Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Masa Pandemik

By Aprilely Ajeng Fitriana - Monday, March 30, 2020

Sehat mental

Belakangan ini, saya merasa antara otak dan tubuh saya sering sekali tidak sinkron. Banyak kesalahan-kesalahan konyol yang saya lakukan. Contoh, salah ambil handuk waktu mau mandi. Bukannya ambil handuk sendiri, malah handuknya Ghazy yang diambil. Ini masih belum seberapa. Pernah juga mau nutup termos pakai tutup tempat sikat gigi Ghazy.

Kalau ditanya kenapa bisa begitu, jawabannya karena saya sedang butuh refreshing. Saya yakin saya bukan satu-satunya orang yang mendadak jadi aneh setelah titah di rumah aja digaungkan oleh Pak Presiden. Tapi, begini ini masih mending karena ternyata di luar sana banyak yang kesehatan mentalnya mulai terganggu.

Ada orang-orang yang mulai mengalami anxiety, paranoid, psikosomatis, dan lain-lain. Kapan hari saya baca curhatan beberapa teman di WAG. Mereka cerita kalau belakangan mentalnya sudah tidak sehat lagi karena terpapar segala hal tentang Covid-19 ini. Ya berita-berita ngerinya, ya hoax-hoaxnya. Makin lama kok ya bikin mual.

Baca juga: Corona Virus dan Kita Hari ini

Takut Itu Wajar, Kok!

Takut

Kalau hari ini kamu merasa cemas atau takut, it's okay. Itu wajar, kok. Rasa takut ini justru bisa jadi alarm untuk diri kita sendiri agar lebih aware dengan kondisi apapun. Jadi, nggak sembrono gitu.

Saya lupa di Bobo edisi berapa. Pastinya sudah jadul banget ya. Penting banget kita punya rasa takut. Malah harus ada. Jangan sampai nggak punya sama sekali.

Permasalahan yang muncul bukan di kita takut atau tidak. Tapi, ketika rasa takut ini mulai berlebihan. Reaksi yang kita timbulkan pun jadi berlebih.


Gangguan Psikis Menurunkan Imun

Imun

Ini sudah banyak sekali dokter yang menjelaskan terkait ini. Ketika psikis kita terganggu, maka imun tubuh kita juga ikut turun. Apakah ini terjadi langsung? Ternyata tidak. Ada tahapan-tahapan sebelum sampai ke sana.

1. Menurunnya kemampuan otak

Ini yang sedang saya alami beberapa hari ini. Saking bosannya, kok ya rasanya jadi mulai bego gitu. Otak sama badan banyak nggak sinkronnya.

Ada yang lebih parah lagi. Sudah tidak bisa berpikir jernih. Otaknya fokus ke hal-hal buruk aja tanpa mampu menghasilkan solusi. Ya makin stress.

2. Hormon mulai kacau

Siapa yang pernah datang bulannya kacau gara-gara menyelesaikan skripsi? Yuk, angkat tangan!

Saya nggak pernah sampai begini sih. Tapi teman-teman saya banyak yang mengalaminya. Ada yang tidak mens selama 2 bulan lebih. Ada juga yang justru mens tidak henti-henti.

Kita sama-sama tahu bahwa menstruasi bisa terjadi atas kerja hormon. Kalau ini terganggu, siklus mensnya jelas jadi terganggu juga.

Ini juga yang jadi alasan kenapa ketika kita mau promil nggak boleh stress. Hamil kan butuh peran aneka hormon untuk ini itu. Kalau stress, hormon nggak stabil, ya susah lagi hamil. Teman saya ada lho yang sampai cuti sebulan biar nggak ngurus kegiatan kampus biar promilnya lancar. Alhamdulillah, sekarang udah punya anak.

3. Imun tubuh turun

Nah, ini yang terakhir. Setelah 2 tahap tadi kita lalui, gongnya ada di sini nih. Menurunnya imunitas di dalam tubuh kita.

Ini yang gawat. Terutama di masa pandemik macam sekarang. Kita butuh imun yang kuat untuk bisa melawan penyakit ini.

Kita sama-sama tahu bahwa tingkat penularan Covid-19 ini tinggi sekali. Tapi, kemungkinan sembuhnya juga besar tergantung dari daya tahan tubuh kita. Orang yang positif covid-19 tidak selalu butuh ICU untuk bisa tetap hidup. Ada banyak kasus yang ternyata tidak butuh perawatan medis sama sekali. Ya macam kita flu biasa aja. Kalau mau cepat sembuh, minum vitamin, makan-makanan yang bergizi, istirahat yang cukup.


Jaga Kesehatan Mental dengan  Hal Ini

Have fun

Pada akhirnya, kalau kita ingin bisa tetap survive dari virus ini. Kita tidak cukup hanya menjaga asupan makanan dan rajin olahraga saja. Kondisi mental kita juga perlu dijaga agar daya tahan tubuh kita tetap baik. Ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental kita.

1. Batasi asupan informasi tentang Covid-19

Peringatan tentang Covid-19 ini ada di mana-mana. Banyak sekali. Mau nonton TV, beritanya ada. Mau buka internet, sekarang iklannya ada. Buka WAG apalagi, ini banjir banget. Parahnya lagi kalau di WAG, banyak informasi-informasi tidak valid yang beredar.

Melelahkan lho ngikutin itu semua. Tidak hanya itu saja, paparan informasi ini ternyata kalau terlalu banyak juga nggak baik untuk mental kita. Jadi, perlu kiranya kita membatasi diri untuk update info.

Tidak harus selama 24 jam tahu kondisi terkini. Kita bukan pemimpin daerah yang harus selalu update info perkembangan untuk mikir langkah strategis, kan. Kita cuma butuh tahu agar lebih waspada saja. Kalau saran saya, update informasi cukup sekali dalam sehari. Itu pun jangan terlalu lama. Biar nggak pusing juga.

2. Cari hiburan

Kita memang disuruh untuk di rumah aja. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa mencari kesenangan di sini. Kita bisa lho cari hiburan dengan melakukan hobi kita. Contoh, memasak, nonton film, journaling, dan masih banyak lagi. Lakukan saja selagi punya banyak waktu. Bahkan, kalaupun waktu kita terbatas karena banyak sekali yang diurus, luangkan waktu khusus.

Saya biasanya menggunakan waktu di pagi hari untuk memasak sembari nonton reality show Korea, film, atau bahkan drama. Sisanya, main sama anak sampai capek. Ini ternyata lumayan membantu untuk bisa tetap waras.

3. Perbanyak ibadah

Semua juga bisa merasakan ya. Ketika kita khusyuk beribadah, hal yang kita dapat adalah ketenangan. Kalau sudah mulai gundah, kita bisa perbanyak sholat sunnah kita. Ini juga yang diajarkan Rasulullah ketika kita mendapat ujian. Hadapi dengan sabar dan sholat.

4. Istirahat yang cukup

Ini juga poin yang tidak kalah penting. Istirahat yang saya maksud tentu bukan hanya sekedar rebahan saja. Kita juga butuh tidur cukup untuk bisa tetap waras. Saya pernah menulis tentang gangguan tidur dan solusinya. Silakan dibaca juga untuk tahu kolerasi antara cukup tidur dengan menjaga diri agar tetap "waras".

Penutup

Pandemik ini adalah ujian yang kita alami bersama. Ada perang melawan musuh yang kita sama-sama tidak bisa lihat. Pastinya, bukan hanya sehat secara fisik saja yang kita butuhkan, tapi juga mental. Ada banyak cara untuk bisa menjaga itu semua. Tapi, jangan lupa. Jangan segan atau takut untuk meminta bantuan tenaga ahli, bila gejala yang kita alami semakin memburuk.

Konsultasi dengan psikolog atau psikiater itu bukan aib kok. Ini justru jadi satu langkah berani yang bisa kita lakukan untuk bisa segera sehat.


  • Share:

You Might Also Like

43 komentar

  1. Halo Mba Lelly, lama nggak mampir di blog ini... bai de wei, pengalaman kita hampir sama mba, cuma penyebabnya beda... aku udah sempet cari-cari psikolog juga untuk konsultasi tapi nggak jadi. alhamdulillah bisa recovery berkat hadirnya teman-teman yang energinya positif... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak. Aku juga akhirnya mayan waras setelah keliling Bogor bentar. Meski cuma bisa #DiMobilAja. Wkwkwk

      Delete
  2. Soal lupaan, saya pun begitu, Mbak. Mbak. Lupa tekan tombol on pas lagi Nanak nasi, mau minum yang diambil piring terus nyalain dispenser. Ini asli ngakak banget abisnya.

    Kurangi akses berlebihan yang bisa bikin nambah kekhawatiran. Kurangi berita tentang Corona dan tingkatkan imun keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah... Ini saya pernah banget mbak. Pas 15 menit mau buka puasa baru sadar pula. Wkwkwk..

      Iya, perlu dibatasi biar nggak makin gila. Buat yang bosan-bosan gini, mending jangan ada asumsi kalau ini bakal lama.

      Delete
  3. Penting banget ya jaga kesehatan mental salah satu caranya dg tutup berita yg bukan resmi dari pemerintah. Kebanyakan hoaks tuh. Lebih baik lihat berita di TV aja dan mengikuti himbauan dr pemerintah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Lebih baik dapat berita dari sumber terpercaya.

      Delete
  4. Aku termasuk kangen dengan tulisan mba yang satu ini, hehehe. Semoga mba Lelly dan keluarga tetap sehat dan bahagia ya, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Iya mbak. Memang kemarin hiatus lama abis lahiran. Ini udah balik lagi.

      Delete
  5. bener ya mungkin di dalam jia yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Kesehatan mental memang pengaruh banget sama imun tubuh

    ReplyDelete
  6. pikiran positif, tetap jaga kesehatan, makan yang bergizi.

    ReplyDelete
  7. Masa-masa sekarang ini menag semua serba sulit, Mba. Meski demikian, kita memang harus selalu mengedepankan prasangka baik dan menjaga kesehatan mental agar wabah ini dapat terlewatkan dengan baik.

    ReplyDelete
  8. Setuju Mba. Kurangi membaca berita tentang covid 19. Bikin stress. Perbanyak ibadah aja selama di rumah.

    ReplyDelete
  9. Penting banget emang menjaga kesehatan mental kita. Jangan sampai deh karena kebablasan asupan berita tentang Covid-19 lalu jadi senewen sendiri bahkan kena Psikosomatik. Stay healthy inside and outside ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  10. Banyaknya berita hoax yang beredar memang bikin kita jadi makin khawatir.
    Karenanya kita perlu berhati-hati supaya tidak mengurangi daya tahan tubuh kita atau mengacaukan semua kondisi disekitar kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak betul. Makanya kudu disaring bener-bener deh.

      Delete
  11. Jaga kesehatan jiwa raga. Si kecil udah gede aja ya mba Lelly

    ReplyDelete
  12. aku kadang saking bingungnya itu mau ngapain, dan yang paling membuat ada yg ditunggu-tunggu itu pas lagi Money Heist tgl 4 Apr udah release season nya, pokoknya diminggu kedua aku udah rasain menuju mental breakdwon huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Udah mulai gak waras. Akhirnya keluar rumah sih. Meski cuma di mobil aja.

      Delete
  13. Batasi informasi tentang covid-19. Ini bener banget sih. Karena banyaknya informasi yang beredar yang belum tentu juga kebenarannya justru malah membuat kita semakin panikk dan khawatir. Untuk menyaring informasi sangatlah penting. Biar fikiran kita tetap sehat juga

    ReplyDelete
  14. Masya Allah terima kasih tulisannya mbak. Selalu berusaha positif thinking dan berdoa 😍 semoga pandemi ini segera berakhir aamiin

    ReplyDelete
  15. Benar, Mbak..kita mesti membatasi informasi terutama yang nggak jelas atau justru bikin lebih panik. Saya nggak pernah salah ambil handuk anak sih, tapi mulai meraung-raung sambil bilang...bosaan...bosaan...haha..serius meski konyol kayak hiburan aja sih kwkwk. Akhirnya sadar di luar sana masih banyak yang lebih sulit ketimbang saya yang hanya nggak keluar rumah...hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk... Saya ngebayangin mbak muyass meraung lho. 😆

      Delete
  16. Kalau ada sesuatu yang membuat kita jadi lemah, marah, dan takut sebaiknya memang dihindari penyebab itu. Lakukan hal yang menyenangkan agar imun tubuh tetap terjaga

    ReplyDelete
  17. Aku skr ini sangaaaaat membatasi membaca berita2 ttg covid yg banyak beredar di medsos mba. Baca itu malah jd parno berlebih. Dan aku tau itu ga bgs utk pikiran, malah bisa bikin imun drop.

    Aku pgn berfikir LBH positif,supaya bisa fokus trus menaikkan imun tubuh. Virus ini bukannya ga bisa dikalahkan. Yg ptg imun tubuh kita ttp terjaga. Makanya aku ga pgn terlalu mikir yg negatif2 nya :(

    ReplyDelete
  18. Makanya saya nggak mau terlalu berlebihan juga konsumsi berita terkait COVID 19 ini karena efeknya bisa lari ke mental ya Mbak. Tapi yah saya berharap semoga pandemi ini segera berlalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cukuplah ya belajar covid-nya. Update berita juga secukupnya aja biar nggak stress sendiri.

      Delete
  19. Adeeeeeek, lucu bangeeeetttt..Kalau lagi takut dan panik terus liat anak sehaaat setiap hari jadi bahagia dannggak jadi panik berkelanjutan ya mbak..InsyaAllah semogakitasehat sehat aja. Bismillah semoga wabah ini cepat mereda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaa... Saya juga gitu mbak. Hiburan banget tuh bocah.

      Delete
  20. Kyknya udah berkurang mba, info2 amatiran tentang covid, di wag, ig, ato pesbuk mba, awal2 kemaren waktu indonesia masih 0 kasus emg bnyk, tapi stressnya udah luar biasa, karena berita mengerikan aja yg dibagikan, eh giliran kena disini, orgnya juga gak serius nerapin anjuran pemerintah, gmn gak bikin stres lg, stres lg. Kalo skrg, mah org2 sibuk share2 tentang makanan semua, udahlah cemas karena wabah, eh stress lagi, ngeliat makanan sliweran (karena efeknya ini ke dompet, dan ke hobi ngemil jadinya) 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, udah berkurang meski masih ada juga. Kalau sosmed sejauh pantauan saya masih terkendali. WAG ini yang masih sering share yang nggak jelas sumbernya.

      Tapi iya sih, sekarang lebih banyak yang share ide kegiatan di rumah. Soalnya mulai bosan berjamaah. Wkwkwk

      Delete
  21. Kok sehati kita mbaa ' ehehe.. Otak rerasa banget mulai menurun kualitasnya.
    Kadang saya merasa mulai ling lung, pengen mengerjakan apaa eh yang diambil lain lagi. Kadang merasa effort less, tidak semangat. Sampai pada tahap saya harus menuliskannya di blog nih.
    Setelah nulis curhatan selama wfh, pikiran jadi agak lega :)
    Btw, di blog saya juga mengalami kssus gambar tidak terlihat, solusi di blog ini bagaimana mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeet... Nulis tuh bikin plong.

      Gambar yang ilang akhirnya saya upload ulang mbak. Repot sih. Tapi ya mau gimana lagi.

      Delete
  22. Aku sempat masuk pada fase yg boring banget ada di rumah. Karena kebutuhan refreshing juga harus ada. Apalagi aku bukan tipe yg full day di rumah sebelumnya. Trus nyari berbagai komunitas yg produktif, akhirnya jadi betah sendiri. Lingkungan memang pengaruh paling besar. Meski cuma dunia online, bisa sesibuk ini. hehe

    ReplyDelete
  23. kala begini, larinya ke pola pikir jadinya ya mba, karena fikiran terkadang yang menyebabkan sakit itu adanya.

    ReplyDelete