Persiapan Dana Pendidikan Anak

By Aprilely Ajeng Fitriana - Thursday, September 19, 2019

Dana pendidikan


Kalau ditanya tentang sejak kapan saya udah kepikiran pendidikan anak, jawabannya jauh sebelum menikah, udah kepikiran ini anak mau diapain. Meski semuanya masih sebatas konsep dan ganti-ganti mulu. Iyalah, saya belajar terus tentang ini. Ilmu yang baru mau nggak mau ikut merubah cara pandang saya terkait pendidikan anak.

Tapi, kalau kalian tanya, apakah saya sudah mempersiapkan dana pendidikan anak? Sejak kapan saya memulai itu? Ini agak susah jawabnya. Karna memang saya sendiri dan suami belum sepenuhnya memulai ini.

Saya nggak bilang ini nggak penting. Ini penting banget, mengingat pendidikan yang berkualitas itu harganya mahal sekali. Saya sadar bahwa saya harus mempersiapkan dana pendidikan sejak dini. Belum memulai, bukan berarti tidak mempertimbangkan ini sama sekali ya. Ada tahapan-tahapan yang sedang kami tempuh untuk mempersiapkan dana pendidikan.


Antara Dana Pendidikan dan Pilihan Sekolah


Dana pendidikan anak tidak akan lepas dari di mana nantinya anak akan sekolah. Mau sekolah negeri atau swasta? Homeschooling atau tidak? Kuliah di mana? Dalam negeri? Atau luar negeri? Semuanya akan menuju muara yang sama. Berapa dana yang harus disiapkan.

Sedangkan, memilih sekolah tentu bukan hal yang mudah. Karena saya dan suami harus rembugan dulu kurikulum pendidikan keluarga ini mau dibawa ke mana sih? Kalau ini oke, pilih sekolah itu jauuuh lebih mudah.

Sebetulnya dari banyak obrolan sama suami, sudah ada gambaran sedikit-sedikit. Sampai masuk SD mana, ini udah sejalan. Cuma setelah SD ini yang masih gimanaaa gitu.


Menghitung Dana Pendidikan


Soal itung-itungan dana pendidikan, suami juga ngasih PR bukan hanya nyari tahu uang pangkal sekolah aja. Tapi tools yang dipakai untuk belajar di rumah juga. Warbyasah memang Pak Bos kalau kasih PR.

Kali ini, saya mau share hasil belajar saya ngitung dana pendidikan untuk anak. Jadi, selain harus tahu mau sekolah di mana, usia anak saat ini juga jadi perhitungan. Tiap anak punya hitung-hitungan sendiri.

Kenapa gitu? Ini pengaruh inflasi juga ya. Dana pendidikan tiap tahun kan naik terus. Biaya sekolah kakak sama adik kemungkinan besar nggak sama. Mahalan adiknya. Ini nih yang perlu kita siapkan.

Katakanlah, usia anak saat ini 1 tahun. Terus dia masuk PAUD 3 tahun. Nah, kita harus tahu dulu nih, biayanya berapa tahun ini. Misal, uang pangkalnya 5 juta.

Kalau sudah, kita buat estimasi biaya nanti. Kita pakai prosentase kenaikan biaya per tahun 10%. Biaya nanti saat anak kita masuk PAUD kira-kira 6,05 juta.

Dari mana? Ini perhitungannya.

Tahun 2019, anak usia 1 tahun, uang pangkal 5 juta.
Tahun 2020, anak usia 2 tahun, uang pangkal 110% x 5 juta = 5,5 juta.
Tahun 2021, anak usia 3 tahun, uang pangkal 110% x 5,5 juta = 6,05 juta.

Nah, kalau SD, SMP, SMA gimana? Ya caranya sama. Kalau sudah ketemu semuanya, tinggal dijumlahkan aja.

Oya, sebelum membuat perhitungan semacam ini. Lakukan survey betul-betul untuk mengetahui dana pasti yang dibutuhkan saat ini.

Nah, kalau sudah, kita bisa mulai mengalokasikan 10-20% penghasilan kita untuk tabungan dana pendidikan ini.


Kapan Mulai Menyiapkan Dana Pendidikan?


Dana pendidikan anak bisa dimulai sejak anak usia 1 tahun. Tapi misal kurang dari itu juga nggak masalah sih. Misal, pas lagi hamil, udah mulai ngitung dana pendidikannya. Itu sah-sah saja.


Pilihan Investasi Dana Pendidikan Anak


Mengenai pilihan investasi dana pendidikan anak ini, bentuknya macem-macem. Banyak rekomendasi dari pakar finansial. Tapi, kali ini saya hanya akan sampaikan yang saya yakini sudah aman dari riba.

Nggak mau juga nyekolahin anak pakai dana yang kecampur uang riba. Pinginnya punya anak shalih, gara-gara riba jadi salah. Kan sedih.

1. Tabungan Pendidikan

Setelah anaknya launching, kita bisa mulai membuka tabungan pendidikan untuk anak di bank. Uang yang sudah kita sisihkan tadi, bisa mulai ditabung sedikit demi sedikit untuk dana pendidikan anak nanti.

Kalau khawatir dengan riba, kita bisa memilih bank-bank syariah. Atau, kita juga bisa mengajukan permohonan untuk tidak mendapatkan bunga bank dari bank konvensional.

2. Investasi Emas

Cara kedua yang bisa kita lakukan adalah dengan investasi emas. Saya sudah pernah bahas panjang kali lebar mengenai investasi ini. Kita bisa mulai membeli emas koin atau batangan untuk tabungan dana pendidikan anak nantinya.


Kesimpulan


Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan yang terbaik untuk anak. Termasuk soal pendidikan. Persiapan pendidikan, tentu saja bukan hanya sebatas kurikulum apa yang akan diterapkan pada anak, tapi juga mulai mengalokasikan dana untuk pendidikan mereka. Apalagi zaman sekarang, dana pendidikannya gila-gilaan. Jadi berasa halu aja kalau kita tidak mempersiapkan sedini mungkin.

So, kalau kamu udah nikah dan punya anak, yuk mulai persiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar