5 Cara Mudah Mengatur Ulang Pola Hidup Agar Lebih Produktif

By Aprilely Ajeng Fitriana - Monday, June 10, 2019

Alhamdulillah kita sudah masuk ke Bulan Juni. Nggak kerasa ya 2019 udah berlalu hampir setengahnya. Apa kabar nih resolusi yang sudah dibuat? Aman terkendali apa justru makin mbonjrot?

Saya termasuk yang mbonjrot. Wkwkwk..

Well, saya nggak lupa kok target-target apa yang ingin saya capai pada tahun ini. Tapi ternyata, realita yang dijalani tak seindah saat merencanakan segalanya. At the end, saya keteteran pake banget.

Target blogging kacau. DA/PA turun drastis karena kesalahan pribadi di masa lalu (soal ini, nanti saya akan cerita di postingan yang lain). Target amal harian juga berantakan. Satu hal yang pasti, target hamil sudah terpenuhi tahun ini. Semoga aja Allah berikan kemudahan, kelancaran juga kesehatan hingga semuanya mudah sampai lahiran.

Banyak kisah yang tidak saya duga terjadi di tahun 2019 dan semuanya ngaruh ke segala macem pola hidup yang sebetulnya sudah mulai saya bangun dari akhir tahun 2018. Cerita saya yang diterima sebagai Wali Kelas di Program Matrikulasi Batch 7 Institut Ibu Profesional. Lalu, setelah program hampir usai, saya baru ngeh kalau hamil. Anehnya, aneka macam drama kehamilan justru terjadi setelah program Matrikulasi berakhir. Lewat 3 bulan yang saya pikir sudah baik-baik saja, ternyata tidak.

lifestyle


Ramadhan kemarin, saya jadi banyak merenung. Banyak muhasabah diri tentang segala hal yang terjadi dalam hidup saya. Tentang pencapaian diri yang sedang saya upayakan. Allah sudah kasih saya banyak hal, tapi rasa-rasanya saya belum bisa memanfaatkan semua itu dengan baik. Amalan-amalan sunnah yang mestinya juga jadi sarana saya untuk lebih dekat dengan Allah juga banyak saya lewatkan. Sedih rasanya ketika saya sadar bahwa Allah sedang menitipkan amanah besar pada saya, tapi saya ngurus diri sendiri aja nggak beres.

Jadi, sebelum semuanya terlambat, saya pingin perbaiki semuanya dari awal lagi. Mulai balik lagi ke track awal, target apa sih yang ingin saya capai di tahun 2019 ini? Mari meniti langkah meraih target-target tersebut.

Ada 5 cara yang saya lakukan untuk mengatur ulang pola hidup saya agar bisa lebih produktif lagi. Bukan cuma biar produktif sih, tapi juga untuk mengembalikan ikhtiar mewujudkan resolusi 2019 yang kemarin-kemarin sempat berantakan karena serangan negara api. Caranya mudah kok. Siapa pun pasti bisa ikuti cara ini. Yuk, simak caranya.

1. Bersihkan ruangan

bersih


Ruangan yang bersih dan rapi itu ternyata ngaruh ke mood kita untuk mengerjakan sesuatu. Beberapa orang, termasuk saya, lebih suka memulai aktivitas dalam ruangan yang bersih dan rapi. Dulu, waktu masih kerja, datang ke kantor ruangan sudah bersih dan wangi karena ada Abang OB yang beberes di pagi hari. Tapi sekarang, setelah kerja dari rumah, ditambah lagi hidup tanpa ART, siapa yang mau bersihkan kalau bukan saya?

So, penting buat saya untuk beberes dulu sebelum kerja. Ini membantu saya untuk menyegarkan pikiran sebelum mulai menulis, editing, atau yang lain. Ruang kerja yang bersih, rapi, dan wangi membantu banget untuk memunculkan energi-energi positif saat akan bekerja. Efeknya luar biasa di saya. Inspirasi lebih mudah ngalirnya dan tentunya jadi lebih produktif.

Serangan negara api beberapa minggu belakangan cukup bikin saya sumpek dengan kondisi rumah yang super duper berantakan dan kotor. Boro-boro mood nulis, mau ngapa-ngapain aja males. Beberes pun bingung mau mulai dari mana saking kacaunya.

Alhamdulillah, akhir Ramadhan kemarin segalanya mulai membaik. Jadi mulai bisa tuh nyicil beberes rumah. Dari halaman depan, kaca jendela, sampai seisi rumah. Butuh waktu 3 hari untuk bikin rumah jadi kelihatan rumah manusia lagi.

Kata suami, "ternyata enak ya kalau rumahnya bersih begini."

Ya memang. Rumah bersih itu bikin nyaman, energi-energi positif juga bisa tersalurkan dengan baik, udara yang bersih juga jadi mudah didapatkan, inspirasi pun jadi mudah mengalir. Meski untuk menuju ke sana, ada effort cukup besar juga.

Beberes ruangan, bisa juga dimulai dari decluttering terlebih dahulu. Barang-barang yang sudah tidak digunakan, rusak, dan semacamnya sudah waktunya untuk dibuang. Ini akan amat sangat membantu untuk menata ulang ruangan setelah proses decluttering dilakukan.

Kalau proses ini dilewatkan, sebesar apapun usaha kita buat nata barang, tetep aja akan kelihatan berantakan. Jadi, barang-barang "lama" yang sudah tidak terpakai, sesayang apapun dengannya, meski diikhlaskan demi kemaslahatan bersama.

Perkara bersih-bersih ini juga termasuk bersihin ruangan di jiwa kita dari segala macam dosa. Kalau kita mau target amalan mudah dilakukan, sumbetannya juga harus mulai dibersihkan. Mohon ampun sama Allah, banyak-banyakin istighfar. Dan yang paling penting, harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

2. Review target yang sudah dibuat

tujuan


Setelah rumah atau ruangan kerja bersih, coba buka kembali target-target yang sudah kita buat sebelumnya. Mana sih yang masih on the track dan mana yang tidak. Evaluasi target-target tersebut. Cari tahu penyebabnya apa. Cari tahu juga apakah target tersebut memungkinkan untuk direalisasikan dengan kondisi yang ada saat ini.

Nggak masalah kok misal targetnya kita turunkan kembali, atau mungkin ganti arah supaya lebih realistis. Terget dibuat untuk direalisasikan, bukan? Kalau ternyata, kondisi kita tidak memungkinkan untuk merealisasikannya ya nggak masalah sih kita ganti.

Kalau saya pribadi, sejauh ini nggak ada target yang harus sampai ganti arah. Menurunkan target untuk resolusi ini juga masih belum kepingin juga. Karna saya masih punya waktu beberapa bulan untuk mengejar ketertinggalan saya. Maunya sih saya genjot di 7 bulan terakhir ini. Semoga bisa. Doakan ya.

3. Atur ulang rutinitas

morning routine


Pola hidup amat sangat bergantung pada rutinitas yang kita jalani dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bangun jam berapa, tidur jam berapa, apa yang dilakukan di waktu antara itu, semuanya berpengaruh pada pembentukan pola hidup kita hingga ke seberapa produktif kita menjalani hari.

Sebetulnya, ini soal pilihan kita ingin mengisi hari dengan apa. Mau nonton film seharian atau melakukan aktivitas lain yang lebih produktif. Saya nggak bilang kalau nonton film itu buang-buang waktu dan membunuh produktifitas juga. Ini tergantung dari untuk apa kita nonton filmnya. Ada orang yang nonton karena memang sedang ingin membuat review tentang film tersebut. Ada juga yang hanya ingin menghabiskan waktu untuk menonton film saja. Nggak ada salahnya juga sih. Tapi kalau dilakukan setiap hari, ini juga kurang tepat. Ya kali kita mau nonton film terus? Apa kabar cucian? Apa kabar pekerjaan-pekerjaan yang lain?

Rutinitas itu akan selalu ada. Kita pilih atau tidak pasti akan terbentuk. Masalahnya ada pada rutinitas seperti apa sih yang akan kita bentuk?

Sebagai contoh, kalau kita tidak terbiasa bangun pagi, ya bangunnya siang. Padahal kita sama-sama tahu dengan bangun pagi, semakin banyak hal yang bisa kita lakukan dengan kondisi jiwa dan raga yang masih fresh. Sebaliknya, bangun siang seringkali membuat kita makin mager untuk ngapa-ngapain. Sesiang apapun bangunnya, rasanya tidak akan cukup berdaya untuk melawan gaya gravitasi kasur.

Nah, sekarang kita bisa mulai cek nih, rutinitas harian kita bagaimana. Buat saya, mourning routine itu penting. Dia yang akan mempengaruhi bagaimana saya menjalani aktivitas lain sesudahnya. Jadi, penting buat saya membuat morning routine yang jelas dan terstruktur sebelum melakukan aktivitas-aktivitas lain dalam sehari.

Apa saja sih morning routine yang biasa saya jalani?

Sholat, dzikir, dan tilawah. Ini adalah kegiatan yang sedang saya upayakan untuk rutin. Kalau sholat sudah pasti akan mudah dijalankan, tapi 2 hal lain ini yang masih butuh pembiasaan.

Selain 3 hal tadi, tentunya ada aktivitas lain, seperti memasak, sarapan, dan bersih-bersih. Saya lebih suka memulai pekerjaan dalam kondisi perut nggak kosong dan semuanya bersih. Sayanya bersih, rumah juga bersih. Setelah itu, baru saya melakukan aktivitas lain. Mau keluar rumah oke. Mau kerja di rumah juga oke.

Oya, rutinitas ini nggak melulu soal aktivitas di pagi hari ya. Tapi di seluruh hari. Selain morning routine, saya lagi berupaya mendisiplinkan diri nih. Abis ngapa-ngapain langsung beresin. Terus kalau sore, setelah Sholat Ashar disempatkan dulu buat dzikir petang. Selain itu juga lagi berusaha untuk tidur jam 10 malam.

Kamu bisa buat rutinitas sendiri. Sesuaikan aja dengan kebutuhanmu dan target-target apa yang ingin kamu capai. Nggak harus sama dengan apa yang sudah saya susun. Kita kan punya kehidupan yang beda. Kalau saya karena belum punya anak, rutinitas bareng si kecil ya nggak ada. Palingan ya ngobrol santai sebelum tidur sama suami aja yang ada.

4. Buat tantangan 7 hari untuk diri sendiri

challenge


Rutinitas yang kita upayakan, bisa menjadi kebiasaan dan mudah untuk menjalaninya setelah kita lakukan secara berulang setiap hari. Untuk memulai ini, kita bisa dengan menantang diri dengan membuat tantangan 7 hari. Ini bisa beragam bentuknya. Misal, tantangan 7 hari tidur jam 10 malam dan bangun jam 3 pagi untuk Sholat Malam. Atau tantangan 7 hari membersihkan rumah, kalau kamu termasuk orang yang agak ogah-ogahan temenan sama alat-alat kebersihan. Atau yang lain.

Setidaknya, dari 7 hari ini kita bisa lihat perubahan yang terjadi dalam diri kita. Memang, perubahan yang dirasakan belum nampak secara signifikan. Bahkan mungkin masih terasa agak berat. Godaannya masih banyak. Kebiasaan juga belum terbentuk secara permanen. Lanjutkan saja.

Lakukan tantangan 7 hari berikutnya. Amati kembali perubahan yang terjadi dalam diri kita. Dalam buku How to Master Your Habits, karangan Ustadz Felix Y. Siau, kebiasaan itu akan terbentuk setelah ada pengulangan sebanyak 40x. Bahkan jika gagal sekali saja, kita harus mengulang hitungan dari angka satu kembali.

Tantangan 7 hari ini pada dasarnya adalah latihan-latihan yang sedang kita upayakan untuk membentuk habits baru. Seberapa banyak sih gagalnya? Kenapa gagal? Dari sini, kita bisa evaluasi kembali lalu perbaiki.

5. Menulis jurnal

journal


Tidak bisa dipungkiri, menulis jurnal itu ternyata punya dampak yang besar pada seberapa produktif saya menjalani hari. Dengan menulis jurnal, saya bisa membuat perencanaan harian, mingguan, bahkan bulanan. Saya juga bisa mengamati habit tracker saya selama kurun waktu tertentu. Ini penting banget untuk bahan muhasabah diri.

Rancangan blog post juga biasanya saya tulis dalam jurnal. Topik apa saja yang akan saya tulis minggu ini, atau bahkan bulan ini semuanya ada.

Ide-ide tulisan juga saya tuliskan dalam jurnal. Ini sebetulnya di jurnal yang terpisah. Ada jurnal untuk perencanaan isi konten sosial media. Ada jurnal yang memang saya khususkan untuk merencanakan aktivitas harian, mingguan, dan bulanan saya.

Bagi saya, ketika segalanya sudah terstruktur dengan baik, itu akan jauh lebih mudah untuk dijalani. Kandang waktu dibuat untuk memberikan ruang kerja melakukan aktivitas tertentu secara fokus. Baru kemudian berganti pada aktivitas lain.

Kegiatan ini juga amat sangat membantu saya yang pelupa ini. Abis ini mau ngapain ya? Saya sudah melakukan apa ya? Dan seterusnya.

Karena saya tidak tinggal sendiri. Jadwal saya sedikit banyak juga akan dipengaruhi oleh aktivitas suami. Jadi, sebelum membuat perencanaan dalam jurnal harian saya, biasanya saya akan berdiskusi dulu dengan suami biar nggak bentrok. Suka kesel aja kalau udah susun jadwal terus ternyata diajakin kemana gitu. Apalagi kalau jadwal tersebut ngaruh ke hari-hari yang lain.

Nah, itu tadi 5 hal yang saya lakukan untuk mengatur ulang hidup saya agar lebih produktif lagi. Ini bukan kali pertama sih saya begini. Tapi sudah beberapa kali. Cara ini lumayan ampuh di saya untuk mengembalikan saya ke jalan yang benar. Mungkin cara yang kita pakai sama. Atau mungkin juga kamu punya cara lain untuk mengatur ulang pola hidupmu. Yuk, share di kolom komentar. Kamu biasanya ngapain sih untuk mengatur ulang pola hidupmu?

  • Share:

You Might Also Like

16 komentar

  1. Aih cangih well organized banget dah

    ReplyDelete
  2. Aku tuh pengen banget bikin jurnal kayak orang-orang yang lucu gitu apa daya tulisanku jelek banget dan nggak jago urusan desain gitu. Alhasil jurnalnya cuma ditulis dan dicoret-coret aja. Heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai planner aja mbak yang udah ada templatenya. Itu fungsinya sama kok macem bullet journal

      Delete
  3. Alhamdulilah sebagian target Blogging saya tercapai mbak. Hihihi.. Bisa Monetize, bisa dapet DA standar, Pageview 1000 an. Postingan 3 kali seminggu. 😭😭😭.. Nikmat mana lagi yang kudustakan ?..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, dengan perjuangan yg berdarah-darah ya mbak. 🤗

      Delete
  4. bener mbak pakai jurnal membantu banget biar lebih terorganisir dan produktif :D

    ReplyDelete
  5. Dari poin 3 ke bawah nih yang saya masih susah. Ya ampun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu butuh komiten ke diri sendiri sih emang. Kalo udah punya komitmen biasanya sesusah apapun akan mau push diri sendiri untuk lakukan itu semua.

      Delete
  6. Nulis jurnal emang salah satu cara efektif sih mbak buat review kegiatan kita yang udah-udah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jadi bahan evaluasi untuk perbaikan diri ke depan ya.

      Delete
  7. Semoga aku bisa konsisten ya mbaa dengan menerapkan tips dari mbak

    ReplyDelete