Review Melahirkan di RSIA Bunda Suryatni

By Aprilely Ajeng Fitriana - Monday, March 02, 2020

Kapan hari ada DM yang masuk menanyakan apakah saya jadi melahirkan di RSIA Bunda Suryatni atau tidak. Rupanya, beliau baru saja membaca tulisan saya tentang hunting dokter kandungan di Bogor. Beliau juga menanyakan tentang dr. Farah Dina dan tim tenaga medis di RSIA Bunda Suryatni.

Sebetulnya, ibu ini bukan orang pertama yang bertanya. Pasca melahirkan, teman saya di Ibu Profesional Bogor juga sempat menanyakan hal serupa. Adik tingkat saya saat kuliah S2 juga.

Saya paham kegalauan bumil-bumil ini. Sebagian besar ibu hamil ingin melahirkan normal. Sayangnya, tidak semua tenaga medis dan SOP rumah sakit mau memberi dukungan penuh kepada ibu hamil ini.

Saya pun pernah merasakan kegalauan yang sama. Saya coba googling sana sini, tapi jawabannya belum ada yang betul-betul membuat saya puas. Bersyukur sekali saat kontrol kehamilan bertemu ibu yang baru saja melahirkan di RSIA Bunda Suryatni. Obrolan itu yang akhirnya meyakinkan saya untuk melahirkan di sana.

Nah, kali ini saya akan mencoba menuliskan pengalaman saya setelah melahirkan di RSIA bunda Suryatni. Semoga tulisan ini nantinya dapat menjadi referensi bagi ibu-ibu hamil di Bogor yang memang sedang bingung mencari rumah sakit untuk bersalin.




Kenapa Memilih RSIA Bunda Suryatni?

Alasan utama memilih rumah sakit ini yang pertama adalah jarak tempuh dari rumah yang relatif dekat. Paling lama 30 menit, kalau ada macet di depan Transmart Yasmin. Kalau lancar, paling hanya 15 menit saja sampai sana.

Selain jarak tempuh, tentu saja fasilitas rumah sakitnya. Karena rumah sakit ini tergolong baru, jadi masih sepi. Pelayanan yang ada juga jadi lebih nyaman. Saya tidak perlu antri lama untuk mengurus ini itu di sini, kecuali kontrol dokter. Harap maklum, dr. Farah Dina ini dokter sejuta bumil di Bogor. Banyak yang cari.

Fasilitas Bersalin di RSIA Bunda Suryatni

Sebelum melahirkan saya dan suami sempat diskusi tentang pilihan kelas layanan yang akan kami gunakan nanti. Mana yang sekiranya lebih nyaman untuk kami. Sendirian atau sekamar dengan orang lain. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kami memutuskan memilih sendirian saja di ruangan.

Dari pilihan itulah kami mulai menanyakan ke bagian informasi, kelas mana yang bisa mengakomodir keinginan kami. Kelas 1, 2, atau 3 kah? Atau kelas VIP ke atas?

Tenyata kalau mau sendiri, minimal ada di kelas VIP. Hari Senin setelah dapat surat cinta harus induksi dari dr. Astry, kami mulai booking ruangan.

Ruang VK

Sebetulnya, saya baru sadar kalau ini ruang bersalin ya pasca melahirkan. Wkwkwk..

Saya pertama kali masuk ke sini untuk menjalani tes CTG. Seminggu sebelum akhirnya saya melahirkan Ghazy. Awalnya, saya mengira ini ruang pemeriksaan yang biasa. Ternyata bukan.

Ruang bersalin yang ada di RSIA Bunda Suryatni ini ada 2 macam. Ada yang kelas VIP dan non VIP. Apa bedanya? Kalau kelas VIP sendirian, kalau non VIP dalam 1 ruangan bisa diisi hingga 4 orang.

Ruang bersalin VIP dikhususkan untuk pasien kelas VIP ke atas. Jadi, kalau memang ingin melahirkan dengan khusyuk, bisa memilih opsi ini. Saya dan suami sendiri memilih melahirkan di sini karena khawatir saya stress duluan mendengar orang di ranjang sebelah yang melahirkan. Saya lebih baik sendirian supaya pikiran juga jadi jauh lebih tenang.

Kita belum bisa masuk ruang perawatan sebelum bayi launching. Jadi, selama masa tunggu itu ya tetap di ruang bersalin. Alhamdulillah, keluarga yang menunggu saya bersalin bisa tetap istirahat dengan lumayan nyaman di sini.

Ruang OK

Saya berada di ruang bersalin selama 2 hari 2 malam. Senin sore saya baru masuk ruang OK untuk menjalani sectio caesar.

Apa bedanya kalau melahirkan di Ruang VK dan OK? Kalau melahirkan di VK, kita bisa ditunggu oleh pendamping persalinan kita. Sedangkan kalau di OK, kita sendirian. Pendamping diminta menunggu di luar hingga operasi selesai.

Setelah operasi, saya masih ada di ruangan ini selama 6 jam untuk observasi. Lebih-lebih karena sebelum sectio sempat ada drama dulu. Jadi ya betul-betul diperhatikan.

Saya tidak diminta untuk menunggu buang angin terlebih dahulu untuk boleh makan dan minum. Saya justru diminta untuk melatih pencernaan saya perlahan. Kalau minum air putih bagaimana, kalau makan kue bagaimana, kalau makan yang lebih berat lagi bagaimana. Alhamdulillah, tidak ada efek mual.

Ruang Rawat Inap




Meski Ruang VK yang VIP sudah lumayan nyaman, tentu saja ruang rawat inapnya lebih nyaman lagi. Ada AC, kulkas yang bisa dipakai untuk menyimpan ASIP, dispenser, sofa bed, TV, ruang tamu, dan kamar mandi dalam. Kamar VIP ini cukup luas. Jadi, keluarga yang menemani saya juga lebih nyaman istirahatnya.

RSIA Bunda Suryatni tidak ada kamar bayi. Jadi, bayi-bayi yang sudah dilahirkan nantinya akan dijadikan satu dengan ibunya. Ini betul-betul memudahkan ibu untuk tetap menyusui bayinya pasca melahirkan. Untuk saya pribadi, room in dengan bayi ini membantu sekali dalam proses penyembuhan pasca bersalin. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk bisa lekas turun dari ranjang.

Makanan Pasien


Oke, soal makanan ini sebetulnya tergantung lidah masing-masing. Saya pribadi tidak ada masalah sama sekali dengan makanan di RSIA Bunda Suryatni. Meski, saya yakin ada juga yang tidak sependapat dengan saya.


Soal rasa sebetulnya masih bisa ditolerir oleh lidah saya. Tidak terlalu hambar untuk masakan rumah sakit. Porsinya juga mengenyangkan. Lebih-lebih porsi sarapan saat rawat inap. Ada 2 menu yang disediakan. Biasanya, salah satu menu saya berikan ke suami saya. Lumayan lah, bisa hemat ongkos sarapan.

Edukasi bagi Ibu Pasca Bersalin

Ini bagian yang paling saya suka dari rumah sakit ini. Jadi, saya tidak hanya dirawat tapi juga diberikan edukasi secara bertahap.

Hari pertama, saya diberi edukasi oleh ahli gizi. Saya diberi penjelasan terkait makanan yang dapat membantu penyembuhan luka pasca operasi dan memperlancar ASI. Dari sini, saya jadi tergambar harus menyiapkan menu seperti apa saat nanti sudah pulang ke rumah.

Hari kedua, ada fasilitas pijat laktasi dan totok wajah. Pijat laktasi yang dilakukan tidak hanya sekedar pijat saja, tapi saya juga diajarkan caranya dan fungsinya apa. Ilmu ini yang kemudian saya pakai saat breastcare sendiri di rumah.

Sebelum saya pulang, saya juga diingatkan kembali apa yang harus terus saya lakukan untuk perawatan sendiri di rumah. Terkait nifas, kondisi seperti apa yang mengharuskan saya segera ke rumah sakit dan cara mencegah pendarahan juga dijelaskan. Tidak hanya itu, perawatan lukanya juga dijelaskan secara detail.

Begitu halnya ketika Ghazy diizinkan pulang. Perawat memberikan banyak sekali edukasi tentang perawatan bayi. Mulai dari cara memandikan, membersihkan tali pusat, per-ASI-an, hingga sterilisasi peralatan bayi. Ini betul-betul membantu saya yang betul-betul baru dalam merawat bayi ini.




Tenaga Medis di RSIA Bunda Suryatni


Meski pada akhirnya saya tidak bisa melahirkan secara normal, tapi saya bahagia bisa ditolong oleh para tenaga medis yang ada di sini. Mulai dari dokter, bidan, hingga perawat, semuanya menyenangkan dan menenangkan.

dr. Farah Dina, Sp.OG

Saya mulai periksa kehamilan ke dr. Farah sejak bulan keenam. First impression yang saya dapati dari beliau, orangnya ramah sekali. Ceria dan menceriakan hari-hari bumil yang kadang galau dengan kondisi janinnya. Selama kontrol kehamilan, beliau selalu menyemangati saya untuk bisa melahirkan secara normal. Beliau juga tidak pernah bosan mengingatkan saya untuk rajin olahraga, seperti jalan kaki dan yoga.

Waktu saya dapat surat cinta untuk induksi dari dokter lain, beliau betul-betul memastikan kondisi saya apakah memang memungkinkan untuk menjalani induksi. Tidak terburu-buru induksi. Bahkan, saya diberi jeda waktu yang cukup lama.

Dalam kondisi pengapuran placenta, air ketuban yang makin berkurang, dan janin yang tidak kunjung berkembang dalam minggu-minggu terakhir, tetap saja saya ditenangkan. Bahkan sampai akhirnya saya harus menjalank induksi sekali pun, beliau terus menerus membanjiri saya dengan motivasi-motivasi agar saya bisa melahirkan normal. Meski qadarullah akhirnya tidak begitu.

Setelah melahirkan, dr. Farah langsung meresepkan suplemen untuk membantu melancarkan ASI. Artinya, selain membantu saya untuk bisa melahirkan normal, beliau juga memastikan agar saya bisa segera menyusui bayi saya. Love banget lah.

Bidan

Saya di RSIA Bunda Suryatni cukup lama. Jadi, betul-betul merasakan di handle aneka macam bidan.

Dalam sehari, mereka ada 3 shift. Tiap shift ada 2 orang bidan yang menangani saya. Sejauh ini, saya tidak ada masalah dengan semuanya.

Mereka ini yang juga jadi suporter saya untuk bisa melahirkan normal. Tidak hanya itu, mereka juga yang membantu saya untuk menyusui bayi saya dengan pelekatan yang benar.

Perawat

Setelah masuk ruang rawat inap, perawat yang bertugas menghandle bayi saya. Mereka melakukan observasi setiap hari. Mereka yang memandikan, menjemur, dan mengganti popok bayi saya.

Perawat-perawat di sini juga sangat sigap. Begitu saya pencet bel, langsung datang dan membantu. Selain bidan, mereka juga membantu saya dalam proses belajar menyusui. Mereka memastikan pelekatan mulut bayi sudah benar. Mereka juga yang terus menerus memotivasi saya untuk terus menyusui meski ASI belum keluar.

Biaya Persalinan

RSIA Bunda Suryatni sudah bekerja sama dengan beberapa asuransi. Kalau kalian ingin menggunakan asuransi, bisa langsung ditanyakan ke bagian informasi saja. Apakah sudah kerja sama dengan asuransi yang kalian miliki. Sekarang, RSIA Bunda Suryatni juga sudah melayani BPJS.

Lalu, bagaimana dengan yang tidak dicover asuransi atau pembayaran umum?

Biaya persalinan di RSIA Bunda Suryatni ada di range 4,8-24 juta tergantung kelas apa yang dipilih dan melahirkan dengan cara apa. Biaya ini belum termasuk biaya bayi, administrasi, obat, laboratorium, visite dokter, paramedik, dan tindakan lainnya. Kurang lebih kenaikannya mencapai 40% dari biaya itu. Tentu saja, biaya ini bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk detail biaya, bisa langsung bertanya ke bagian informasi RSIA Bunda Ssuryatni ya.

Kemarin, untuk biaya persalinan saya sendiri sekitar 30 juta. Ini belum biaya perawatan anak saya yang sempat kuning dan pindah ke Ruang Perina. Biaya bayinya sendiri kisaran 5 juta rupiah.

Untuk pasien yang booking kelas VIP ke atas, ada beberapa fasilitas lain yang ditambahkan secara gratis. Salah satunya, kunjungan pasien pasca pulang dari rumah sakit dan foto keluarga di ruang rawat inap.

Oya, waktu pulang juga saya diberi beberapa bingkisan dari RSIA Bunda Suryatni. Ada beberapa sampel produk bayi yang bisa saya manfaatkan. Tentang ini, saya kurang tahu apakah semuanya dapat atau kebetulan saja. Jadi, sebaiknya tidak perlu berharap. Kalau dapat ya alhamdulillah, kalau tidak ya sudah.

Penutup

Well, jadi itu tadi review saya tentang pelayanan RSIA Bunda Suryatni. Soal kepuasan, saya sih puas banget. Tenaga medis cekatan, dokter yang menangani saya juga menenangkan, ditambah lagi aneka macam edukasi di kamar rawat inap.

Kalau kalian sedang "belanja" untuk persiapan bersalin, sebaiknya datang langsung dan bertanya langsung pada petugas. Supaya kalian sendiri tahu apakah layanan di rumah sakit ini sudah sesuai dengan birth plan yang sudah kalian rencanakan atau belum. Jika menginginkan room tour, bisa juga minta ke pihak rumah sakit. Setahu saya, mereka bersedia mengantarkan calon pasien untuk melihat-lihat ruangan kok.

Semoga informasi ini membantu ya. Selamat menikmati masa kehamilan. Semoga persalinannya lancar. Aamiin.


With love,

  • Share:

You Might Also Like

26 komentar

  1. Lumayan besar juga biaya 30 juta. Tapi sebandinglah dengan fasilitas dan pelayanannya. Saya pernah lahiran terus nginapnya di kelas VIP. Waktu itu pakai inhealth kelas 1. Jadi naik kelas. Tapi gak nambah biaya. Gak tahu kenapa. Dapat diskonan juga dari dokternya. Yang pasti, mau sebagus apapun, melahirkan itu tidak mudah. Semangat sehat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termasuk murah sih kalau dibanding sama RS lain.

      Kalau naik tingkat gitu, biasanya karena udah booking, terus pas kita butuh udah full mbak. Makanya bisa naik tingkat tanpa ada additional fee.

      Delete
    2. Mba pas mau lahiran di rsia suryatni booking dulu atau pas mau lahiran langsung aja? Klo booking dulu gitu dikenakan biaya awal ga mba? Terus brp lama sebelum lahiran yaa? Terimakasih yaaa

      Delete
    3. Nggak harus booking dulu sih mbak, tapi kalau emang mau banget di situ, saya sarankan booking dulu. Ada fasilitas-fasilitas yang didapatkan kalau booking dulu. Salah satunya, upgrade kelas kalau kamar di kelas tersebut full.

      Jadi, misal udah booking kamar kelas 3 terus full, sementara akan dinaikkan ke kelas 2 sampai kelas 3 kosong. Upgrade ini nggak berbayar ya.

      Pakai DP aja mbak untuk bookingnya. Minimal 1,5 atau 2,5 juta kalau nggak salah ingat. Bookingnya bebas kapan aja mbak. Kalau saya, senin ada indikasi mau induksi, hari itu saya booking. Terus lahirannya senin depannya lagi.

      Delete
  2. Baca ini, saya juga jadi inget pas ngelahirin Dzaky dulu. Lahiran di bidan malah, entah kenapa aku kurang suka suasana rumah sakit, jadi dulu lahiran di bidan dekat rumah aja. Untung bidannya penyabar dan proses kelahiranku normal meski sempat diinduksi dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap orang punya pilihan sendiri sih buat lahiran di mana mbak. Kalau kami justru nggak nyaman kalau di bidan. Kebalikan ya mbak. Hehehe.

      Btw, baru tahu kalau bidan bisa menginduksi juga.

      Delete
  3. bertemu tenaga medis yang ceria dan menenangkan itu benar2 berkah luar biasa bagi Ibu ayng akan melahirkan ya kak. Pikiran jadi positif terus hehe, terima kasih ulasannya kak. semoga kakak sekeluarga sll sehat2 dan sll dalam lindungan Alloh SWT. Aamiinn

    ReplyDelete
  4. Wah lengkap banget review nya mbak, semoga ibu-ibu yang perlu referensi tempat bersalin yang nyaman di Bogor bisa mampir kesini ya

    ReplyDelete
  5. Aku salut banget mba Lelly udah bisa bikin review RS-nya dengan segala drama pasca lahiran. Aku masik belum bisa nyeritain tempat lahiran kemarin, kurang penerimaan kali ya hehe. Pro is indeed beyond standard. Rsia Suryatni dulu juga masuk list aku mba, sayangnya jauh banget dari rumah. Keren diajarin juga latch pijat laktasi, medikalisasinya nggak seheboh rs aku biasa kontrol. Sun sayang buat Ghazy, sehat-sehat selalu ya sekeluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mereka nggak heboh tapi selalu ada. Makanya alhamdulillah banget ada RS begini ada di deket rumah.

      Aamiin. Makasi yaa.. :)

      Delete
  6. Wah, sangat bermanfaat sekali Mba informasinya. Disave kalau ada yang memerlukan informasi serupa.

    ReplyDelete
  7. Mantap reviewnya mba Lelly. Semoga baby n mba sehat selalu. Aamiin YRA

    ReplyDelete
  8. Bahagia banget ya Mbak Lelly.. kl lahiran bs room in ama baby nya. Sehat selalu yaa baby Ghazy...semoga jadi anak yg saleh, sehat selalu. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, jadi punya semangat buat sembuh gitu.

      Aamiin YRA. Makasi mbak

      Delete
  9. Ada istilah yang daku kurang paham kak, misalnya ruang OK dan VK itu kepanjangan dari apa. Siapa tahu nanti ketika berumahtangga dan siap melahirkan debay nggak kaget dengan istilah tersebut

    ReplyDelete
  10. Wah mahal juga ya mbak, tapi memang sebanding dengan layanan rumah sakit, ruangannya dan menurut saya Yang nggak kalah pentingnya adalah edukasi pasca melahirkan. Dulu sya juga dapat edukasi cara memijatpayudara, memijat Bayi dan memandikan bayi Yang benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang, tapi ada yang lebih mahal lagi kalau di Bogor. 😅

      Tergantung kelas yang dipilih juga sih.

      Betul mbak. Kita kan ibu baru banget ya. Jadi seneng kalau diedukasi sama tenaga ahlinya langsung.

      Delete
  11. Story telling nya bagus banget mba, jadi nambah ilmu buat yg single kaya saya..
    Biaya persalinan sampai segitu yah,, kudu nabung dari sekarang ini mah
    :)
    Btw Selamat atas kelahiran bayinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, tapi beda daerah beda harga mestinya.

      Makasi mbak :)

      Delete
  12. Selamat atas kelahiran bayinya. Dapat bingkisan dari Rumah Sakit adalah salah satu support ya mbak, walau nilainya kecil serasa tinggi karena merasa disayang gitu.

    ReplyDelete
  13. Kalo yang kelas 2 kisaran total berapa mba?

    ReplyDelete