3 Fakta Menarik tentang BJ Habibie yang Begitu Menginspirasi

By Aprilely Ajeng Fitriana - Thursday, September 12, 2019



Tanggal 11 September 2019 kemarin Indonesia dirundung oleh kabar duka atas kepergian sosok yang begitu menginspirasi, BJ Habibie. Nama beliau bukan hanya dikenal di Indonesia sebagai Presiden ke-3, tapi di seluruh dunia karena penemuan yang beliau hasilkan untuk industri pesawat terbang. Kalau ingat beliau tuh yang langsung terpatri dalam ingatan ya pesawat terbang.

"Aku mau jadi insinyur kayak Pak Habibie."

Waktu kecil, kalimat semacam itu sering sekali kita dengar. Meski, besoknya kalau ditanya apa cita-citanya mungkin bisa ganti lagi jadi dokter atau yang lain.

Ngomong-ngomong soal Pak Habibie, banyak banget kisah hidup beliau yang dapat kita petik pelajaran. Bagaimana cerita asmaranya dengan sang istri tercinta, visi besarnya, hingga rahasia di balik kejeniusannya. Nah, kali ini saya mau coba ngulas 3 hal ini.

1. Kisah Cinta BJ Habibie dengan Ainun

Sudah pernah nonton film atau baca buku Habibie Ainun? Kalau nggak belum pernah, coba deh untuk tonton filmnya atau baca bukunya. Ini keren banget sih. Romantisnya itu nggak picisan macem romantisme anak-anak SMA gitu. Mungkin karena kisah dalam rumah tangga ya. Jadi nggak cuma tentang aku suka kamu, tapi bagaimana mereka berjuang sama-sama hingga mencapai titik yang bisa dilihat banyak orang.

Ibu Ainun kalau dalam kisah itu, ditulis bukan sebagai cinta pertama Pak Habibie. Dulu malah beliau tidak tertarik sama sekali. Baru jatuh cinta setelah Ainun dewasa. Kelihatan lebih cantik gitu.

Setelah menikah, mereka memutuskan untuk tinggal di Jerman. Jangan dibayangkan kalau kondisinya memadai. Kebutuhan hidup terpenuhi dengan amat baik. Tidak. Awal-awal pernikahan keduanya justru jadi masa-masa perjuangan. Kalau nggak ada duit, ya mereka cuma makan sama ikan asin aja atau abon.

Satu hal yang bikin salut dengan mereka berdua adalah bagaimana cara mereka menunjukkan rasa cinta masing-masing. Pak Habibie pernah cerita di salah satu media tentang Bu Ainun. Kalau Pak Habibie belum pulang kerja, Bu Ainun akan menunggu dia pulang. Setelah beliau sampai rumah, Bu Ainun sudah siap di depan pintu dengan senyum manisnya.

"Sudah makan?"

"Belum, aku nunggu kamu."

Lalu, mereka makan sama-sama. Dinginnya salju di luar, kalau di rumah pas masuk disambut istri dengan senyum manis pasti maknyes banget. Jadi anget. Makan malam sama ikan asin kalau dipenuhi rasa cinta juga jadi kerasa lebih berharga.

Dalam kondisi paling sulit, Bu Ainun nggak pernah mengeluh sedikit pun. Tapi justru itu yang membuat Pak Habibie jadi pingin ngasih lebih untuk membayar segala pengertian Bu Ainun. Jadi saling memberi, bukan menuntut.

Ini betul-betul jadi pelajaran untuk kita yang umur pernikahannya baru seumur jagung. Sudah seberapa banyak sih kita ngasih ke pasangan tanpa pamrih? Jangan-jangan selama ini lebih banyak keluhan yang keluar dari bibir kita dibanding senyum manis untuk pasangan.

Menyatukan dua insan dalam satu visi besar pernikahan itu bukan hal mudah. Tapi yang sulit ini bukan juga hal yang mustahil. Selama kita mau mengupayakannya. Komunikasi diperbaiki, sikap yang masih suka-suka gue juga, dan yang paling penting adalah jalankan kewajiban kita sepenuh hati.

Mencintai pasangan itu memang butuh proses. Latar belakang yang berbeda pasti akan mempengaruhi adanya konflik di tengah-tengah rumah tangga. Tapi semuanya bisa kok dijalani pelan-pelan. Rasa cinta bisa dibangun secara perlahan.

2. Visi Besar BJ Habibie untuk Indonesia

Boleh dibilang, Pak Habibie ini hidup dengan memegang nasehat dari ayahnya.

"Jadilah mata air untuk orang lain."

Maksudnya apa sih? Ayahnya ingin beliau menjadi orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Pak Habibie itu tumbuh sebagai pribadi yang suka sekali belajar. Pinternya pakai banget ya karena beliau suka belajar dari pada main. Jadi ya nggak heran kalau beliau bisa jadi Mr. Crack yang menemukan solusi cracking pada pesawat terbang. Patennya kemudian digunakan oleh seluruh industri pesawat terbang dunia.

Karier Pak Habibie di kancah dunia sebagai insinyur pesawat terbang tuh udah nggak diragukan lagi. Tapi apa Pak Habibie mau berhenti di situ saja? Tidak. Ada cita-cita besar pada tanah air yang begitu dia cintai, yaitu menghubungkan Indonesia. Pak Habibie ini pingin transportasi antar kota dan pulau di Indonesia jadi lebih mudah. Ya dari sinilah lahir PT. Industri Pesawat Terbang Nnusantara yang sekarang sudah ganti nama jadi PT. Dirgantara Indonesia.

Saya pernah berkunjung ke sana. Kental banget sih nuansa Jerman di sana. Bangunan khas Jerman ada di sana. Jadi berasa rumahnya Pak Habibie banget.

Dari industri pesawat terbang ini, muncul banyak pesawat terbang perintis yang membantu transportasi antar pulau. Sayangnya, dukungan dari pemerintah pada cita-cita besar beliau ini macem nggak maksimal gitu. Jadi ya segitu-gitu aja. PT. DI bahkan pernah oleng, meski sekarang mampu bangkit lagi, tapi taringnya udah nggak setajam dulu lagi.

3. Rahasia di Balik Kecerdasan BJ Habibie

Buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Begitu yang pepatah katakan. Bukan cuma sifat-sifat dari orang tua yang menurun, tapi bagaimana pendidikan dan teladan orang tua yang bisa menuntun anak untuk jadi pribadi yang luar biasa.

Rasanya, nggak ada anak yang lahir tiba-tiba jadi luar biasa tanpa jasa dari kedua orang tuanya. Imam Syafi'i bisa jadi seperti itu karena pendidikan ibunya. Beliau diberi makanan terbaik, yang halal dan thayyib. Beliau juga dikirim untuk belajar ke guru-guru terbaik. Bahkan tidak boleh pulang sampai mendapatkan ilmu.

Lalu, bagaimana dengan sosok Pak Habibie ini? Orang tua Pak Habibie dalam biografi beliau diceritakan sebagai sosok yang religius. Bahkan meninggal ketika sedang sujud.

Pak Habibie bisa tumbuh menjadi sosok pembelajar yang luar biasa juga tak lepas dari pendidikan kedua orang tuanya. Sedari kecil, beliau dididik seperti Imam Nawawi. Sosok yang gembar belajar, ibadah, dan membaca buku. Beliau lebih memilih belajar dibanding bermain. Bahkan kalau disuruh bermain, dia akan mencari cara untuk kembali lagi belajar. Segitu sukanya dengan belajar.

Bagaimana dengan ibadah beliau? Ini juga jangan ditanya lagi. Setiap jam 2 malam beliau selalu bangun untuk mandi, shalat tahajud, dan membaca Aalquran dengan istiqomah. Keshalihan ini bisa ditemukan saat beliau ditanya, "di sisa waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?"

Beliau menjawab dengan nada khasnya, "saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80, agar Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri. Sebagian waktu yang lain akan Eyang gunakan untuk membaca Alquran sebanyak-banyaknya. Eyang ing8n nertemu dengan Ibu Ainun. Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalih, rajib beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di surga. Maka, saya harus membaca Alquran untuk memantaskan diri supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga."

Kecerdasan Pak Habibie ternyata bukan hanya karena kegemarannya belajar dan membaca buku saja. Tapi juga karena kedekatannya dengan Alquran sehingga beliau Allah anugerahkan dan berkahi beliau dengan kecerdasan yang luar biasa.

Kesimpulan

Bapak BJ Habibie, baik sebagai seorang individu, suami, maupun bagian dari masyarakat adalah sosok yang begitu luar biasa. Kisah cintanya dengan Ibu Ainun begitu menginspirasi pasangan suami istri manapun. Visi besarnya juga menjadi penyemangat anak-anak bangsa untuk terus berkarya. Sedangkan sikap tawaddu-nya sebagai individu, layak ditauladani.

Selamat jalan, Bapak. Semoga Allah menerima segala amal baikmu dan menghapuskan semua dosa-dosamu. Aamiin yaa rabbal alamiin..

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Semoga beliau mendapatkan surga terbaik, aamiin aamiin ya Rabbal'alamin ☺

    ReplyDelete