A Story Behind Lecturer's Diary

by - Thursday, November 22, 2018


Siapa pun yang baca blog ini pasti menyangka kalau yang saya ini dosen. Padahal, sudah bukan lagi. Siapa sih yang menyangka kalau ternyata penulis di balik blog ini adalah seorang ibu rumah tangga? Saya yakin nggak ada, kecuali memang sudah kenal saya sebelumnya.

Lalu, kenapa pakai nama Lecturer's Diary? Dosen juga bukan. Hehehe... Ceritanya panjang. Dan inilah sebuah kisah yang menghantarkan sebuah nama pada blog ini.


A Piece of Life



Jauh sebelum punya blog yang sekarang, saya punya blog yang saya kasih nama A Piece of Life. Ceritanya macem sepotong kisah dari hidup saya. Bahasa sehari-harinya curhat. Tapi nggak curhat terus sih. Makin lama saya jadi pingin membagikan sudut pandang saya ketika melihat satu peristiwa. Lihat sekolah reot di dekat rumah nenek. Lihat anak kecil. Lihat ke dalam diri saya yang makin menua. Lihat pergerakan mahasiswa juga. Saya lumayan sering sih bahas tentang pergerakan mahasiswa. Kan saya memang aktivis kampus dulunya.


Another Story

Blog saya yang dulu, makin lama makin ramai pengunjung. Kalau mau curhat di sana tuh jadi nggak nyaman karena bisa dibaca banyak orang. Saya nggak suka orang tahu kalau saya sedang gundah gulana, sedang sedih, atau semacamnya. Saya maunya orang tahu kalau saya sedang happy.

Akhirnya saya buat blog lagi pakai platform lain. Kali ini saya pakai tumblr. Blog saya ini saya beri nama Another Story. Karena memang isinya beda dari blog yang satu lagi. Peruntukannya juga beda.



Iya sih, abis itu saya lebih banyak nulis di sini. Gara-garanya tuh saya coba otak-atik blogspot saya, terus kok jadi makin hancur. Terus nggak bisa balikin lagi seperti semula. Huhuhu...



Ya udah diabaikan aja. Pindahan rumah ke tumblr. Saya rawat blog ini macem anak sendiri. Saya nggak lagi curhat di sini, tapi juga berbagi sudut pandang saya dalam melihat suatu perkara. Nggak ada niche khusus sih. Tulisannya juga random banget. Cuma sudah tidak lagi bahas pergerakan mahasiswa. Udah ilang feel nulis topik itu.


Tarian Jemari

Setelah agak lama menggunakan nama Another Story, saya merasa sudah waktunya ganti nama. Toh, Tumblr saya waktu itu jadj satu-satunya blog yang saya tulis. Nggak match dong kalau namanya tetap Another Story.

Setelah bertapa, merenung, dan berpikir, saya memutuskan untuk mengganti nama blog menjadi Tarian Jemari. Alasannya sih karena saya suka nulis aja. Kalau sudah mulai nulis tuh, tangan saya macem punya mata sendiri. Jadi gerak sendiri. Ngalir aja gitu.



Waktu saya pakai nama ini, saya diketawain temen saya. Katanya nggak matching sama muka saya. Asem banget dah dia.

"Orang tuh kalau baca nama blogmu pasti kebayangnya kamu kalem, lemah lembut. Lha ini nggak blas."

Terus ganti? Enggak dong. Bingung juga mau ganti nama apaan. Nggak matching pun tak masyalaah.


Lecturer's Diary

Awalnya, nama Lecturer's Diary itu saya pakai sebagai tema tulisan saya. Jadi kalau mau nyari tulisan semacam ini mudah. Tinggal search aja Lecturer's Diary terus nemu. Tapi karena sepertinya saya cukup intens nulis dengan nama ini, akhirnya di dunia Tumblr saya dikenal sebagai dosen juga. Tanpa saya nulis tentang kampus pun saya tetap dosen. Opini yang saya sampaikan adalah opini saya yang dilihat sebagai dosen.

"Kenapa nggak ganti nama jadi Lecturer's Diary aja ya?"



Gitu. Nggak lama sih setelah saya ganti nama, Tumblr diblokir. Sedih banget. Bingung juga. Rasanya itu kayak orang yang habis kena gusur tanpa pemberitahuan. Ya sedih, ya kesel, ya berharap Kominfo mau nyabut pemblokiran itu. Beberapa tumbloger yang namanya udah hits banget dan menghasilkan buku dari mulai nulis di Tumblr pun angkat suara. Bilang kalau di Tumblr itu banyak hasil karya anak-anak muda yang bagus-bagus juga. Nggak adil kalau gara-gara oknum yang entah itu dari Indonesia atau luar negeri yang memanfaatkan Tumblr untuk share konten porno, terus semuanya nggak bisa diakses.

Akun saya baik-baik. Bahkan banyak tulisan tentang topik-topik Islami. Tapi disamakan sama akun porno. Hiks.



Sempet bingung mau pindahan ke mana setelah pemblokiran Tumblr. Mau pakai VPN juga males banget karena ternyata menguras kuota. Mau balik ke blogspot yang lama, tapi sudah terlalu hancur. Traffic untuk umur blog segitu itu parah banget. Makin males lah buka. Lalu, coba bikin blog pakai Wordpress, namanya monggo moco kalau nggak salah. Tapi gapteknya naudzubillah. Mau post tulisan aja nggak ngerti gimana caranya. Mau nambah-nambahin sesuatu nggak ngerti. Macem mau nulis aja, effortnya luar biasa.

Akhirnya, saya memutuskan untuk buat blog baru pakai blogspot. Ini ceritanya akun pindahan. Jadi, saya tetap menggunakan nama yang sama, identitas yang sama. Alamat blog pakai nama lellyfitriana seperti nama yang saya pakai di banyak akun sosial media saya, termasuk tumblr. Lalu, nama Lecturer's Diary saya pakai lagi di blog yang baru. Tentu, sebelum pindahan woro-woro dulu ke jama'ah tumblriyah saya.


Pasca Resign dengan Nama yang Sama

Nggak lama setelah saya membangun blog dari awal lagi. Saya menikah. Suami saya sudah punya rumah di Bogor. Kerjanya di Jakarta. Sebelum menikah saya ditanya apa mau ikut ke sana atau tidak. Saya oke, orang tua juga mengizinkan. Akhirnya kami menikah.

Nggak langsung resign dari kampus kok. Selama beberapa minggu saya masih di kampus untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum saya tinggal. Barulah saya resign. Dan juga tidak langsung pindah ke Bogor. Masih ikut suami ke beberapa kota dulu untuk menyelesaikan projectnya. Intinya sih, saya sudah nggak jadi dosen. Tapi tetap nulis.

Sempat sih kepikiran untuk ganti nama aja. Tapi nggak jadi. Bingung juga mau pakai nama apa. Dan lagi, saya kan lagi branding ulang blog dari awal nggak asyik aja kalau gonta-ganti nama sebelum orang kenal dulu. Jadi ya tetap saja pakai nama ini. 



Saya maunya nulis untuk banyak orang. Saya maunya share ilmu yang sudah saya dapatkan dari banyak sekali sumber ke banyak orang. Sama seperti ketika saya menjadi dosen, berbagi ilmu. Harapan saya, dari menulis saya bisa bertemu dengan lebih banyak orang dan berbagi ilmu dengan mereka. Nggak tahu kapan. Tapi saya pingin begitu. Doakan yaa...

By the way, KTP saya tulisannya dosen lho. Jadi, secara legalitas di KTP saya dosen. Even belum ngajar di mana pun.


You May Also Like

25 komentar

  1. Tarian Jemari.. Baguus loh mbak.. hahhaa. Tapi emang lebih cocok Lecturer's diary sih. Lebih ngena sama kontennya.. ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa.. emang bagus. Tapi kadang merasa itu alay. hahaha

      Delete
  2. Awalnya aku juga mikir, pasti ini dosen. Pasti tulisannya serius gitu. Kan namanya Lecturer's Diary. Eh, ternyata mantan dosen dan tulisannya juga asyik.

    ReplyDelete
  3. Awalnya saya juga mikir ini yang punya pasti bu dosen. Bahasannya pasti berat dan ilmiah2 semua.. Tapi ternyata tulisannya beragam dan lengkap..👍

    ReplyDelete
  4. Haha...jadi ingat nama blog saya dulu sebelum berbayar. Astagfirulloh alay beud...sampai malu mengingatnya juga 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang mbaak.. Semua orang punya masa lalu kelam. Wkwkwk

      Delete
  5. Waaah, saya juga dulu sempet punya tumblr pake nama anotherstoryofacil (saya dikenal dengan nama acil di sekolah), pun alasannya sama mau posting hal agak serius gitu. Tapi malah penuh sama hal fangirling-an :p

    Dan aku juga termasuk yang sedih kenapa Tumblr diblokir, asupan fangirling-an aku jadi menghilang, hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa... Ini migrasi ke sini. Terus kehilangan teman-teman dari sana. Hiks

      Delete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. setiap nama blog memang punya kisahnya sendiri2 ya mbak...

    ReplyDelete
  8. Tapi unik lho Mbak, nama Lecturer's Diary. Aku pertama kali liat namanya, berekspektasi isinya serius dan kebanyakan bersifat mengajar gitu. Eh, taunya isinya asik juga :D Rasanya seperti ketemu dg dosen yg bisa jadi everyone's best friend juga hehe.

    Aku juga kecewa banget tuh pas Tumblr diblokir. Nggak krn ngeblog di Tumblr sih, tapi isinya Tumblr itu menghibur banget. Apalagi pas masih jaman Pinterest belom populer. Tetap semangat utk terus ngeblog ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak semua dosen serius sih. Kalau ke kampusku dulu bakal nemu dosen yang ke kampus pakai sepatu wakai, celana jeans, sama tas kanken kuning. Nyentrik gitu. Wkwkwk..

      Makasi mbaak..

      Delete
  9. Barakallah Mba..

    Btw saya nggak kenal tumblr, pas pengen banget bikin akun di sana belum kesampaian eh malah digusur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa barakallah fiik..

      Kurang cepet ya mbak. Padahal seru lho mainan tumblr.

      Delete
  10. Tarian Jemari itu bagus padahal, aku kira mbaknya kalem kok. Ternyata nggak toh? Hampir miip nggak urakan kaya aku gini?😂😂
    Tapi Lecrurer's Diary juga cucok sih, didukung tampilang blog yg kece badai. Lah apa ini nyambungnya ya😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bagus emang itu. Itu juga suka.

      Bagusan blognya mbak padahal. Aku suka semuanya. Lucu gitu.

      Delete
  11. Yaampun, complicated banget yhaa mbak. Tapi saya suka dengan brandingnya. Akupun tadi langsung mikir gitu. Whaaa ini blognya ibu dosen. Jenjangan dosen pembimbing akademik saya, waduh gemeteran takut diuji wkwkkw

    ReplyDelete
  12. Keren banget mbaaa, disainnya juga kece :D

    Tapi bedewei, saya loh sampai Googling apa itu Lecturer, fix saya oon hahaha.
    Dan kesimpulannya, ini blognya orang kereennn :D

    ReplyDelete
  13. tulisan yang bermanfaat udah jadi ngajar satu jam deh

    Tanpa jadi dosen yang resmi:)

    ReplyDelete