan ke diri kita sendiri. Mana yang lebih kita suka? Kalau sudah ketemu jawabannya, ya lakukan.

Saya pribadi lebih tertarik dan kepo dengan tulisan tertentu setelah saya mengikuti sharing singkat yang dibagikan oleh penulis di instastory-nya dibanding yang langsung share tulisannya. Cara ini kemudian saya buktikan sendiri. Kalau saya langsung share tulisan dan minta follower saya klik link di bio saya ternyata sedikit sekali yang mau klik tulisan ini. Dapat 1 saja sudah untung. Ini lain ceritanya kalau saya sharing dulu. “Ngobrol” dulu dengan follower saya. Orang yang klik link saya juga jadi lebih banyak. dibilang banyak sekali juga tidak. Dari total follower, ada 10% yang membaca story saya. 5-10% dari pembaca itu yang akhirnya klik link yang saya bagikan setelah saya buat sharing sebagai bahan promosi.

Saya yakin, ketika engagement dengan follower terbangun, akan semakin banyak lagi orang yang akan membaca blog kita setelah kita punya fitur swipe up.

“Gimana caranya? Tiap kali bikin interaksi sedikit sekali yang mau baca apalagi merespon.”

Apa sih yang bikin kita tertarik untuk baca? Karena kepo, kalau nggak gitu karena kita butuh informasi itu. Ini sebabnya kita harus memastikan bahwa follower yang kita miliki saat ini memang sesuai dengan target pembaca yang kita mau. Kalau tidak bagaimana? Ya effortnya akan jauh lebih tinggi lagi.

4.  Share di Facebook Group

Kamu tergabung di banyak komunitas? Manfaatkan komunitas-komunitas yang kamu miliki untuk membagikan tulisanmu. Makin banyak komunitas yang kita ikuti, makin banyak pula peluang kita untuk membagikan tulisan-tulisan kita.

5.  Respon komentar yang masuk

komentar


Share di sosmed sudah. Buat konten promosi di Twitter, Instagram Story, dan Facebook sudah. Lalu, apa lagi?

Yuk, tengok blog kita sendiri. Setelah tulisan kita bagikan, biasanya akan ada orang yag berkunjung ke blog dan meninggalkan jejak di sana. Komentar-komentar yang masuk itu jangan dianggurin aja. Engagement juga perlu kita bangun di sini. Sebisa mungkin balas semua komentar yang masuk.

“Tapi repot, Lel. Banyak sekali komentarnya.”

Kalau tidak bisa melakukan setiap hari, kita bisa kok buat jadwal khusus hanya untuk membalas respon yang masuk. Lakukan hal ini sekali waktu itu. Ini untuk efisiensi kerja juga sih.

6.  Blogwalking

Selain membalas komentar dan membagikan tulisan di blog, lakukan juga blogwalking ke blog lain. Cara ini ternyata bisa membantu kita untuk mendapatkan traffic lain. Kalau mau dianalogikan, ini semacam ketuk pintu rumah orang, lalu menyapanya. Orang jadi lebih notice, kan?

7.  Cek Google Analytic untuk melihat performa

Google Analytic


Kalau semuanya sudah dilakukan, saatnya kita buka Google Analytic untuk melihat performa blog kita. Dari semua usaha yang sudah kita lakukan itu, dampaknya apa sih? Kita bisa tahu dari data statistik yang ditampilkan oleh Google Analytic.

“Oh, banyak yang mengunjungi. Tapi ternyata mereka cuma nengok aja, nggak baca tulisan kita.”

“Oh, tulisan kita ternyata banyak dikunjungi dan dibaca.”

“Oh, topik yang begini yang ternyata disukai oleh pembaca kita.”

Semuanya bisa kita ketahui dari Google Analytic. Kalau sudah tahu, kita tinggao membuat evaluasi dan perencanaan ke depan untuk perbaikan performa blog kita.

8.  Promosikan kembali tulisan di sosial media

Biasanya nih, kita rajin sekali membagikan tulisan yang baru saja kita tulis ke sosial media. Tapi sayangnya, kita banyak melupakan tulisan-tulisan lawas kita. Kalau mau dapat traffic tinggi, tulisan-tulisan lama kita juga jangan sampai lupa dibagikan. Caranya bisa dengan sharing di komunitas, lalu memberikan link sebagai alat bantu untuk menjelaskan topik yang kita bahas tadi.

9.  Upgrade konten sesuai dengan kebutuhan

Tulisan kita ternyata sudah mulai banyak dilirik nih. Nah, sesekali lakukan inspeksi tulisan-tulisan lama. Ingat, orang tidak hanya akan membaca tulisan terbaru kita. Tulisan kita jaman baheula juga memungkinkan untuk mereka baca. Padahal, dulu mungkin cara kita nulis masih suka-suka, typo juga di sana-sini, alur pun nggak jelas. Kita bisa upgrade tulisan kita jadi lebih baik lagi. Atau, semisal kita punya informasi terbaru terkait topik yang pernah kita tulis, ya sudah upgrade saja tulisan tersebut. Kita nggak harus lho bikin tulisan dari awal banget.

Upgrade tulisan

10.           Apresiasi diri

Ini bagian yang paling penting juga. Apa yang sudah kamu lakukan dari nomor 1-9 itu bukan hal yang mudah. Butuh effort yang besar untuk melakukan semua itu. Jangan lupa untuk mengapresiasi diri sendiri. Kejar target itu oke, tapi kalau sampai membuat kita lupa bahwa kita sudah mengupayakan banyak sekali cara, ini juga tidak baik. So, jangan lupa untuk berterima kasih pada diri sendiri atas segala kerja keras yang sudah dilakukannya.

Kesimpulan

Nah, itu tadi 10 hal yang bisa kita lakukan setelah posting tulisan di blog. Tujuannya ya supaya tulisan kita lebih cepat menemukan pembacanya. Banyak sekali memang PR yang perlu kita lakukan, tapi kalau semuanya dilakukan dengan senang hati, sebanyak apapun, tetap bisa kita nikmati.

Kalau kamu punya tambahan cara lain untuk menemukan pembaca, tulis di kolom komentar ya.

  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Banyak banget ya tugas sebagai blogger, baru baca aja udah fiuuhhh hahahahaha.
    Saat ini saya lebih fokus menulis di blog sih, tetap bagikan ke medsos, meski kadang lupa bagikan ke grup, kalau blog walking, lebih prefer ke natural saja.
    Kalau pakai list cuman buat postingan berbayar.

    Apapun itu, jangan lupa semangat selalu ngeblog nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangeeet... hahahha
      karena ngeblog itu nggak cuma nulis.

      saya paling bagikan ke medsos sih. kalau ke grup untuk artikel-artikel tertentu saja. tspi kalau ikutan list BW diupayakan sih, biar enak aja.

      betul, semangat!

      Delete
  2. Sip,, bener banget. Tradisi blogwalking bikin blog aku jadi ada beberapa pengunjungnya, hehehehe. Padahal kemarin-kemarin hanya mirip diari yang digembok

    ReplyDelete
  3. Masih belum bisa aku bikin story yg menggugah..
    Ttg google analitics, beda ya hasilnya sma "stats" yg ada di blog?

    ReplyDelete