Mau Sembuhkan Mata Minus dengan LASIK? Baca ini dulu!

by - Wednesday, March 20, 2019

LASIK


Saya mulai kena rabun jauh dari kelas 5 SD. Tahunya kelas 5 SD sih. Waktu baca tulisan di papan kok makin lama makin susah kebaca. Macem terlalu tipis gitu nulisnya. Terus saya iseng pakai kacamata temen. Jeng jeng jeng... Jelas dong.

Pulang sekolah, saya laporan ibu saya. Terus malamnya saya dibawa ke optik untuk periksa mata. Fix. Saya rabun jauh dan harus pakai kacamata.

Sejak hari itu saya mulai tergantung dengan kacamata. Nggak ada kacamata dunia buram. Pusing juga sih kalau lepas kacamata.

Capek, nggak? Jelas. Dulu, awal pakai saya kegirangan. Lambat laun saya mulai merindukan kebebasan melihat tanpa bantuan kacamata.

Beberapa hari yang lalu, Mas Ghoffar tanya. Bisa nggak sih mata saya ini sembuh? Jawabannya bisa. Pakai LASIK. Tapi ya gitu biaya yang dibutuhkan untuk LASIK besar dan tidak semua orang bisa menjalankan operasi ini.

Kali ini saya akan share beberapa hal terkait LASIK. Apa sih LASIK itu? Bagaimana prosedurnya? Apa yang harus disiapkan pra dan pasca operasi? Fakta apa saja yang harus kamu ketahui tentang LASIK? In syaa Allah akan saya kupas tuntas melalui tulisan ini.

Apa itu LASIK?

LASIK


Mungkin beberapa dari kalian sudah familiar dengan istilah ini ya. LASIK merupakan kepanjangan dari laser-assisted in situ keratomileusis. LASIK ini, seperti yang sudah kita ketahui sama-sama juga, merupakan prosedur bedah rawat jalan yang digunakan untjk mengobati rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Prosedurnya menggunakan sebuah laser yang digunakan untuk membentuk kornea. Hal ini difungsikan untuk memperbaiki cara mata untuk memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.

Bagi penderita rabun jauh seperti saya, LASIK digunakan untuk meratakan kornea yang melengkung terlalu tajam. Sedangkan bagi penderita rabundekat, LASIK ini digunakan untum melengkungkan kornea yang terlalu datar.

Lalu, bagaimana dengan penderita astigmatisme? Bisa kok. Dengan LASIK, kornea yang tidak teratur akan dibenarkan menjadi normal.

Prosedur Operasi LASIK

LASIK


"Kalau operasi LASIK itu kita dibius nggak sih?"

Jawabannya iya. Tapi nggak bius total sampai kita nggak sadar apa-apa ya. Bagian mata aja yang nanti akan dibius.

"Serem dong?"

Sebelum LASIK nanti kita juga akan percobaan matanya "diobok-obok" dulu sama dokter mata. Dibius ya. Awalnya sih deg-degan. Lama kelamaan biasa aja. Hanya saja karena mata ini dibius, kita jadi susah ngatur mata. Gimana ya jelasinnya. Mata tuh jadi tidak mudah menyesuaikan kebutuhan jarak pandang kita. Macem diem di tempat gitu. Ini selama anastesinya masih bekerja ya. Kalau udah hilang efeknya, bisa normal lagi kok.

"Kok tahu?"

Soalnya pernah cek untuk persiapan LASIK. Walaupun belum sampai operasinya. Nanti saya jembrengin kenapanya.

Oke, jadi pasien yang akan menjalani operasi ini akan berbaring di bawah perangkat bedah yang disebut dengan excimer laser. Prosedur awal, seperti yang tadi udah saya sebutkan, mata akan diberi beberapa tetes anestesi topikal agar mati rasa. Penahan kelopak mata juga akan ditempatkan di antara kelopak mata agar mata terus terbuka. Jadi, pasien nggak kedip-kedip kalau dokter mata mulai "obok-obok" mata.

Setelah itu, sebuah cincin hisap akan diletakkan pada mata yang terbuka tadi untuk meratakan kornea dan mencegah mata bergerak. Pasien mungkin akan merasakan tekanan dari penahan kelopak mata dan cincin hisap. Rasanya mirip dengan jari yang ditekan ke kelopak mata.

Ketika cincin hisap dipasang di mata, pandangan pasien akan meredup atau jadi gelap. Setelah kornea ini diratakan, flap (pembukaan jaringan) pada jaringan kornea diciptakan dengan menggunakan microsurgical seperti laser atau pisau bedah. Setelah itu, flap kornea ini diangkat dan dilipat kembali. Kemudian excimer laser akan mengukurmata sebelum diprogram.

Dokter nanti akan memeriksa apakah laser tersebut sudah berada pada posisi yang tepat atau belum. Setelah laset memotong jaringan kornea, dokter akan menempatkan flap kembali dan menghaluskan sisinya. Ajaibnya, flap akan menempel pada jaringan kornea dalam 2-5 menit tanpa jahitan apapun. Selesai deh.

Setelah operasi, dokter akan memberikan obat tetes mata dan pelindunf mata agar mata terlindungi dari gesekan. Pemulihan penglihatan ini akan memakan waktu 3-6 bulan.

Dokter akan memeriksa bahwa laser tersebut sudah berada pada posisi yang tepat. Setelah laser memotong jaringan kornea, dokter kemudian menempatkan flap kembali dan menghaluskan sisinya. Flap akan menempel pada jaringan kornea dalam 2-5 menit tanpa memerlukan jahitan. Setelah operasi selesai, dokter akan memberikan obat tetes mata dan pelindung mata agar mata terlindungi dari gesekan. Pemulihan penglihatan akan memakan waktu 3-6 bulan setelah operasi.

Persiapan Sebelum Operasi

LASIK


Gimana? Gimana? Sudah siap menjalani operasi tersebut? Kalau sudah, lakukan dulu beberapa persiapan sebelum operasi LASIK dilakukan. Hal ini penting untuk diperhatikan agar kita bisa terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk.

1. Jangan menggunakan soft contact lenses selama 2 minggu sebelum evaluasi awal.
2. Jangan menggunakan toric soft contact lense atau rigid gas permeable (RGB) lense selama 3 minggu sebelum evaluasi pertama.
3. Jangan menggunakan hard lenses selama 4 minggu sebelum evaluasi pertama
4. Jangan menggunakan berbagai krim, lotion, make up, dan parfum sehari sebelum operasi

Hal yang Harus Dilakukan Pasca Operasi

LASIK


Sebelum operasi ada "ritual" yang harus dihindari. Ternyata, setelah operasi pun kita nggak bisa sembarangan memperlakukan mata kita. Keberhasilan operasi, selanjutnya ditentukan dari kita yang nurut saran dokter apa nggak.

Kita juga perlu ingat bahwa kondisi mata kita belum oulih sepenuhnya. Mata butuh waktu 3-6 bulan untuk bisa melihat dengan baik lagi. Jadi ya tetap harus sabar dan mau menjalani prosedur pasca operasi berikut.

1. Tidak menggunakan make up mata apapun selama 2 minggu
2. Tidak melakukan olahraga apapun selama 3 hari
3. Tidak melakukan kegiatan atau olahraga berat selama sebulan
4. Menggunakan pindung mata di malam hari selama 1 bulan
5. Tidak boleh berenang, berendam di jacuzzi atau mandi air panas selama 2 bulan

Banyak, ya? Tapi semua itu harus mau secara rutin dilakukan. Percayalah semua prosedur tadi untuk kebaikan kita kok. Larangan-larangan serta anjuran menggunakan pelindung mata itu semua disarankan oleh dokter untuk melindungi mata dari gesekan atau goncangan berlebih yang bisa mempengaruhi kondisi mata.

Iya, operasinya bentar banget memang. Tapi kita harus sabar dan disiplin menjalankan itu semua kalau memang mau betul-betul sembuh.

Hal Lain yang Perlu Kamu Tahu Seputar LASIK

LASIK


Gimana? Semakin mantap untuk LASIK? Atau makin grogi?

Dari pada mikir aneh-aneh yang belum tentu benar, baca aja dulu beberapa fakta menarik tentang LASIK. Kalau memang ada niatan, nggak ada salahnya juga untuk pergi ke dokter mata dan melakukan konsultasi.

1. Nggak bikin buta kok

Operasi LASIK itu bisa bikin buta nggak sih? Sampai saat ini, belum ada sih kasus kebutaan yang diakibatkan dari komplikasi operasi LASIK. Resiko kebutaan dari operasi LASIK ini kecil banget kok, sama seperti resiko menggunakan lensa kontak.

2. Tidak semua orang bisa melakukan

Operasi LASIK itu memang mahal, jutaan untuk sekali operasi. Biaya pengecekan pasca operasi juga ada sendiri. Jadi, ya memang belum bisa dijangkau oleh semua orang.

Di luar biaya, ada juga kok orang yang tidak bisa melakukan operasi ini. Saya contohnya.

Tahun 2009, orang tua saya sudah menyiapkan dana 20 juta untuk operasi LASIK. Berangkatlah kami ke Surabaya, tepatnya di rumah Sakit Mata Undaan untuk konsultasi dan menjalani pemeriksaan. Dokter juga sudah menjelaskan apa saja yang harus saya siapkan sebelum dan sesudah operasi. Prosedur operasinya juga sudah dijelaskan. Saya sih oke-oke aja dengan semua itu. Bismillah lah yaa..

Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata permohonan saya untuk operasi ditolak. Alasannya karena kornea saya terlalu tipis. Kalau dipaksakan operasi, resikonya terlalu tinggi. Waktu itu sih, saran dokter nunggu aja beberapa tahun lagi. Kan saya juga masih dalam masa pertumbuhan juga kan waktu itu. Siapa tahu ada perubahan.

Selain kondisi seperti saya, operasi LASIK juga tidak bisa dilakukan jika umur kita kurang dari 18 tahun, sedang hamil atau menyusui, mempunyai penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, dan kondisi mata yang tidak stabil. Operasi LASIK memang tidak semua prosedurnya aman, tapi dokter benar-benar akan memeriksa kondisi kita sebelum kita diantar ke meja operasi. Pemeriksaan secara berlapis dilakukan untuk mengurangi resiko yang ada.

3. Nggak sakit kok

Kenapa sih operasi LASIK ini jadi populer? Karena prosedurnya memang paling efektif dan operasinya pun mudah. Pasien akan diberi tetes mata untuk membius mata. Untuk menjaga kenyamanan pasien, operasi ini hanya berlangsung selama 15 menit saja untuk kedua mata. Cepet banget, kan?

Awal operasi, kita akan merasakan tekanan sebentar. Setelah itu, pada proses laser mata nggak ada rasa sakit sama sekali.

Kalau grogi berat gimana? Dokter bedah mata biasanya akan memberikan kita obat penenang dosis rendah biar kita bisa santai menjalani operasi.

Gimana nih? Makin mantap? Kalau kamu memang kepingin LASIK seperti saya, coba mulai cek rate harga operasi dari berbagai rumah sakit mata terdekat. Terus, mulai nabung-nabung untuk operasi itu.

Selain mempersiapkan keuangan kondisi kesehatan mata dan mental juga harus dipersiapkan. Biar nggak perlu nunggu terlalu lama. Semangat!

You May Also Like

0 komentar