Gigi Anak Gigis, Kenapa Ya?

By Aprilely Ajeng Fitriana - Friday, March 15, 2019

gigi anak


Siapa di sini yang waktu kecil giginya gigis? Sayaaa..

Waktu kecil, gigi saya gigis parah. Saking gigisnya, gigi saya sampai nempel ke gusi. Jadi kelihatan ompong gitu. Masih anak-anak tapi giginya kalah bagus dengan gigi Mbah Uti.

Dulu, saya merasa baik-baik saja. Gigis pun saya tak sendiri. Ada banyak teman sebaya yang sama gigisnya dengan saya.

Lalu, siapa yang worry? Tentu saja ibu saya. Kekhawatiran ibu saya ini yang kemudian membuat beliau sering kali mengajak saya ke dokter gigi. Telat sih konsultasinya. Sudah habis kok baru konsultasi.

Apa yang dialami oleh ibu saya sebetulnya terjadi juga pada ibu-ibu yang lain. Mereka gelisah kenapa gigi anak mereka bisa secepat itu gigisnya. Padahal dulu, sewaktu kecil, gigi mereka baik-baik saja sampai dewasa. Apa sih yang menjadi penyebabnya?

Penyebab Gigi Gigis

penyebab gigi anak gigis


Gigi gigis pada anak dalam istilah kedokteran disebut sebagai rampan karies. Ini merupakan fenomena gigi berlubang pada anak yang secara cepat menyebar. Tahu-tahu gigi sudah kecoklatan. Tahu-tahu jadi ompong. Pada anak, paling sering terjadi pada gigi atas.

Penyebab rampan karies ini tidak lepas dari kebiasaan anak itu sendiri. Kalau saya dulu sih gara-gara matre. Kalau nggak dikasih coklat atau permen nggak mau main sama yang ngajak. Karena dulu saya cukup populer, mereka dengan senang hati memberi saya coklat atau permen demi bisa ngajak saya main seharian.

Rampan karies ini ternyata tidak hanya terjadi pada anak-anak yang doyan nyemil manis-manis macem saya dulu. Tapi juga terjadi pada anak-anak yang minum susu menggunakan botol. Kita bisa sama-sama mengamati anak kecil yang minum susu pakai botol biasanya akan minum sampai dia tertidur. Alhasil, sebelum 2 tahun giginya sudah pada gigis semua. Kata dokter, fenomena semacam ini biasa disebut sebagai baby bottle syndrome.

Solusi : Cabut Aja, Deh!

cabut gigi anak


Kebanyakan ibu karena kasihan lihat gigi anaknya yang gigis, mungkin akan meminta dokter untuk mencabut saja gigi anak yang gigis. Toh, nanti akan tumbuh gigi baru yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

O ooo.. Tunggu dulu, Esmeralda. Tidak semudah itu.

Ternyata, kita tidak bisa sembarangan mencabut gigi anak yang gigis. Kalau ini kita paksakan sebelum gigi tersebut goyang, maka gigi pengganti akan kehilangan arah untuk tumbuh dengan sempurna. Hasilnya, gigi pengganti malah jadi tumbuh tidak beraturan.

"Terus gimana dong?"

Ya nggak gimana gimana. Sebagai ibu, kita harus sabar menunggu gigi susu itu goyang dulu. Lebih bagus lagi kalau kita biarkan giginya lepas dengan sendirinya.

Tips Mencegah Karies pada Anak

mencegah karies pada anak


Untuk ibu-ibu atau calon ibu yang belum mengalami hal semacam ini, kita bisa sama-sama melakukan tindakan preventif. Mencegah lebih baik bukan dari pada mengobati, kan?

Berikut ini adalah beberapa tips yang saya dapat dari buku "Tubuh Sehat, Giginya?". Buku ini saya dapat dari hasil hunting BBW kemarin. Silakan disimak ya.

1. Ajarkan anak untuk minum susu dengan gelas

Rampas karier paling banyak terjadi karena kebiasaan anak minum susu dengan botol. Untuk menghindari hal semacam ini, kita bisa mulai mengajarkan anak untuk minum susu tidak dari botol. Kalau masih kecil sekali, bisa menggunakan pipet atau sendok. Setelah anak bisa minum dengan gelas, kita bisa membiasakan anak minuk dari gelas, bukan botol.

2. Kumur-kumur dengan air putih setelah minum susu atau makan makanan manis

Setelah minum susu atau makan makanan manis, anak juga harus dibiasakan untuk kumur-kumur dengan air putih. Tujuannya agar zat makanan yang menempel di gigi bisa rontok bersama air.

3. Usap gigi anak dengan lap halus, jika anak berusia kurang dari 1,5 tahun

Tentunya sulit untuk meminta anak yang berusia kurang dari 1,5 tahun untuk kumur-kumur setelah minum susu. Alih-alih kumur, airnya justru diminum. Untuk menghindari hal ini, kita bisa mengusap gigi anak dengan lap halus setelah mereka minum susu. Selain lap halus, kita juga bisa menggunakan sikat gigi bayi. Itu lho sikat gigi yang nggak ada sikatnya. Di toko-toko peralatan bayi, biasanya banyak yang menjual kok.

4. Berikan contoh, bukan perintah

Selain membangun kebiasaan-kebiasaan di atas, kita juga perlu membiasakan anak untuk gosok gigi 2x sehari. 30 menit setelah makan dan sebelum tidur. Upayakan untuk tidak sekedar memerintahkan anak melakukan hal ini. Tapi berikan contoh pada anak.

Kita bisa memulai dengan mengajak anak untuk sikat gigi bersama. Jadikan aktivitas ini menjadi aktivitas yang menyenangkan antara anak dan orang tua.

5. Periksakan gigi anak secara rutin ke dokter gigi

Jangan lupa juga nih untuk memeriksakan gigi anak secara rutin 6 bulan sekali. Dari sini, kita bisa tahu gejala-gejala yang muncul pada gigi anak dan bisa mengambil sikap sebelum semakin memburuk.

Nah, itu tadi beberapa informasi tentang gigi gigis pada anak yang bisa saya bagikan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.


with love,

  • Share:

You Might Also Like

32 komentar

  1. anakku dari umurnya 18 bulan sudah mulai gigis giginya. huhu. salah aku juga sih nggak telaten ngebersihinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang harus telaten sih handle gigi bayi sampai dia bisa sikat gigi sendiri.

      Delete
  2. Intinya kebersihan gigi ya mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak cuma itu sih. Hindari penggunaan botol bayi dan kurangi makanan manis

      Delete
  3. Makasih tipsnya mba, baru tau istilah gigis

    ReplyDelete
  4. Ponakan saya giginya gigis semua karena suka banget makan coklat. Kadang enggak mau makan selain coklat. Ampoon. Makanya rutin gosok gigi sebelum tidur sedang dikerahkan nih, supaya nanti pas gigi susunya copot udah terbiasa sikat gigi sebelum tidur dan mengurangi gigisnya. Makasih mba sharingnya.

    ReplyDelete
  5. Baru tau istilahnya Gigi Gigis hehe kemana aja saya. Saya ampe segede ini aja taunya tu gigi dimakan ulet hahaa aduh. Bener yah baru sadar kenapa gigi ulet itu nyerang anak kecil hehe. Makasi loh mbak sharingnya jadi tau sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda istilah aja. Tapi sebetulnya ada istilah kedokterannya sih.

      Sama-sama mbak

      Delete
  6. Kebanyakan memang pada gigi bagian atas ya mba. Anakku karena masih satu tahun, dan airnya suka ditelan jadi pakai sikat gigi khusus bayi, atau di lap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, buat bayi emang ada sikat gigi khusus. Bisa juga pakai kain kasa.

      Delete
  7. Alhamdulillah saya dan anak saya gak mengalami gigis. Hehe.. Thanks sharenya mba

    ReplyDelete
  8. Nah, yang saya bingung sebagai emak itu, saya merasa perlakukan terhadap anak-anak sama, tapi kenapa efek yang timbul pada gigi susunya beda ya? Ada yang gigis, tapi ada yang bagus. Kalau ditanya saya kadang bingung juga. Saya tidak mengerti, Marimar... hehehe

    ReplyDelete
  9. Siapp mbak Lelly soal gigi ini emang harus aware banget. Makanya Info ini berguna banget biar antisipasi mulai dri skrang Julio masih 7 bulan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah bisa mulai prepare sikat gigi bayi atau udah mulai ganti dot dengan minum pakai pipet atau disendokin.

      Ngehindari baby bottle syndrome. Mumpung masih kecil banget.

      Delete
  10. Baru tahu kalau rampas karier pada gigi anak paling banyak terjadi karena kebiasaan anak minum susu dengan botol.
    Oke note mb.
    Alhamdulillah sih anak saya waktu kecil nggak lama pakai botol susunya.
    Dah beralih ke gelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Based on pengalaman temen itu terjadi sih. Gigi anaknya gigis gara-gara kebanyakan ngedot. Dan ternyata, itu diiyakan oleh dokter gigi juga.

      Delete
  11. Info ini penting buat para mama yang punya anak balita. Walaupun anak diaduh oranglain (pengasuh atau yg lain), info ini bisa diteruskan. Pengalaman juga punya anak yg giginya begini krn kebanyakan maem manis. Kita berusaha menjaga...kadang tanpa disadari pengasuh yg memberikan makanan manis😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya pengasuh sama ortu harus sejalan sih. Ini tantangannya. Sulit mindahin isi kepala ke orang lain. Semangat.

      Delete
  12. Saya tidak gigis saat kecil, Esmeralda. Hihi... Alhamdulillah.
    Si sulung saya juga tidak, sih. Nah, sekarang sedang Di fase membiasakan si kecil yg 2 tahun untuk sikat gigi. Gampang2 susah memang. Lanjut teruuus...
    Oia, 'susu lanjutan' anak saya sih UHT yg plain, lebih aman karena tidak mengandung gula. Sesekali saja minum yg UHT rasa-rasa.
    Nah, kalau ke Dokter Gigi sih belum si kecilnya. Belum bisa kayaknya disuruh anteng dan mangap sesuai perintah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh tuh bun ditiru. Pakai susu UHT plan.

      Wkwkwk.. Nggak apa-apa sih. Biasanya dokter gigi punya trik sendiri bikin anak nurut.

      Asal sama ortunya nggak pernah ditakut-takutin aja.

      Delete
  13. Anakku juga sudah karies mba untungnya gak parah, awalnya karena memang dia.lagi gtm dan maunya roti bakar coklat udah gitu aja tiap hari. Awalnya cuma coklat2 tiba2 ada kayak lubang kecil, jadi sekarang selalu aku biasain sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur Alhamdulilah gak sampe parah kariernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu cepet bnget emang kalau ke anak kecil tuh. Wuss.. Tahu-tahu ompong. Alhamdulillah sih kalau nggak sampai parah.

      Kudu tetep dijaga terus biar tetep ada terus giginya.

      Delete
  14. Kalo ngomongin gigi anak aku merasa bersalah banget. Gigi anakku udah keburu gigis saat aku paham pentingnya menjaga kebersihan gigi anak. HUhuuu T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pukpuk mbak..
      Mari coba lagi di anak selanjutnya. Lho. 😅

      Delete
  15. Ponakan ku klo lagi rajin gosok gigi gk disuruh langsung sikiat gigi sendiri,, tapi klo lg maless ampuuuuuun susah dibujuk,, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga anak kecil yaaa..
      Bisa diajak sikat gigi bareng juga sih kalau gitu.

      Anak kecil kan niru orang dewasa di sekitarnya.

      Delete
  16. Huwaa
    Gigis nih momok anak2 y mbaa
    Saya dulu enggak gigis sih tp sekarang bolong hikss
    Semoga anak sy g gigia n g bolong

    ReplyDelete