Investasi Emas, Menguntungkan Nggak Sih?

By Aprilely Ajeng Fitriana - Wednesday, September 04, 2019



Sejak ada akun Jouska yang hobi banget mengedukasi orang tentang melek finansial, kata investasi jadi sesuatu yang mulai diperhitungkan oleh banyak orang. Pengaturan finansial ternyata nggak cuma pinter cari duit dan tahu gimana mengelola duit itu dalam sebulan, tapi punya target jangka panjang terkait finansialnya. Investasi ini bentuknya banyak. Ada yang beli saham ada yang beli tanah, ada yang beli rumah, ada yang larinya ke SBN, dan ada juga yang beli emas. Point terakhir ini nih yang mau saya kupas lebih dalam.

Sebetulnya, saya bukan pakar finansial sih. Jadi, ini lebih semacam rangkuman dari cari tahu sana-sini yang pingin saya bagikan ke kalian. Plus, hasil ngobrol bareng temen-temen follower instagram saya.


Harga Emas yang Naik-naik ke Puncak Gunung



Gara-gara ikut BOW bareng Teh Indari Mastuti, jadi suka kepoin status WA temen-temen. Nggak kepo sih, tapi ini bagian dari tugas yang harus diselesaikan. Nah, dari salah satu status WA temen, saya jadi tahu kalau harga emas saat ini tuh lumayan tinggi. Besoknya, dia update harga lagi. Naik lagi saudara-saudara. Besoknya lagi, dia update lagi kalau harganya naik lagi.

Dalam kurun waktu 3 hari, saya udah dapat harga emas yang terus menanjak dari status WA orang. Terus buka IG story. Ada temen yang update harga emas juga. Itu karna dia excited banget dengan harga emas yang naik itu.

Saya cerita penemuan menarik ini ke suami.

"Mas, tahu nggak kalau harga emas tuh belakangan ini naik terus?"

"Iya, tahu. Kenapa emang?"

"Nggak apa-apa. Jadi pingin jual emas."

"Buat apa?"

"Buat beli lagi."

"Lah, ngapain. Simpan dulu aja. Nanti kalau ada duit baru beli lagi."

Apa hanya saya yang ngedadak pingin jual emas saat itu juga? Ternyata tidak saudara-saudara. Ada juga teman saya yang kepingin begitu juga. Tapi ya balik lagi, setelah dijual terus buat apa? Toh, emas yang kami miliki masih sedikit. Nggak bisa buat beli properti dulu.


Harga Beli v.s Harga Jual Kembali



Semalam, suami saya inspeksi emas mahar yang dulu beliau kasih ke saya. Apakah saya simpan dengan benar atau tidak? Pasalnya, sudah ada cincin kawin yang harganya lumayan, terus raib gara-gara nyemplung ke tempat cuci piring. Saya ceritakan di mana saya simpan emas itu.

Lalu, obrolan berlanjut ke investasi emas. Suami saya bilang, kalau ada uang sebaiknya ditabungkan emas saja. Ini untuk jaga-jaga kalau misal nanti ada krisis ekonomi, kami sudah siap tabungan yang bisa dipakai.

Saya sih a-o-a-o aja kalau diceramahin soal investasi begini. Beneran awam banget soal investasi. Tapi segala hal yang dibilang pak suami ini, kalau dipikir-pikir iya juga sih.

Gara-gara itu, saya jadi kepo beneran harga emas terkini. Saya coba cek ke website resmi emas ANTAM. Per tanggal 24 Agustus, harga beli emas Rp765.000,- per gram. Harga ini sudah mengalami kenaikan sebesar Rp14.000,- dari harga sebelumnya.

"Wah, tinggi juga ya."

Tapi apakah harga yang tinggi ini sebanding dengan harga jual kembalinya?

Saya kepoin lagi tuh websitenya. Ternyata oh ternyata, tidak setinggi harga belinya. Harga jual kembalinya cuma Rp650.000,- per gram.

Bagaimana saudara-saudara? Saya waktu lihat harga ini kok agak nyesek ya. Selisihnya lumayan jauh lho.


Untung Nggak Sih?



Selisih harga beli dan harga jual kembali ini yang bikin saya mikir, apa iya investasi emas itu menguntungkan. Kalau dilihat dalam satu kurun waktu yang sama, sudah pasti rugi.

Saya coba nih, iseng-iseng tanya ke follower saya di instagram. Jawabannya menarik lho. Buat mereka yang pernah investasi emas, ternyata ada keuntungan yang mereka dapatkan setelah nabung emas dalam kurun waktu yanh cukup lama. Katanya juga, keuntungan ini bisa mulai tampak setelah kita saving selama 5 tahun.

Please, jangan tanya gimana hitungannya. Karna saya nggak paham juga. Ini masih based on katanya-katanya.

Tapi ya gara-gara katanya itu tadi, saya jadi pingin coba bandingkan harga emas yang saya punya selama setahun ini. Saya cek harga belinya dulu berapa lalu harga jual kembalinya berapa. Berikut ini perhitungannya.



Eh iya, untung. Tapi keciiiiiil sekali.

Nggak paham juga apakah ini bisa dikatakan sebagai keuntungan juga. Mmmm... Kalau ada pakar finance yang baca, boleh banget lho share di sini juga.


Emang Simpan Emas Itu Investasi?



Ada yang bilang bahwa emas ini sebetulnya bukan investasi. Dia hanya menjaga nilai kekayaan yang kita miliki. Fluktuasi nilai yang dimiliki emas memang jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang mana pun. Jadi, kalau misal nih misal, one day terjadi krisis moneter lagi. Tabungan emas ini betul-betul bisa jadi andalan ketika semua nilai mata uang jatuh. Tinggal dijual lagi aja.

Tapi, bilang emas sebagai investasi juga nggak salah. Emas memang nggak cocok untuk investasi jangka pendek. Seperti, simulasi yang sudah saya contohkan barusan, kalau perhitungannya hanya beberapa bulan saja, keuntungan untung saving emas emang nggak kelihatan. Bahkan, bisa rugi.

Emas tuh cocoknya untuk jadi investasi jangka panjang. Untuk tabungan sekolah anak mungkin, dana pensiun, atau kebutuhan-kebutuhan lain di masa depan.

Seberapa panjang? 5-10 tahunan lah ya paling tidak. Kalau baru seumur jagung udah kebelet jual emas lagi, ya rugi memang.


Cara Termudah untuk Menabung



Mau disebut investasi atau bukan, buat saya pribadi emas merupakan cara termudah untuk menabung. Kita nggak butuh dana besar untuk bisa beli emas. Kalau nggak bisa beli yang 1 gram, bisa kok beli yang 0,5 gram. Harganya beda tipis lah sama gamis.

Logikanya, kalau buat beli gamis aja bisa. Mestinya beli emas juga bisa dong.

Ini beda ceritanya ketika kita investasi dalam bentuk lain. Rumah atau tanah misalnya. Harganya mahal dan tidak semua orang bisa membelinya. Kalau pun dipaksakan beli, lewat KPR misalnya, sudah kelihatan jeratan ribanya. Ngeri juga, kan?

Mau deposito ke bank juga sama ngerinya. Pertama, karena apa yang kita simpan adalah uang. Baik dalam bentuk rupiah maupun dolar. Sekuat apapun nilai tukarnya, kena invlasi ya bisa jatuh. Beda dengan emas yang lebih tahan terhadap hal itu. Kedua, bunga yang dikasih dalam simpanan deposito itu riba. Ngeri dah kalau punya simpenan semacam ini. Pasti ada aja yang ruwet dalam hidup kita.


Emas Itu Barang Ribawi



Saving emas memang mudah dan bisa jadi cara kita untuk menghindarkan diri dari riba. Asalkan cara belinya benar. Saat beli emas, kita juga perlu hati-hati nih karena emas merupakan salah satu barang ribawi. Transaksi jual belinya harus ada tatap muka secara langsung antara penjual dan pembeli. Pembeliannya juga harus tunai, nggak boleh dicicil.

Kalau beli emas online gimana? Ya sudah jelas nggak bolehnya. Saran saya sih, kalau mau beli emas ke ANTAM aja langsung. Kalau di kotamu nggak ada ANTAM, bisa beli di toko emas. Nggak semua toko emas menjual sih, tapi ada beberapa yang bersedia untuk memesankan emas ANTAM ini. Coba aja hubungi dulu.

Harga di toko emas dan ANTAM apakah sama? O ya tentu tidak. Namanya juga jualan, pasti mereka akan mengambil keuntungan dong.

Selain online tadi, kalian juga perlu hati-hati nih sama investasi emas yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga tertentu. Saya pernah nguping temen saya yang ditawarin beginian. Jadi, mereka nawarin investasi emas dengan nominal tertentu. Tapi, kita, sebagai investornya, nggak dikasih lihat wujudnya dan nggak ikutan nyimpen barangnya. Nah, model-model begini juga nggak bener nih. Seamanah apapun orang yang menjalankan ini, jelas ini sudah menyalahi syariat.

Ya balik lagi, beli emas harus lihat barangnya langsung bahkan pegang. Kalau cuma based on katanya-katanya, ini nggak boleh ya.


Kesimpulan


Jadi, kalau ditanya apakah investasi emas itu menguntungkan atau tidak, jawabannya bisa relatif. Tergantung dari jangka waktu investasi kita. Nominal emas yang disimpan tentu juga akan mempengaruhi.

Ini lebih ke investasi jangka panjang. Beberapa sumber malah menjelaskan kalau emas itu hanya untuk menjaga nilai saja. Well, mau sebut investasi atau bukan, suka-suka sih kalau saya. Lebih ke kita punya investasi atau tidak hari ini.

Jadi, kamu sudah punya investasi apa?


with love,

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Saya termasuk yang suka menabung pakai emas mbak lell... Tapi memang dia untuk jangka waktu menengah sampai panjang sih. Kalau buru-buru dijual, tentu keuntungannya enggak seberapa. Tapi ada beberapa teman yang senang "ternak" emas. Jadi dia beli, diendapkan beberapa lama, terus dia gadai untuk beli emas lagi. Tapi saya pribadi kurang paham, sacara syariat islam, hal seperti ini halal atau sama dengan gambling. Makanya saya enggak pernah coba. Paling simpen emas untuk kebutuhan pendidikan anak nanti kalau sudah pada sekolah, karena enggak terlalu terdampak inflasi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weh, ada yang begitu ya. Setahu saya gadai itu boleh dalam Islam, tapi ya tetap harus memenuhi syarat tertentu sih. Waktunya jelas, akadnya jelas juga.

      Kebanyakan orang memang nabung emas untuk dana pendidikan anak. karena ya itu tadi, kuat sama inflasi.

      Delete