Menghitung Hari Menuju Persalinan

By Aprilely Ajeng Fitriana - Saturday, September 28, 2019

persiapan bersalin


Pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh orang lain ketika lihat perut saya adalah, "sudah berapa bulan?" atau "sudah berapa minggu?"

Alhamdulillah, sudah masuk minggu 34. Sudah semakin dekat dengan persalinan. Perut juga sudah semakin besar. Beberapa hal semacam cebok, pakai kaos kaki, dan potong kuku, mulai jadi hal yang tricky banget. Harus tahu ngakalinnya biar tetap bisa dilakukan sendiri.

Kalau pagi juga sering kram mendadak. Nggak tahu juga kenapa. Sampai suami saya heran. Kram kok hampir tiap pagi. Wkwkwkwk.. Nikmatin aja, Shay.

Bukan hanya itu. Pergantian posisi dari yang lebih tinggi ke lebih rendah, biasanya juga bikin sesek. Perut juga mulai bergejolak. Little G ini kalau lagi anteng, anteeeeng banget. Tapi kalau lagi gerak, masyaa Allah.

love


Intinya, saya menikmati semua hal yang terjadi selama masa kehamilan saya. Kalau boleh dibilang, aneka rupa keluhan itu bahkan nggak kerasa-kerasa banget lho. Macem biasa aja. Bahkan, kadang saya lupa kalau lagi hamil. Ingetnya kalau lihat cermin di kamar. Oh iya, perut saya sudah semakin membesar.

***

Pertanyaan lain selain sudah berapa bulan atau minggu, kini mulai muncul pertanyaan baru.

"Gimana rasanya mau lahiran? Deg-degan nggak?"

Jawabannya tidak. Nggak tahu kenapa menjelang persalinan kok saya nggak deg-degan sama sekali ya. Yakin aja kalau lahirannya bakal lancar dan menyenangkan. Kalau soal sakit nggak sakit, namanya melahirkan ya pasti sakit. Tapi saya yakin aja bisa ngatasi itu semua.

"Olah napas, atur pikiran, jangan fokus ke rasa sakitnya."

Itu yang terpatri dalam kepala saya. Sudah percobaan beberapa kali sih. Kalau sakit coba cara itu dan alhamdulillah rasa sakitnya nggak kerasa lagi. Rasa sakit itu memang masih ada. Tapi tubuh kita bisa punya cara untuk mengabaikan rasa sakitnya kalau kita bisa ngatur pikiran dan napas tadi.

begitu


Hari demi hari yang makin dekat dengan persalinan memang nggak bikin deg-degan. Rasanya nggak sempat aja buat deg-degan dan mengkhawatirkan ini itu soal persalinan nanti. Saya sudah yakin banget sama dokternya, sama rumah sakitnya, dan partner yang akan menemani saya selama persalinan, suami saya. Jadi, sisanya tinggap kerja sama antara saya dengan Little G aja.

Di samping itu, September ini kesibukan saya juga meningkat tajam. Saya punya kelas online sendiri. Terus ada kelas online lain yang harus saya ikuti untuk upgrade ilmu bisnis. Belum lagi ngelola mybabywear.co. Masih ada ODOP sama Estrilook. Kalau dijabarin semacam ini, saya jadi pingin ketawa sendiri. Sibuk amat ya.

ketawa


Kerja dari pagi sampai malam itu memungkinkan. Bahkan, ketika suami saya pulang, saya masih mengerjakan ini itu.

Etapi, jangan dikiran saya ngeforsir diri saya berlebih ya. Ada waktu istirahat juga kok. Tenang aja. Siang sampai sore biasanya saya break dari seluruh pekerjaan saya. Bukan apa-apa. Ngantuk aja sih. Kalau sudah ngantuk kan susah ya buat mikir. Jadi ya mending tidur aja. Mau dipaksa nulis juga ujung-ujungnya ketiduran. Hehehe.. Ini sering banget sih. Ketiduran sambil pegang HP dengan notes yang masih terbuka.

Saya juga nggak maksain tubuh saya untuk duduk lama di kursi kok. Sesekali saya juga jalan-jalan keliling rumah. Keuntungan lain dari rumah besar ya gini. Bisa sekalian dijadikan tempat jalan-jalan santai. Tapi saya nggak sampai tersesat di rumah sendiri ya. Rumah saya nggak segedhe itu juga.

Kalau lagi pingin banyak gerak, saya sengaja tidak meletakkan botol minum di meja kerja. Saya taruh saja di atas galon. Lumayan kan jalan kaki beberapa langkah untuk ambil minum. Makin ke sini juga saya makin cepat haus juga. Jadi, jalannya juga lebih banyak.

Nggak tahu ya nanti Oktober kesibukan saya akan seperti apa. Pinginnya sih tetap sibuk tapi tidak terikat akad kerja dengan orang lain semacam September ini. Jaga-jaga aja kalau tiba-tiba lahirannya maju.

Well, soal ini. Nggak tahu kenapa saya macem punya feeling kalau Little G akan lahir akhir Oktober ini. Perasaan aja sih ini. Nggak tahu juga benar tidaknya.

Katanya sih, kalau mau lahiran bayi akan berusaha untuk cari jalan lahir. Kontraksi itu akan mulai sering terasa meski belu teratur. Saya nggak tahu juga kontraksi itu yang seperti apa. Tapi perut saya belakangan mulai semakin sering mengeras dengan sendirinya. Terus nanti melembut lagi. Jadi di dalam perut ini rasanya ada yang lagi berjuang nyari jalan buat ketemu Ummi sama Abinya.

Sakit nggak rasanya? Nggak sih. Cuma aneh aja. Eh, kadang juga sakit sih. Sebentar dan nggak sakit-sakit banget sih.

***

Saya sebetulnya lebih nggak kepingin mertua atau orang tua saya datang duluan sebelum saya melahirkan. Tahu kenapa? Nggak mau aja mereka bikin saya panik atau nakut-nakutin ini itu.

mmmmm


No. Saya nggak mau gitu. Beneran pingin lahiran dengan tenang.

Saya tahu sih, mereka nggak akan tega saya melahirkan sendiri. Tahu banget. Cuma ya nggak mau dibikin panik juga.

Btw, ini tas bersalin juga belum saya siapkan. Beberapa alas tidur sudah siap. Tapi bantal sama selimut bayinya malah belum saya cuci. Mau cuci 4 clodi yang kecil juga sih. Mau saya pakaikan kalau kami pergi-pergi keluar rumah atau mau tidur. Biar tenang aja mamak ini.

Tapi saya belum full pakaikan itu. Biar pakai popok kain biasa aja dulu. Sekalian biar tahu pipisnya berapa kali juga.

Dah ah ceritanya. Doakan aja lahiran saya lancar. Tanpa drama. Sehat-sehat semua ibu dan bayinya. Aamiin.

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar